harapanrakyat.com – Beberapa wilayah di Kota Cimahi, Jawa Barat, kembali disergap banjir yang memenuhi jalanan dan pemukiman warga. Bahkan, genangan banjir terjadi dengan ketinggian hingga 3 meter di beberapa lokasi banjir.
Salah satu penyebabnya yaitu air yang meluap dari sungai yang tidak mampu menampung debit air ketika hujan berintensitas tinggi.
Seperti halnya banjir yang terjadi di Jalan Mahar Martanegara, Cimahi Tengah, Kota Cimahi. Banjir cileuncang kembali menerjang setelah hujan lebat mengguyur cukup lama pada Selasa (5/12/2023) sore.
Baca Juga : Banjir Menyergap, Siswa SDN Bojong Asih 2 Dayeuhkolot Langsungkan Ujian di Aula Desa
Luapan air itu berasal dari Sungai Ciputri di Kelurahan Cigugur. Akibatnya, satu unit angkutan kota (angkot), terseret dan terjebak di tengah jalan. Banjir itu membuat jalur lalu lintas macet parah.
“Betul ada angkot yang terjebak sama terseret banjir dengan ketinggian sekitar 60 sentimeter. Kejadian banjir itu kemarin (Selasa) sekitar jam setengah enam petang,” ujar Dadan (42) salah seorang warga Cimahi.
Ia menjelaskan, pada awalnya angkot datang dari arah Cigugur Tengah yang memang rutin banjir akibat Sungai Ciputri yang meluap. Angkot tersebut mencoba melintas dengan mengarah ke Leuwigajah. Di dalam angkot itu terdapat dua orang penumpang.
Sementara itu, genangan banjir cukup tinggi merendam 350 rumah di RW 02, Kelurahan Melong, Kecamatan Cimahi Selatan. Ketinggian genangan banjir ini bahkan sempat mencapai 3 meter.
Berdasarkan pantauan, hingga Rabu, (6/12/2023) pagi, air belum surut sepenuhnya di lokasi tersebut. Rumah warga masih tergenangi banjir dengan ketinggian genangan sekitar 50 sentimeter. Warga pun berjibaku membuang air dari dalam rumah menggunakan ember.
4 RT Terdampak Banjir di Melong Kota Cimahi
Lurah Melong Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi, Dian Rohmat menjelaskan, sedikitnya warga di 4 rukun tetangga (RT) di wilayahnya terdampak banjir.
“Yang terdampak banjir ini di RW 02 Kota Cimahi ini ada 4 RT. Total ada 350 rumah, 500 KK dan 1.500 jiwa,” ucap Lurah Melong, Dian Rohmat di sekitar lokasi.
Baca Juga : Jawa Barat Tetapkan Status Siaga Bencana Hingga Mei 2024, Waspadai Kejadian Ini!
Ia menjelaskan, jika semua rumah yang berada di RW tersebut tergenangi banjir dengan tinggi yang berbeda-beda. Banjir menerjang saat hujan deras mengguyur sekitar pukul 17.00 WIB.
Air berasal dari sungai yang meluap lalu merendam pemukiman di wilayah tersebut.
“Banjir masuk ke rumah-rumah warga. Perabotan warga ikut terendam. Tetapi genangan banjir yang paling tinggi itu 3 meter,” kata Lurah Melong di Kota Cimahi. (Eri/R13/HR Online/Editor-Ecep)