harapanrakyat.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Barat mengimbau warga mewaspadai potensi terjadinya angin kencang pada masa peralihan musim. Biasanya, pada masa transisi dari musim kemarau ke musim hujan ini banyak terjadi anomali cuaca, salah satunya angin kencang.
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat Dani Ramdan mengakui, beberapa wilayah di Jawa Barat beberapa waktu lalu sempat dilanda angin kencang. Hal itu pun menjadi pertanda potensi bencana pada masa peralihan musim.
Hal itu pun berdampak banyaknya bencana pohon tumbang akibat terpaan angin kencang pada masa musim peralihan ini.
Baca Juga : Pemprov Jawa Barat Upayakan Penambahan BTT Bencana 2024
Ia pun menegaskan, BPBD Jawa Barat melakukan berbagai upaya mitigasi bencana di beberapa daerah di Jawa Barat. Untuk meminimalisir dampak angin kencang ini pihaknya mengimbau agar memperkuat struktur bangunan, terutama atap rumah.
“Biasanya pada masa musim peralihan dari kemarau ke hujan, ada cuaca ekstrim. Terjadi angin puting beliung atau angin kencang. Kita juga imbau untuk dinas terkait memeriksa ketahanan billboard. Kemudian dinas pertamanan untuk memeriksa pohon pelindung di pinggir jalan agar ada pemangkasan dahan dan ranting pohon,” ungkap Dani di Soreang, Rabu (8/11/2023).
Dani mengungkapkan hal tersebut seusai menggelar Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Potensi Bencana BPBD Jawa Barat di Bale Rame, Kabupaten Bandung.
Potensi Bencana Peralihan Musim di Jawa Barat
Dani menjelaskan, terkait potensi bencana peralihan musim hidrometeorologi di Jawa Barat ini bervariasi. Mulai dari banjir, longsor, hingga banjir bandang. Untuk itu, pihaknya berkoordinasi dengan instansi lain dalam upaya mitigasi bencana ini.
Baca Juga : Tebing di Kota Bogor Longsor, Rumah Warga Tertimpa Pohon
Kepala Pelaksana BPBD Jawa Barat ini merinci, untuk daerah rawan banjir di Jawa Barat tersebar di wilayah Pantura. Mulai dari Bekasi, Subang, Karawang, hingga Indramayu. Sedangkan daerah rawan longsor kerap terjadi di wilayah selatan Jawa Barat. Seperti di Sukabumi, Garut, dan Cianjur.
“Sebagai upaya mitigasi bencana ini, kami terus berkoordinasi dengan tim reaksi cepat di masing-masing daerah. Kami mengharapkan, dengan upaya mitigasi ini, dapat mengurangi dampak risiko bencana, terutama pada masa peralihan musim,” katanya. (Ecep/R13/HR Online)