Poros Bumi bergeser menjadi fokus penelitian para ilmuwan dalam beberapa tahun terakhir. Pergeseran poros Bumi sendiri sebenarnya terjadi secara alami, dengan skala waktu yang relatif panjang. Kendati demikian, pergerakan ini dapat memberikan sejumlah dampak bagi lingkungan maupun kehidupan manusia.
Pada dasarnya, poros Bumi merupakan garis khayal yang membentang dari kutub utara ke kutub selatan. Mereka menjadi sumbu atau pusat rotasi yang perputarannya mampu menghasilkan siklus siang dan malam hari.
Baca Juga: Fakta Tentang Gravitasi Bumi yang Menarik dan Jarang Diketahui
Selain itu, poros Bumi juga memainkan peran penting dalam dinamika atmosfer, iklim, serta fenomena geologi lainnya. Namun, meski terlihat stabil, ternyata poros Bumi terus mengalami fluktuasi seiring berjalannya waktu. Perubahan inilah yang kerap ilmuwan sebut sebagai pergeseran poros.
Poros Bumi Bergeser Pahami Penjelasan Lengkapnya
Ilmuwan menyebutkan jika dalam satu abad terakhir, sumbu Bumi bergeser hampir mencapai 10 meter. Bahkan menurut sejumlah data, kutub utara dan selatan mengalami pergeseran hingga 80 cm selama 1993 sampai 2010.
“Dari beberapa waktu yang sudah kami amati, kutub-kutub Bumi bergerak relatif terhadap benua-benua di atasnya. Namun, frekuensi mereka berubah arah serta meningkat secara drastis pada pertengahan tahun 1990-an,” ucap penulis Ki-Weon Seo dari National University.
Para peneliti mengklaim jika pergeseran ini tidak terjadi secara tiba-tiba. Namun, terdapat faktor-faktor pemicu, baik dari kondisi alam maupun aktivitas jutaan umat manusia. Adapun beberapa pemicu poros Bumi bergeser yang paling utama meliputi:
1. Mencairnya Kawasan Es di Greenland
Faktor utama yang memicu semakin besarnya pergeseran sumbu Bumi adalah mencairnya kawasan es di Greenland. Naiknya suhu permukaan Bumi yang sangat ekstrim selama 20 abad, menyebabkan gunung-gunung es rata dengan tanah.
Tak tanggung-tanggung, dari data terbaru yang peneliti dapatkan, mencairnya es menyumbang sekitar 33% dari jumlah pergeseran. Pasalnya, saat es di kutub cair, maka airnya akan mengalir ke laut lepas. Selanjutnya mereka menyebar ke seluruh penjuru dunia dan menciptakan efek destabilisasi rotasi planet Bumi.
“Terdapat efek geometrik bahwa apabila Anda mempunyai massa 45 derajat dari kutub utara [Greenland] atau selatan. Itu artinya memberikan dampak yang jauh lebih besar terhadap pergeseran sumbu Bumi. Terlebih jika kita bandingkan dengan massa yang tepat di sekitar kutub,” ungkap Eric Ivins, seorang penulis dari Jet Propulsion Laboratory.
2. Fenomena Rebound Glasial
Faktor pemicu poros Bumi bergeser yang kedua adalah fenomena rebound glasial. Kondisi ini terjadi apabila massa tanah yang biasanya tertekan oleh beban dari gunung es akhirnya muncul. Sehingga saat gunung es mencair, lapisan tanah serta permukaannya sedikit demi sedikit kembali ke bentuk semula.
Namun, perubahan tersebut nyatanya memiliki pengaruh terhadap goyangan Bumi. Seperti misalnya posisi Bumi yang semakin miring. Hingga pada akhirnya nanti mereka dapat mempengaruhi kondisi iklim.
Baca Juga: Pengertian Rotasi Bumi, Penyebab Siang dan Malam
“Satu proses rebound glasial sangat bertanggung jawab atas pergerakan poros putar di planet Bumi yang kita tempati.” Jelas Surendra Adhikari dari NASA.
3. Perubahan di Lapisan Mantel Bumi
Tak hanya peristiwa mencairnya es dan rebound glasial yang memiliki pengaruh terhadap poros Bumi bergeser. Pasalnya, perubahan di lapisan mantel Bumi terutama kawasan bebatuan nyatanya memberikan pengaruh yang tak kalah signifikan.
Seperti ketika sirkulasi arus magma di dasar Bumi, mengeluarkan power besar untuk mendorong pergerakan lempeng tektonik. Akibatnya pergerakan yang tidak terasa namun sebenarnya sangat dahsyat itu membuat Bumi semakin kehilangan keseimbangan.
4. Faktor Irigasi
Fakta lain menyebutkan jika irigasi atau pengairan juga menjadi faktor yang menyebabkan poros Bumi bergeser. Pemanfaatan sumber air tanah yang terlalu berlebihan oleh manusia sangatlah mengkhawatirkan.
Data-data sebelumnya menggambarkan jika pembuangan air tanah seharusnya meningkatkan permukaan laut sekitar 6 milimeter. Namun faktanya hanya ada kurang lebih 10% dari total yang jauh di luar prediksi.
Akibatnya, sumber daya utama di Bumi yang semakin menipis membuat suhu lebih mudah memuai. Suhu panas tinggi inilah yang akhirnya mempercepat pencairan es di kutub. Hingga pada akhirnya sumbu rotasi pada planet kita bergeser lebih jauh lagi.
Baca Juga: Teori Iklim Bumi Baru, Sebagian Bumi Tidak Tertutup Es
Nah, itulah ulasan tentang fenomena poros Bumi bergeser dan beberapa pemicunya. Para ilmuwan terus memantau perubahan guna mendapatkan pemahaman mendalam terkait dinamika poros dan dampaknya. Pastikan selalu menjaga Bumi dengan langkah-langkah bijak, supaya dampak pergeserannya tidak sampai membahayakan. Semoga bermanfaat! (R10/HR-Online)