harapanrakyat.com,- PDIP belum secara resmi pecat Gibran sebagai kader partai banteng moncong putih. Meski langkah Gibran maju bersama Prabowo secara nyata bertentangan dengan keputusan partai.
Terkait langkah PDIP yang terkesan ambigu ini, Nusron Wahid, seorang politisi dari Partai Golkar mengungkapkan pandangannya.
Ia bahkan, membenarkan adanya narasi yang mengklaim bahwa tindakan PDIP pecat Gibran merupakan bentuk pemaksaan.
“Saya yakin, Gibran adalah politisi yang siap menerima keputusan partai. Dia telah berkomunikasi dengan baik kepada Mbak Puan sebelumnya,” ungkap mantan Ketua Umum GP Ansor ini.
Nusron menyatakan bahwa narasi ini bukan sekadar ‘drakor politik’ atau drama politik, melainkan benar-benar fakta yang sedang dihadapi oleh PDIP.
Hal tersebut berkaitan dengan pernyataan petinggi PDIP Komarudin Watubun, yang mengekspresikan kekhawatirannya apabila PDI Perjuangan memecat Gibran, bakal muncul narasi ‘dizalimi’.
Baca juga: Gibran Jadi Cawapres Prabowo, KPU: Status Kader PDIP Bukan Masalah
Nusron menegaskan bahwa tindakan ini adalah hak dan urusan internal PDIP. Sebagai anggota Partai Golkar, dia memberikan persetujuannya terhadap keputusan yang akan diambil oleh PDIP terkait Gibran.
Gibran sendiri dikenal sebagai politisi yang siap menerima segala keputusan partai. Dia telah menjalani proses rekonsiliasi nasional untuk melanjutkan pembangunan yang telah dimulai oleh Presiden Jokowi.
Awalnya, status Gibran di PDIP tidak dianggap dramatis. Namun, Komarudin Watubun menilai bahwa secara de facto, Gibran bukan lagi kader PDIP. Meskipun sebelumnya Gibran selalu menyatakan kesetiaannya kepada Ketum PDIP Megawati Soekarnoputri, dia mendaftar sebagai cawapres dari Prabowo ke KPU. Ini telah memicu pertimbangan serius dari pihak PDIP terkait statusnya dalam partai.
Ketika PDIP mengambil keputusan untuk pecat Gibran, potensi narasi dizalimi muncul sebagai isu yang perlu diperhatikan. Situasi ini menyoroti pentingnya transparansi dan komunikasi dalam mengelola isu-isu internal dalam sebuah partai politik. (R8/HR Online/Editor Jujang)