Puasa dalam Islam memiliki hukum berbeda-beda, seperti sunnah hingga wajib. Terlepas dari hukumnya, puasa memiliki pengertian tersendiri di dalam agama Islam. Ajaran Islam ini juga terbagi ke dalam berbagai jenis.
Puasa dalam Islam dan Penjelasannya
Puasa merupakan salah satu amalan atau ajaran di dalam agama Islam. Untuk mengenalnya secara lebih dekat, Anda bisa cermati penjelasan lengkapnya di bawah ini.
Pengertian Puasa
Pada dasarnya, puasa memiliki definisi dari segi bahasa yang berarti menahan. Apabila Anda meninjau dari segi istilah, puasa ini adalah ibadah dengan menahan hawa nafsu dari makan, minum, maupun segala sesuatu hal yang membatalkannya.
Baca Juga: Sejarah Awal Mula Puasa Daud, Amalan Pertobatan Jadi Teladan
Rukun Islam ketiga ini berlangsung dari terbit sampai dengan tenggelam matahari. Hal tersebut berarti waktunya dari Subuh hingga Magrib.
Syarat dan Rukun Puasa
Tak hanya definisi, juga perlu pahami apa syarat maupun rukun puasanya. Jika tahu dan ikuti syarat sekaligus rukunnya, tentu puasa dapat lancar.
Untuk syaratnya ialah beragama Islam, berakal, baligh, dan mampu berpuasa. Selain itu, puasa dalam Islam bisa sah jika suci dari nifas maupun haid.
Dalam syarat ini, sudah semestinya pelaksanaan puasa berlangsung di waktu yang tepat. Hal ini berarti tidak berlangsung di waktu terlarang. Semisal di Idul Fitri, hari Tasyriq, dan Idul Adha.
Sementara untuk rukunnya, ada dua. Rukun yang pertama ialah niat dalam menunaikan ibadah puasa. Niat ini waktunya di malam hari sejak Magrib hingga fajar.
Baca Juga: Manfaat Zakat Mal, Bisa Bersihkan Harta dan Hati
Untuk rukun yang kedua ialah meninggalkan segala sesuatu yang bisa membatalkan puasa sejak fajar hingga Magrib. Sudah semestinya umat muslim memenuhi syarat dan rukun tersebut supaya lancar berpuasa.
Jenis-Jenis Puasa
Sebagaimana yang sudah kita singgung tadi bahwa puasa dalam Islam terbagi menjadi berbagai jenis dengan hukum masing-masing. Berikut jenis-jenisnya.
Puasa Ramadhan
Puasa di bulan Ramadhan ini memiliki hukum wajib. Sesuai dengan namanya pun, puasa ini memang harus umat muslim laksanakan saat Ramadhan sebulan penuh.
Puasa Kafarat
Jenis puasa ini berarti puasa sebagai penebusan dosa. Bisa kita bilang bahwa puasa kafarat merupakan denda akibat melakukan dosa.
Puasa Syawal
Puasa yang hukumnya sunnah ini bisa umat muslim laksanakan di hari kedua Idul Fitri. Untuk jumlahnya bisa mulai 1 hingga 6 hari.
Puasa Nazar
Puasa nazar termasuk puasa karena janji dalam Islam. Misalnya janji ingin puasa tiga hari jika juara kelas.
Puasa Tarwiyah
Puasa ini memiliki hukum sunnah. Anda bisa menunaikan puasa tarwiyah pada 8 Dzulhijjah.
Puasa Qadha
Puasa qadha ini berguna untuk mengganti puasa yang ditinggalkan di bulan Ramadhan. Menggantinya tentu di luar bulan Ramadhan dengan banyaknya hari sesuai jumlah hari yang ditinggalkan.
Puasa Arafah
Puasa sunnah ini bisa Anda tunaikan pada 9 Dzulhijjah. Dengan menunaikannya, maka bisa menghapus dosa setahun sebelumnya maupun setahun berikutnya.
Puasa Daud
Untuk menunaikan puasa dalam Islam ini, Anda bisa sehari berpuasa, lalu sehari tidak. Puasa yang Nabi Daud tunaikan ini termasuk puasa paling utama.
Puasa Ayyamul Bidh
Jenis puasa yang hukumnya sunnah ini bisa Anda laksanakan di pertengahan bulan tahun Hijriah. Misalnya saja pada 13, 14, dan 15 tiap bulannya asalkan tidak di waktu terlarang.
Puasa Senin Kamis
Sesuai dengan namanya, puasa sunnah muakkad ini perlu umat muslim laksanakan di Senin dan Kamis.
Puasa Asyura
Puasa ini juga terkenal dengan sebutan puasa Muharram karena memang umat muslim laksanakan di bulan tersebut. Dalam tunaikan puasa yang sifatnya sunnah ini dapat Anda jalankan tanggal 10 Muharram.
Puasa Tasu’a
Ketika ingin menunaikan puasa dalam Islam ini, umat muslim bisa melakukannya pada tanggal 9 Muharram. Penjelasan ini sebagaimana sabda dari Rasulullah SAW.
Puasa Sya’ban
Sifat puasa ini muakkadah. Untuk menunaikan puasa ini, umat muslim bisa melaksanakannya di bulan Sya’ban.
Puasa di Bulan Haram
Anda bisa menunaikan puasa sunnah di bulan haram yang berarti bulan-bulan mulia dan suci. Mulai dari Rajab, Muharram, Dzulhijjah, dan Dzulqa’dah.
Baca Juga: Kewajiban Menutup Aurat Wanita, Syarat dan Hikmahnya
Kini Anda sudah tahu pengertian sampai dengan jenis-jenis puasa dalam Islam. Harapannya, pembahasan ini bisa membantu Anda untuk mengenal secara lebih dekat apa itu amalan puasa di ajaran agama Islam. (R10/HR-Online)