Satelit kayu LignoSat merupakan benda langit buatan manusia yang sedang menjadi bahan perbincangan beberapa waktu belakangan. Bagaimana tidak, LignoSat adalah satelit kayu pertama yang pernah manusia ciptakan. Tak heran jika hasil karya para ilmuwan luar biasa ini membuat masyarakat dunia gempar.
Seperti kita ketahui, ada banyak sekali benda di ruang angkasa yang beredar mengelilingi susunan planet. Salah satu benda tersebut yaitu satelit. Satelit sendiri terbagi menjadi dua macam yakni alami dan buatan manusia.
Contoh satelit alami paling terkenal adalah bulan yang beredar mengelilingi planet Bumi. Sementara satelit buatan manusia umumnya memiliki fungsi khusus. Sebut saja satelit komunikasi, pemandu arah, hingga pemantau.
Baca Juga: Kecepatan Orbit Satelit, Berikut Penjelasan Selengkapnya
Biasanya satelit buatan berasal dari material logam atau aluminium. Namun, baru-baru ini, muncul informasi jika para ilmuwan telah membangun LignoSat, sebagai satelit pertama berbahan kayu. Mari kita ulas fakta-fakta menariknya.
Satelit Kayu LignoSat Besutan NASA dan JAXA
Pada dasarnya, LignoSat menjadi project satelit buatan NASA dan Japan Aerospace Exploration Agency (JAXA). Kedua organisasi independent tersebut sudah menggagas project besar ini sejak 2020 lalu. Namun, mengingat kala itu masih masa pandemi, sehingga proses perancangannya seringkali menemui kendala.
Kendati demikian, rencana pembuatan satelit LignoSat masih konsisten berjalan. Mereka turut menggaet Kyoto University serta Sumitomo Forestry untuk melakukan pengkajian sekaligus pemilihan material paling kompeten.
Dari serangkaian percobaan, terpilih tiga jenis kayu untuk menguji dampak lingkungan di orbit Bumi terendah. Kayu tersebut meliputi magnolia, cherry, serta birch. Hingga pada akhirnya NASA dan JAXA memilih magnolia sebagai material utama dalam pembuatan satelit kayu LignoSat.
Ada beberapa alasan mengapa mereka memilih kayu magnolia untuk produksi satelit ini. Salah satunya yaitu tekstur kayu magnolia yang kuat dan keras. Sehingga risiko pecah selama proses produksi juga lebih rendah.
NASA dan JAXA juga mengklaim bahwa kayu magnolia sukar terbakar maupun membusuk di ruang hampa udara. Bahkan apabila mereka terbakar, maka hasilnya hanya menjadi abu halus saat masuk ke atmosfer Bumi. Hal ini tentu saja tidak menimbulkan sampah atau memicu dampak buruk terhadap lingkungan sekitar.
Selain itu, material magnolia untuk pembuatan satelit kayu LignoSat lebih terjangkau dari bahan lain. Sehingga sangat efektif untuk menekan biaya produksi, penelitian, hingga pengembangannya di masa depan.
Siap Meluncur Tahun 2024 Mendatang
Sebelumnya, bahan kayu untuk memproduksi LignoSat tersimpan dalam Modul Kibo Eksperimental Jepang. Tepatnya pada bulan Januari 2023, astronot Koichi Wakata dari JAXA mengambil panel kayu tersebut.
Baca Juga: SpaceX Luncurkan 56 Satelit Starlink, Elon Musk Aktif Berinovasi
Tak tanggung-tanggung, untuk mengambil panel kayu magnolia, para astronot menggunakan pesawat ruang angkasa CRS-26 milik SpaceX. Setelah mendapatkan panelnya, para ilmuwan mulai melakukan uji coba selama hampir 10 bulan.
Uji coba ini untuk melihat adanya dekomposisi maupun deformasi pada material satelit kayu LignoSat. Sementara itu, melansir dari informasi terbaru, LignoSat kabarnya akan meluncur ke luar angkasa pada 2024 mendatang.
Bentuk Fisik dari Satelit LignoSat
Sebagai salah satu benda ruang angkasa buatan manusia, rupanya LignoSat memiliki ukuran yang cukup kecil. Besarnya hanya setara dengan ukuran cangkir kopi bulat. Kemungkinan lebar dan tingginya juga tidak lebih dari 10 cm.
NASA dan JAXA juga telah mengantisipasi beberapa risiko yang mungkin terjadi pada satelit tersebut. Misalnya ketika LignoSat tidak sepenuhnya terbakar, maka tim pemantau akan mengarahkannya agar jauh ke daerah terpencil.
Seperti di laut lepas untuk menghindari kerugian yang dapat menimpa makhluk hidup di bumi. Karena meski ukurannya kecil, namun pengaruh gravitasi bumi yang kuat bisa menarik LignoSat dengan kecepatan super. Sehingga tetap menyakitkan jika satelit kayu LignoSat mengenai makhluk hidup.
Tujuan Peluncuran Satelit LignoSat
Usut punya usut, pembuatan LignoSat ternyata memiliki beberapa tujuan. Salah satunya untuk mengukur dampak lingkungan yang mungkin terjadi saat ada satelit bermaterial tertentu ke LEO. LEO atau Low Earth Orbit dianggap cukup ekstrim efeknya pada bahan-bahan organik dalam penyusunan satelit.
Selain itu, NASA dan JAXA berharap satelit kayu LignoSat dapat membantu mengurangi masalah sampah antariksa. Karena sampai detik ini, permasalahan tersebut belum juga mendapatkan jalan keluar. Padahal jumlahnya sudah berpuluh-puluh ribu ton di ruang angkasa. (R10/HR-Online)