harapanrakyat.com – Polres Garut, Jawa Barat, mengungkap kasus kematian Agum Gumelar, siswa SMP asal Kecamatan Leuwigoong yang tewas terbunuh di Sungai Cimanuk. Polisi menyebut, motif pembunuhan oleh teman sekolah korban lantaran sakit hati bermain bola voly.
Kasus pembunuhan oleh sesama pelajar SMP di Garut itu menyita perhatian publik. Bagaimana tidak, pelakunya yang masih di bawah umur yaitu 12 tahun merupakan teman sekolah korban. Lantaran masih di bawah umur, polisi pun tidak bisa menjelaskan identitas pelaku.
Polisi menjelaskan, motif pembunuhan dalam kasus ini lantaran pelaku merasa sakit hati kepada korban. Pelaku tega menghabisi nyawa korban saat berenang di sungai.
Baca Juga : Rekonstruksi Pembunuhan Relawan Bencana di Garut, 47 Adegan Diperagakan
“Modusnya lantaran pelaku (pembunuhan) sakit hati saat bermain bola voly. Pelaku menyayat korban di bagian leher menggunakan pisau cutter dengan panjang sayatan mencapai 10 sentimeter,” ungkap Kapolres Garut, AKBP Rohman Yonky di Polres Garut, Senin (6/11/2023).
Kapolres menjelaskan, prosedur penanganan anak yang berhadapan hukum berbeda dengan penanganan pelaku kasus pembunuhan yang sudah dewasa. Penyidik, kata Rohman, perlu cepat menangani hingga proses penahanan tidak di Rutan Polres, melainkan di LPKSA.
“Masih kami periksa. Tapi sesuai Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA), penangananya pun berbeda. Ini usianya masih 12 tahun,” tuturnya.
Polisi, kata Rohman, telah mengamankan sejumlah barang bukti dalam kasus pembunuhan ini. Di antaranya pakaian korban dan pelaku. Sedangkan pisau cutter yang menjadi objek pembunuhan dalam kasus ini, kata Kapolres Garut, masih dalam pencarian karena pelaku membuangnya di sungai. (Pikpik/R13/HR Online/Editor-Ecep)