Minggu, April 6, 2025
BerandaBerita JabarDPRD Ajukan Hak Interpelasi ke Bupati, IPH Bandung Barat Berbeda Jauh

DPRD Ajukan Hak Interpelasi ke Bupati, IPH Bandung Barat Berbeda Jauh

harapanrakyat.com – DPRD Bandung Barat, Jawa Barat, akan mengajukan hak interpelasi mempertanyakan indikator keberhasilan pemerintah menekan Indeks Perkembangan Harga (IPH) hingga 6,24 persen. DPRD menilai, saat ini justru harga bahan pokok di lapangan masih membumbung tinggi.

Hak interpelasi merupakan salah satu hak DPRD meminta keterangan pemerintah mengenai kebijakan yang penting dan strategis dan berdampak luas pada masyarakat.

Sebagai informasi, beberapa waktu lalu Penjabat Bupati Bandung Barat Arsan Latif menerima penghargaan dari Mendagri Tito Karnavian yang berhasil menekan IPH. Bahkan, Tito menyebut keberhasilan Arsan Latif ini perlu menjadi contoh daerah lain dalam menekan harga kebutuhan pokok.

Baca Juga : Tekan Indeks Perkembangan Harga, Mendagri Apresiasi Pj Bupati Bandung Barat

Anggota Fraksi PKB DPRD Kabupaten Bandung Barat Wendi Sukmawijaya menyangsikan keberhasilan kebijakan Penjabat Bupati Bandung Barat ini. Sebab, kata Wendi, hal tersebut berbanding terbalik dengan kondisi di lapangan.

Ia berpendapat, saat ini harga-harga berbagai kebutuhan pokok di wilayahnya justru masih tinggi, hingga kondisi tersebut kini menjadi sorotan banyak pihak.

“Saya kebingungan dengan adanya perbedaan data tersebut,” ucapnya, Senin (18/12/2023).

Menurut Wendi, jika bicara data sudah semestinya bisa akurat dan jangan sampai ada rekayasa apalagi menyangkut data-data.

“Ada yang harus dijawab oleh pemerintah untuk menepis berbagai sangkaan soal data IPH,” ucap Wendi.

Wendi juga mendorong Fraksi PKB DPRD Bandung Barat untuk menggunakan hak interpelasi kepada Pemkab Bandung Barat mengenai kebijakan IPH ini.

“Makanya saya bilang Fraksi PKB DPRD Bandung Barat harus mendorong penggunaan hak interpelasi. Meminta kejelasan sejelas-jelasnya kepada Pemda Bandung Barat terkait IPH ini,” tuturnya.

Apalagi, Wendi mengklaim data Pemkab Bandung Barat catat dan sajikan ke Mendagri, berbeda dengan fakta-fakta di lapangan. Terutama berkaitan dengan harga-harga bahan pokok di pasar tradisional.

Konsolidasi Bersama Fraksi Lain Pertanyakan Kebijakan IPH Bandung Barat

Masih menurut Wendi, selain mengajukan hak interpelasi ke Pemkab Bandung Barat, ia juga memiliki hak angket dan hak menyatakan pendapat. Sehingga pihaknya berharap, dengan menggunakan hak-hak DPRD itu, akan memberi kejelasan terkait kebijakan Pemkab Bandung Barat dalam menurunkan IPH itu.

“Secepatnya, akan mengajukan hak interpelasi karena ini sudah kami konsolidasikan juga dengan Fraksi lain. Meskipun dalam perjalanannya, bisa saja hak angket yang akan kami dorong,” tuturnya.

Baca Juga : Jaga Stabilitas Harga, Pemkot Bandung Gelar Pasar Murah di 2 Wilayah

Lebih lanjut Wendi menjelaskan, pihaknya akan mengajukan permintaan keterangan dari Pemda KBB ini sangat penting. Pasalnya, IPH Bandung Barat masih tertinggi pada November 2023 namun pada pekan pertama Desember 2023 menjadi terendah nasional.

Oleh karenanya, Wendi menginginkan keterbukaan data secara resmi, dan bisa terpublikasikan kepada masyarakat agar tidak terjadi multitafsir. Karena dari faktanya, ternyata harga cabai dan beras di pasar masih tinggi dan belum alami penurunan.

“Masyarakat tentu saja harus mendapatkan informasi yang jelas dan sesuai fakta. Ketika Pemkab Bandung Barat menyebut IPH rendah, seharusnya sesuai dengan yang terjadi di lapangan. Namun faktanya harga-harga masih tinggi. Masyarakat kan jadi bingung,” katanya. (Eri/R13/HR Online/Editor-Ecep)

Longsor TPT Rumah

Longsor TPT Rumah Terekam Kamera Amatir, Warga Singajaya Garut Panik

harapanrakyat.com,- Longsor Tembok Penahan Tebing (TPT) rumah di Garut, Jawa Barat, terekam kamera amatir warga. Meski tidak ada korban jiwa, namun insiden ini membuat...
Kaleng Kue Lebaran

Balita di Garut Kepalanya Tersangkut Dalam Kaleng Kue Lebaran, Petugas Damkar Turun Tangan

harapanrakyat.com,- Seorang balita di Garut, Jawa Barat, kepalanya tersangkut ke dalam kaleng kue lebaran, Sabtu (5/4/2025). Balita tersebut menangis kesakitan sehingga orang tuanya harus...
Obyek Wisata Curug Panganten

Remaja Asal Tasik Berenang di Obyek Wisata Curug Panganten Ciamis Berujung Maut

harapanrakyat.com,- Seorang remaja asal Kabupaten Tasikmalaya berenang di obyek wisata Curug Panganten, Desa Tanjungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, berujung maut. Remaja bernama Rifki...
Tersambar Petir Saat Mandi

Seorang Warga di Tasikmalaya Tersambar Petir Saat Mandi

harapanrakyat.com,- Seorang warga di Kampung Cikajar, Kelurahan Leuwibudah, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, tersambar petir saat sedang mandi di rumahnya, Sabtu (5/4/2025). Beruntung korban...
Perahu Wisata Terbalik

Laka Laut Perahu Wisata Terbalik di Pantai Pangandaran, Polisi Ungkap Kondisi 9 Penumpang

harapanrakyat.com,- Sebuah perahu wisata terbalik di Pantai Barat Pangandaran, Jawa Barat. Perahu yang mengangkut sembilan wisatawan asal Karawang itu terbalik saat melintas di perairan...
Pelaku Curas

Empat Pelaku Curas terhadap Pria Disabilitas di Sumedang Berhasil Ditangkap

harapanrakyat.com,- Empat pelaku curas (pencurian dengan kekerasan) terhadap seorang pria disabilitas berinisial AK (26) di Sumedang, Jawa Barat, berhasil ditangkap jajaran Satreskrim Polres Sumedang. Uniknya,...