harapanakyat.com,- Musim dingin kembali, dan seiring pergantian musim, Kasus Covid-19 merebak di berbagai negara, termasuk Indonesia. Kasus di Singapura, tetangga Indonesia, melonjak dua kali lipat menjadi 22.094 pada Minggu 19-25 November 2023.
Kasus Covid-19 di Singapura menunjukkan peningkatan yang signifikan dibandingkan pekan sebelumnya. Faktor seperti musim perjalanan akhir tahun dan penurunan kekebalan penduduk diidentifikasi sebagai penyebab potensial.
Subvarian EG.5 dan HK.3 tetap menjadi subvarian utama di Singapura, menyumbang lebih dari 70% dari kasus yang tercatat. Meskipun Kementerian Kesehatan di negara itu menyatakan bahwa tidak ada indikasi subvarian utama lebih mudah menular atau menyebabkan penyakit lebih parah, perhatian terhadap penyakit pernafasan meningkat.
Negara-negara seperti Malaysia, Filipina, dan India juga melaporkan peningkatan kasus Covid-19. Bahkan Ferdinand Marcos Jr, Presiden Filipina dinyatakan terpapar sampai harus isolasi mandiri selama 5 hari. Di India, 83 infeksi baru dicatat, dengan 512 kasus aktif.
Baca juga: Kolaborasi Penanganan Covid-19, AMSI Terima Penghargaan dari Menkes
Di Amerika Serikat, meskipun infeksi respiratory syncytial virus (RSV) menurun, kasus Flu dan Covid-19 tetap tinggi, menjadi penyebab utama rawat inap dan kematian di antara penyakit pernapasan. Dr. Mandy Cohen dari CDC mengungkapkan bahwa infeksi RSV meningkat tajam di beberapa bagian negara.
Menanggapi peningkatan kasus Covid-19 di Indonesia, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mendesak masyarakat untuk melakukan perlindungan ganda dengan mendapatkan vaksinasi dan mematuhi protokol kesehatan. Dengan kasus yang meningkat tajam sejak akhir Oktober, penting bagi masyarakat Indonesia untuk segera mendapatkan dosis booster Covid-19 di fasilitas kesehatan terdekat.
Dalam menghadapi musim dingin, langkah-langkah pencegahan yang ketat. Terrmasuk vaksinasi dan protokol kesehatan yang ketat, menjadi kunci untuk melawan penyebaran Covid-19. Perlindungan ganda melalui vaksinasi dan kepatuhan terhadap protokol kesehatan adalah kunci untuk melindungi diri dari dampak buruk pandemi ini. (R8/HR Online/Editor Jujang)