Senin, April 7, 2025
BerandaBerita NasionalJokowi Sebut, Indonesia Punya Peluang Emas Jadi Negara Maju, Asal?

Jokowi Sebut, Indonesia Punya Peluang Emas Jadi Negara Maju, Asal?

harapanrakyat.com,- Presiden Joko Widodo (Jokowi), secara tegas menyatakan bahwa Indonesia memiliki peluang emas untuk mengangkat statusnya dari negara berkembang menjadi negara maju.

Menurut beliau, peluang luar biasa ini akan muncul dalam tiga periode kepemimpinan nasional ke depan. Periode yang memiliki potensi untuk membawa Indonesia melompat menuju kemajuan yang lebih besar.

Pernyataan ini disampaikan oleh Jokowi dalam pidatonya di hadapan ratusan CEO dalam acara 100 CEO Forum di kawasan Ibu Kota Negara (IKN), Kalimantan Timur, Rabu (2/10/2023).

“Kesempatan ini sudah saya sampaikan berkali-kali, dan saya yakin bahwa peluang tersebut hadir dalam tiga periode kepemimpinan nasional yang akan datang,” kata Jokowi.

Menurut Jokowi, bukan hanya dirinya yang melihat peluang ini, tetapi juga lembaga-lembaga internasional ternama seperti Bank Dunia, International Monetary Fund (IMF), Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD), dan McKinsey. Lembaga-lembaga internasional tersebut secara konsisten menggarisbawahi potensi besar Indonesia untuk tumbuh menjadi negara maju.

Untuk memastikan klaim ini, Jokowi bahkan meminta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) untuk melakukan perhitungan ulang. Hasilnya, peluang tersebut terbukti ada dan sangat nyata.

Tiga periode kepemimpinan nasional yang dimaksud oleh Jokowi adalah tahun 2024, 2029, dan 2034. Beliau meyakini bahwa periode-periode ini memiliki potensi untuk menjadi kunci sukses Indonesia dalam mencapai status negara maju.

Namun, perlu diingat bahwa meskipun peluang besar ada di depan, tantangan besar juga akan mengiringi perjalanan tersebut. Menurut Jokowi, Indonesia perlu mempertahankan konsistensi dan keberlanjutan dalam upaya menuju kemajuan tersebut.

Baca juga: Presiden Jokowi Minta IKN Nusantara Terapkan Ground Cable

Tantangan Terbesar Indonesia Menuju Negara Maju

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi adalah budaya kepemimpinan yang terbiasa mengulang proses dari awal setiap kali terjadi pergantian kepemimpinan. Jokowi mengajukan pertanyaan, “Apakah kita ingin terus-menerus seperti ini? Bukankah seharusnya kita, seperti pelajar yang naik dari tingkat SMP ke SMA, S1, S2, S3, dan seterusnya, mempertahankan konsistensi dalam perjalanan menuju kemajuan?”

Belajar dari Guyana, negara di Amerika Selatan yang juga pernah berada dalam status negara berkembang, Jokowi menunjukkan bahwa perubahan yang luar biasa bisa terjadi. Guyana awalnya mengalami masa-masa sulit, tetapi dengan berani menjalankan pengelolaan sumber daya alam, mereka berhasil mencapai pertumbuhan ekonomi yang mengesankan.

Pemerintah Guyana bermitra dengan sektor swasta dalam mengelola sumber daya alam, dengan pemerintah yang memfasilitasi dan mengatur peraturan. Hasilnya, Guyana berhasil mencapai pertumbuhan ekonomi hingga 62 persen pada tahun 2022.

Jokowi berharap Indonesia dapat meniru model ini, dengan sektor swasta dan pemerintah bekerja sama dalam pengelolaan sumber daya alam. Pemerintah Indonesia telah mengambil langkah-langkah untuk mencapai hal ini, seperti dalam pengelolaan tambang Freeport.

Dengan potensi besar dan keseriusan dalam mencapai negara maju, Indonesia memiliki peluang emas untuk mengubah masa depannya. Kunci utamanya adalah mempertahankan konsistensi dan bekerja sama dengan sektor swasta, seperti yang telah dicontohkan oleh Guyana. Dalam tiga periode kepemimpinan nasional kedepan, Indonesia dapat meraih kemajuan luar biasa dan mengukir sejarahnya sebagai negara maju yang berpengaruh. (R8/HR Online/Editor Jujang)

Arus balik di Jalur Selatan Garut

Arus Balik di Jalur Selatan Garut Minggu Malam Mulai Lancar, Volume Kendaraan Mengarah ke Bandung Berkurang

harapanrakyat.com,- Volume kendaraan arus balik lebaran 2025 yang melintas di jalur selatan Garut, Jawa Barat, pada Minggu (6/4/2025) malam, sudah mulai menurun. Meski masih...
Remaja terseret ombak Pantai Karang Papak Garut

4 Remaja Terseret Ombak Pantai Karang Papak Garut, 1 Orang Tewas 

harapanrakyat.com,- Niat wisata malah jadi malapetaka, empat orang remaja asal Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat terseret ombak pantai Karang Papak Kecamatan Cikelet pada...
Lucky Hakim liburan ke Jepang

Gubernur Jabar Dedi Mulyadi Sindir Lucky Hakim yang Liburan ke Jepang: Bilang Dulu Ya!

harapanrakyat.com,-  Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menyentil Bupati Indramayu Lucky Hakim yang liburan ke Jepang saat momen libur lebaran. Tak tanggung-tanggung Dedi Mulyadi mengunggah...
Pemudik arus balik

Potret Lonjakan Pemudik Saat Puncak Arus Balik di Terminal Tipe A Kota Banjar

harapanrakyat.com,- Memasuki H+6 lebaran Idul Fitri 1446 H ratusan pemudik memadati Terminal Tipe A Kota Banjar, Jawa Barat, saat puncak arus balik pemudik pada...
Pasca Banjir, Bupati Sumedang Tinjau Aliran Sungai Cimande Pastikan Jembatan Pangsor Aman

Pasca Banjir, Bupati Sumedang Tinjau Aliran Sungai Cimande Pastikan Jembatan Pangsor Aman

harapanrakyat.com,- Di tengah hujan deras yang mengguyur wilayah Sumedang, Bupati Dony Ahmad Munir turun langsung ke lapangan memantau aliran Sungai Cimande, khususnya di bawah...
Arus Balik Lebaran, Jalur Alternatif Cadas Pangeran Sumedang Jadi Pilihan Pemotor

Arus Balik Lebaran, Jalur Alternatif Cadas Pangeran Sumedang Jadi Pilihan Pemotor

harapanrakyat.com,- Jalur Cadas Pangeran Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, jadi alternatif jalur bagi pemudik motor, yang kembali ke kota asal setelah pulang kampung dari sejumlah...