harapanrakyat.com,- Ketua Pemuda Tani HKTI, Rina Saadah mengunjungi para petani milenial yang berkebun cabe di Kelompok Tani Mandiri II Desa Neglasari, Kecamatan Banjar, Kota Banjar, Jawa Barat, Rabu (29/11/2023).
Dalam kesempatan itu, Rina Saadah yang juga merupakan Calon Anggota Legislatif (Caleg) DPR RI dari PKB Dapil Jabar X itu mengapresiasi Kelompok Tani Mandiri II. Apalagi ketua kelompoknya merupakan Petani Milenial dan anggotanya juga masih muda.
“Alhamdulilah, saat ini saya berada di perkebunan cabe, saya juga ditemani oleh Ketua Kelompok Tani Mandiri yang merupakan Petani Milenial dan masih muda-muda serta sudah melakukan pendampingan kepada para petani cabe di sini,” ujar Rina Saadah.
Rina mengatakan, selain menanam cabe, para petani di Kelompok Tani Mandiri ini juga ternyata menanam komoditas lain, seperti buah melon, dan juga pepaya.
Baca Juga: Ngaliwet bersama KWT Cempaka III Rancah Ciamis, Rina Saadah Serap Aspirasi
Menurut Rina, ini adalah langkah besar dari pemuda-pemuda yang ada di daerah untuk melanjutkan pertanian. Tentunya ini bisa Transfer Knowledge atau pengetahuan dari petani yang sudah ada lalu diajarkan kepada anak-anak mudanya.
“Ini bagus sekali tinggal bagaimana kita dukung, karena yang namanya permasalahan pertanian itu dari sisi peralatannya, permodalannya, pupuk dan juga jaminan harga di pasar,” ucapnya.
Rina menyebut cabe adalah salah satu komoditas yang harus ada di dapur atau dibutuhkan masyarakat. Karena, masyarakat Indonesia ini kalau tidak makan sambal rasanya kurang atau terasa belum makan.
“Jadi memang cabe di sini adalah komoditas yang paling penting, utama dan tentunya diserap habis oleh pasar. Tinggal bagaimana supaya para petani kita diuntungkan dan masyarakat kita juga bisa membeli dengan harga terjangkau,” katanya.
“Maka dari itu, harus ada jaminan harga, itu harus ada turun tangannya pemerintah. Semoga para petani milenial ini semangat terus. Ini kita akan terus melanjutkan semangat bertani bagi anak-anak muda,” tambah Rina.
Petani Milenial Berkebun Cabe dengan Alat Terbatas di Kota Banjar
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Mandiri II, Dian Herdiana mengaku dalam proses penanaman cabe ini, pihaknya garap dengan para pemuda. Akan tetapi karena peralatan terbatas, penanaman cabe dilakukan secara manual.
“Luas lahan perkebunan ini sekitar 1 hektar dan kita ada tiga titik, semuanya itu 1 hektare jadi ketiga titik ini luasnya 3 hektar untuk tanaman cabe sendiri,” ucapnya.
Dian menambahkan, untuk pemasarannya sendiri terdekatnya itu ke Pasar Kota Banjar, dan itu terserap habis. Malahan, pihaknya juga masih kekurangan.
“Maka dari itu, kita mempunyai program untuk penambahan-penambahan lahan-lahan yang ada di Desa Neglasari juga. Untuk harga sendiri sekarang itu Rp 80 ribu per kilogramnya. Jadi saat ini harganya sedang bagus,” pungkasnya. (Feri/R7/HR-Online/Editor-Ndu)