Bahaya ghibah dalam Islam sangat menjadi perhatian. Apalagi, perilaku buruk tersebut sangat besar efeknya, baik diri sendiri maupun orang lain.
Secara bahasa, ghibah merupakan istilah bahasa arab yang artinya adalah membicarakan hal-hal buruk orang lain.
Kata tersebut biasa kita kenal dengan sebutan menggunjing orang lain yang mana orangnya sedang tidak ada di sana.
Bahkan, sekalipun kita membicarakan keburukan orang lain tersebut sesuai dengan faktanya, dalam Islam secara tegas melarangnya.
Waspada Bahaya Ghibah dalam Islam
Dalam sebuah hadits riwayat Anas bin Malik menyebutkan, Rasulullah pernah menceritakan peristiwa yang ia lihat saat Isra dan Miraj.
Saat perjalanan itu, Nabi Muhammad melihat suatu kaum yang mana mereka menggaruk-garuk wajahnya menggunakan tangan yang kukunya dari tembaga.
Peristiwa tersebut pun membuat nabi heran, sehingga ia langsung menanyakan ke Malaikat Jibril.
Mendengar pertanyaan itu, Jibril pun langsung menjelaskan kaum tersebut adalah orang-orang yang memakan daging sesamanya saat di dunia. Selain itu, mereka juga merupakan kaum yang menodai kehormatan mereka sendiri.
Dari gambaran hadits tersebut, melakukan perbuatan ghibah sama halnya memakan daging sesama manusia yang mana dalam Islam sangat melarangnya.
Larangan Ghibah Orang Lain
Dalam buku 200 Motivasi Nabi dan Kisah Inspiratif Pembangun Jiwa yang diterjemahkan dari an Nail al-Hatsits fi Hikayat al-Hadits karya As Samarqandi menuliskan sebuah kisah tentang Ghibah.
Al Junaid, dalam kisah itu, duduk di masjid sambil menunggu jenazah untuk disholatkan. Tiba-tiba ia melihat seorang fakir yang sedang meminta-minta.
Dalam hati kecilnya, ia mengatakan, jika fakir itu bekerja, maka akan menjadi lebih baik.
Namun, siapa sangka ungkapan hati kecil itu membuatnya tidak bisa tidur karena mendapatkan bayangan si fakir.
Dalam bayangan itu, si fakir dibentangkan oleh beberapa orang di meja makan. Lalu mereka memerintahkan untuk memakannya karena Al Junaid telah menggunjingnya.
Mendapati hal tersebut, Al Junaid langsung berpikir, padahal ia tidak menggunjingnya, hanya mengatakan dalam hati.
Meski begitu, Al Junaid langsung mencari si fakir untuk meminta maaf atas ungkapan dalam hatinya itu. Beruntung, ia langsung mendapatkan maaf dan peristiwa ini menjadi pelajaran yang sangat berharga.
Ghibah Perbuatan Dosa
Sementara itu, bahaya ghibah dalam Islam juga terdapat dalam Al Quran Surat Al Hujurat ayat 12.
Dalam ayat tersebut sudah jelas dan gamblang bahwa umat Islam tidak boleh berprasangka buruk kepada orang lain. Pasalnya, perbuatan tersebut adalah dosa.
Apalagi dengan mencari-cari kesalahan orang lain serta melakukan ghibah, karena hal tersebut sama halnya memakan daging saudara kita sendiri yang sudah mati.
Maka dari itu, sebaiknya kita mulai belajar secara perlahan agar tidak melakukan perbuatan buruk tersebut, baik secara lisan, tulisan serta isyarat lainnya.
Karena dengan melakukan itu, sudah jelas bahaya Ghibah dalam Islam bisa merusak perdamaian antar sesama manusia maupun menjadi dosa yang mana ganjarannya bakal diterima di akhirat kelak. (R6/HR-Online/Editor: Muhafid)