harapanrakyat.com – Pemerintah Kota Cimahi, Jawa Barat terus berupaya melakukan penanganan permasalahan sampah di Kota Cimahi. Salah satu upaya solusinya yakni dengan cara optimalisasi Tempat Penampungan Sementara (TPS) Santiong di Jalan Kolonel Masturi, Cimahi.
Penjabat Wali Kota Cimahi Dicky Saromi menuturkan, optimalisasi TPS Santiong ini akan turut mengurangi produksi sampah di Kota Cimahi. Bahkan saat ini, ia menambahkan, TPS Santiong ini bakal menjadi proyek unggulan Kota Cimahi dalam pengelolaan sampah.
“Jika TPS Santiong ini mampu beroperasi dengan optimal, maka Kota Cimahi tidak akan terlalu bergantung ke TPA Sarimukti Bandung Barat,” ungkap ia, Jumat (3/11/2023).
Baca Juga : Alasan Pemkot Bandung Kembali Perpanjang Masa Darurat Sampah
Penjabat Wali Kota Cimahi itu mengatakan, TPS Santiong merupakan proyek bantuan pemerintah pusat. Area TPS Santiong ini seluas 0,5 hektare dengan kapasitas pengolahan sampah hingga 50 ton setiap harinya.
“Jika TPS ini nanti bisa beroperasi secara maksimal, maka pada 2025, kita tidak akan terlalu bergantung ke TPA Sarimukti,” tuturnya.
Sebagai informasi, saat ini TPS Santiong masih dalam proses pembangunan optimalisasi penanganan pengolahan sampah.
Produksi Harian Sampah Kota Cimahi
Berdasarkan data, produksi sampah Kota Cimahi setiap harinya mencapai 226 ton. Sebelum terjadi kebakaran di TPA Sarimukti, kuota pembuangan sampah ke TPA mencapai 170 ton per hari. Sedangkan sisanya sebanyak 56 ton dikelola di daerah.
Namun pasca kebakaran TPA Sarimukti, kuota pembuangan sampahnya menjadi 120 ton setiap hari. Akibatnya, banyak sampah yang tidak terangkut ke TPA Sarimukti.
Baca Juga : Darurat Sampah! Pemkot Bandung Ajak Kolaborasi Berbagai Pihak
Sedangkan pada 2024, kuota Kota Cimahi menjadi 77 ton. Dengan demikian, Pemkot Cimahi harus mengolah sampah sebanyak 149 ton setiap harinya.
“Sebenarnya ada upaya pengelolaan lain seperti komposting dan magotisasi bekerjasama dengan swasta. Namun ketika saya cek, ternyata tidak berjalan sesuai rencana. Juga ada penanganan lain seperti di TPS Pasar Atas menggunakan mesin gibrig untuk mengurangi sampah, itu pun belum maksimal,” ungkap Penjabat Wali Kota Cimahi ini. (Eri/R13/HR Online/Editor-Ecep)