Senyawa hidroksida logam alkali tanah mungkin sudah tidak asing di telinga beberapa orang. Terutama bagi siswa SMA kelas 12 jurusan IPA yang mempelajari senyawa kimia. Pasalnya, hidroksida logam alkali tanah termasuk ke dalam bidang ilmu tersebut.
Pada dasarnya, logam alkali tanah merupakan kelompok elemen IIA dalam tabel periodik. Mereka terdiri atas banyak komponen. Sebut saja berilium (Be), magnesium (Mg), kalsium (Ca), stronsium (Sr), barium (Ba), dan radium (Ra).
Baca Juga: Pengertian Isomer Geometri, Bentuk dan Contohnya
Salah satu karakteristik logam alkali tanah adalah kemampuannya dalam membentuk senyawa hidroksida dengan oksigen dan hydrogen. Proses pembentukan inilah yang akhirnya populer dengan istilah hidroksida logam alkali tanah.
Senyawa Hidroksida Logam Alkali Tanah Pahami Setiap Jenis dan Karakteristiknya
Seperti telah tertera sebelumnya, logam alkali tanah setidaknya memiliki enam komponen utama. Terdiri atas berilium (Be), magnesium (Mg), kalsium (Ca), stronsium (Sr), barium (Ba), dan radium (Ra).
Keenam komponen di atas tentu mempunyai karakteristik masing-masing. Supaya semakin memahami, langsung saja simak uraian lengkapnya berikut ini.
1. Senyawa Hidroksida Berilium (Be(OH)2)
Komponen pertama yaitu berilium yang memiliki rumus kimia Be(OH)2. Secara fisik logam ini berwarna abu-abu, berbobot ringan, dan mudah pecah. Berilium sendiri mengandung racun, sehingga pastikan untuk hati-hati ketika melakukan penelitian.
Hidroksida berilium juga mempunyai kecenderungan dalam membentuk lapisan oksida yang melindungi permukaannya. Tak heran jika mereka banyak digunakan untuk material penguat kemudi pesawat jet.
Bahkan, di bidang kelistrikan berilium menjadi campuran tembaga untuk menciptakan peralatan seperti komponen TV. Karakteristik lain dari hidroksida berilium adalah kaku, tidak larut dalam air, serta memiliki titik lebur tinggi.
2. Senyawa Hidroksida Magnesium (Mg(OH)2)
Berikutnya adalah senyawa hidroksida logam alkali tanah magnesium atau Mg(OH)2. Secara fisik magnesium berupa padatan logam berwarna abu-abu mengkilap. Biasanya, unsur ini berfungsi untuk membuat lapisan tungku mengingat titik leleh sangat tinggi.
Senyawa hidroksida juga berguna dalam berbagai aplikasi. Seperti sebagai antasida untuk mengurangi keasaman lambung, hingga bahan pembuatan kosmetik. Bahkan, pasta gigi yang kita gunakan sehari-hari juga mengandung magnesium untuk mengurangi asam di rongga mulut.
3. Senyawa Hidroksida Kalsium (Ca(OH)2)
Hidroksida kalsium merupakan senyawa padat berwarna putih keperakan dengan kelarutan yang cukup tinggi di dalam air. Senyawa hidroksida logam alkali tanah dengan rumus Ca(OH)2 ini memiliki banyak fungsi untuk berbagai aplikasi.
Baca Juga: Pengertian Senyawa Hidrokarbon, Jenis dan Contoh Manfaatnya
Seperti halnya sebagai bahan campuran dalam membuat gips untuk membalut tulang yang patah. Selain itu, kalsium juga bermanfaat dalam penyusunan batuan kalsium karbida.
Mereka bersama-sama mudah larut di air dan menghasilkan gas asetilena. Gas tersebut sangat penting dalam produksi bahan bakar untuk las atau mempercepat pematangan buah-buahan.
4. Senyawa Hidroksida Stronsium (Sr(OH)2)
Konon katanya, senyawa stronsium pertama kali ditemukan oleh peneliti bernama Adair Crawford dan William Cruickshank. Keduanya menemukan senyawa stronsium di sebuah desa kawasan Skotlandia, Strontian.
Stronsium sendiri berbentuk logam lunak dengan warna perak kekuning-kuningan. Unsurnya bersifat reaktif serta mampu membentuk lapisan oksida yang gelap apabila terpapar udara. Pada zaman dulu, stronsium berfungsi sebagai bahan campuran dalam pembuatan layar TV tabung.
5. Senyawa Hidroksida Barium (Ba(OH)2)
Senyawa hidroksida logam alkali tanah dengan rumus kimia Ba(OH)2 ini memiliki karakteristik yang cukup unik. Bagaimana tidak, mereka belum pernah terdeteksi sebagai unsur bebas di alam liar.Hal tersebut tak lain karena reaktivitas kimia barium yang relatif tinggi.
Salah satu contoh barium alami yang banyak terdapat di alam adalah barium sulfat. Biasanya, unsur tersebut berfungsi sebagai campuran dalam pembuatan obat lambung. Ada juga senyawa barium karbonat yang banyak masyarakat pakai untuk pembuatan obat tikus.
6. Senyawa Hidroksida Radium (Ra(OH)2)
Terakhir ada senyawa hidroksida radium yang memiliki sifat radioaktif sangat tinggi. Warna dasar dari senyawa radium adalah putih bersih, namun akan berubah kehitaman ketika terkena paparan udara.
Baca Juga: Jenis Senyawa Residu yang Dapat Berbahaya untuk Lingkungan
Dalam bidang medis, hidroksida radium berfungsi sebagai obat untuk kanker prostat yang sudah menyebar ke tulang. Mengingat radioaktifnya sangat tinggi, maka pasien yang mendapat suntikan akan mengalami efek samping berbeda-beda. Seperti pusing, mual, nyeri, hingga demam.
Demikian tadi ulasan tentang jenis-jenis dan karakteristik senyawa hidroksida logam alkali tanah. Semoga informasinya bermanfaat! (R10/HR-Online)