Minggu, April 6, 2025
BerandaBerita TerbaruSK Gubernur Jawa Barat Terkait UMK 2024 Telah Terbit, Apindo Minta Pengusaha...

SK Gubernur Jawa Barat Terkait UMK 2024 Telah Terbit, Apindo Minta Pengusaha Hentikan Relokasi

harapanrakyat.com – Terkait telah terbitnya keputusan UMK 2024, Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Jawa Barat mengharapkan para pengusaha menghentikan relokasi ke provinsi luar Jawa Barat.

Ketua Apindo Jabar, Ning Wahyu Astutik mengatakan, dengan terbitnya UMK 2024 itu menjadi kepastian hukum bagi dunia usaha di Jawa Barat.

Sebagai informasi, Pemprov Jabar telah menerbitkan SK Gubernur Jawa Barat Nomor 561.7/Kep.804-Kesra/2023 tentang UMK di Jawa Barat tahun 2024.

Baca Juga : Buruh Cimahi Kawal Keputusan UMK 2024

Seperti diketahui berdasarkan data Dinas Investasi Jawa Barat,  terdapat 28 perusahaan yang relokasi dari Jawa Barat ke Jawa Tengah, sepanjang tahun 2019-2022. Lebih jauh, puluhan perusahaan itu menyerap sekitar 110 ribu pekerja.

“Bersyukur sekali bahwa Pak Penjabat Gubernur Jawa Barat memastikan adanya kepastian hukum. Sehingga saya sangat berharap para pengusaha menghentikan upaya relokasi ke provinsi atau bahkan negara lain. Serta para investor menaruh Jawa Barat sebagai prioritas tujuan investasi, baik  padat karya maupun padat modal,” ungkapnya di Kota Bandung, Kamis (30/11/2023).

Menurutnya, Penjabat Gubernur Jawa Barat sudah taat aturan dengan merilis SK UMK 2024 di Jawa Barat sesuai dengan PP 51/2023. Mengingat komitmen tersebut memiliki dampak luas terhadap dunia usaha, termasuk bagi para pekerja.

“Pengusaha sempat khawatir karena beberapa kepala daerah yang mungkin demi kepentingan sesaat, memilih untuk tidak mentaati aturan dan melanggar hukum. Tentunya hal itu jelas mengorbankan kepentingan para pencari kerja dan dunia usaha. Termasuk pekerja dan para investor,” katanya.

Apindo Jabar: Calon Investor Keluhkan Ada Kepala Daerah Kerap Langgar Aturan Tetapkan UMK

Ketua Apindo Jabar ini mengatakan, pihaknya kerap menerima keluhan dari calon investor terkait UMK ini.

“Apa iya mereka (beberapa kepala daerah) ini tidak membutuhkan investor masuk ke daerah mereka? Sehingga begitu mudah dan terang-terangan, bahkan banyak yang berulang-ulang setiap tahunnya, secara konsisten melanggar aturan yang berlaku,” Ning Wahyu menambahkan.

Ning Wahyu menjelaskan, pengusaha dan para calon investor tentu mencatat perilaku yang seperti ini. Calon investor menganggap daerah-daerah tersebut sebagai daerah yang tidak ramah investasi.

“Di satu sisi, mereka membutuhkan investor masuk ke daerah tersebut. Namun di sisi yang lain, mereka tidak menunjukkan keramahan investasi,” katanya.

Baca Juga : Kota Bandung Rekomendasikan Kenaikan UMK 2024 Sebesar 4 Persen

Pihaknya menilai pelanggaran yang seperti ini sudah seharusnya mendapatkan sanksi dari Mendagri. Sebab hal itu membuat dunia usaha gaduh, tidak kondusif, dan hilang produktivitas.

Kendati demikian, setelah proses pengupahan yang sangat melelahkan dan menguras energi, Apindo mengajak para stakeholders untuk kembali fokus bekerja. Serta melakukan yang terbaik demi kemajuan dan kesejahteraan bersama.

“Kami berterima kasih kepada semua pihak yang telah membantu terlaksananya begitu banyak sidang pengupahan. Sehingga menghasilkan kenaikan UMK yang betul-betul sesuai aturan yang berlaku yaitu PP 51/2023,” kata Ketua Apindo Jawa Barat itu. (Rio/R13/HR Online/Editor-Ecep)

Longsor TPT Rumah

Longsor TPT Rumah Terekam Kamera Amatir, Warga Singajaya Garut Panik

harapanrakyat.com,- Longsor Tembok Penahan Tebing (TPT) rumah di Garut, Jawa Barat, terekam kamera amatir warga. Meski tidak ada korban jiwa, namun insiden ini membuat...
Kaleng Kue Lebaran

Balita di Garut Kepalanya Tersangkut Dalam Kaleng Kue Lebaran, Petugas Damkar Turun Tangan

harapanrakyat.com,- Seorang balita di Garut, Jawa Barat, kepalanya tersangkut ke dalam kaleng kue lebaran, Sabtu (5/4/2025). Balita tersebut menangis kesakitan sehingga orang tuanya harus...
Obyek Wisata Curug Panganten

Remaja Asal Tasik Berenang di Obyek Wisata Curug Panganten Ciamis Berujung Maut

harapanrakyat.com,- Seorang remaja asal Kabupaten Tasikmalaya berenang di obyek wisata Curug Panganten, Desa Tanjungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, berujung maut. Remaja bernama Rifki...
Tersambar Petir Saat Mandi

Seorang Warga di Tasikmalaya Tersambar Petir Saat Mandi

harapanrakyat.com,- Seorang warga di Kampung Cikajar, Kelurahan Leuwibudah, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, tersambar petir saat sedang mandi di rumahnya, Sabtu (5/4/2025). Beruntung korban...
Perahu Wisata Terbalik

Laka Laut Perahu Wisata Terbalik di Pantai Pangandaran, Polisi Ungkap Kondisi 9 Penumpang

harapanrakyat.com,- Sebuah perahu wisata terbalik di Pantai Barat Pangandaran, Jawa Barat. Perahu yang mengangkut sembilan wisatawan asal Karawang itu terbalik saat melintas di perairan...
Pelaku Curas

Empat Pelaku Curas terhadap Pria Disabilitas di Sumedang Berhasil Ditangkap

harapanrakyat.com,- Empat pelaku curas (pencurian dengan kekerasan) terhadap seorang pria disabilitas berinisial AK (26) di Sumedang, Jawa Barat, berhasil ditangkap jajaran Satreskrim Polres Sumedang. Uniknya,...