Jumat, April 4, 2025
BerandaBerita BanjarAnak Korban Penganiayaan di Kota Banjar Dijamin Pendidikannya 

Anak Korban Penganiayaan di Kota Banjar Dijamin Pendidikannya 

harapanrakyat.com,- Wali Kota Banjar, Jawa Barat, Ade Uu Sukaesih, menjamin pendidikan AL, anak 11 tahun yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh orang tuanya.

Hal itu Ade Uu Sukaesih katakan, usai menjenguk AL di rumah ibu asuhnya, di Desa Neglasari, Kecamatan Banjar, Kamis (23/11/2023).

Ia mengatakan, pemerintah kota akan menangani segala kebutuhan anak tersebut. Termasuk menjamin pendidikan AL, dengan memasukkannya ke Sekolah Luar Biasa (SLB).

Baca Juga: Dinsos Kota Banjar Pastikan Anak yang Diduga Dianiaya Orang Tua Dapat Pendampingan

Terlebih korban penganiayaan oleh orang tuanya tersebut, merupakan anak berkebutuhan khusus (ABK). Selain itu juga, akan mengurus kartu kepesertaan BPJS Kesehatan anak tersebut.

“Kita akan tangani dan mengurus segala macamnya. Jadi nanti kita bantu BPJS-nya, kartu KIS untuk pendidikan di SLB, dan kebutuhan lainnya,” kata Ade Uu kepada wartawan, Kamis (23/11/2023).

“Saya juga terima kasih kepada Ibu Titin, yang sudah mengasuh anak tersebut. Apalagi ini anak berkebutuhan khusus,” ucapnya menambahkan.

Anak Korban Penganiayaan di Kota Banjar Dapat Pendampingan

Sementara itu, Ketua Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) Kota Banjar, Nova Chalimah Girsang mengatakan, pihaknya telah melakukan pendampingan terhadap AL.

Menurutnya, tidak ada orang yang kebal hukum. Namun masalahnya, kasus anak yang diduga menjadi korban penganiayaan tersebut masih dalam ranah keluarga.

Sehingga, pihaknya berharap ada formula yang terbaik untuk menyelesaikan masalah ini.

“Karena setidaknya itu kan masih ayah dan ibu kandungnya. Kita serahkan saja pada aparat penegak hukum. Kita hanya berharap yang terbaik buat masa depan anak,” katanya kepada wartawan, Rabu (22/11/2023).

Lanjutnya menyebutkan, hingga November tahun 2023 ini, pihaknya telah melakukan pendampingan terhadap 18 korban.

Semuanya merupakan perkara berkaitan dengan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Baik anak-anak korban asusila maupun korban kekerasan dalam rumah tangga (KDRT).

Menurutnya, kasus kekerasan tersebut, biasanya oleh orang atau keluarga terdekat korban.

Adapun faktor yang menjadi pemicu adanya kekerasan terhadap perempuan dan anak ini, di antaranya faktor ekonomi. Selain itu, juga karena tidak bisa mengendalikan (manajemen) emosi diri.

“Data kita hanya sebatas yang kami dampingi. Ada 18 perkara kekerasan perempuan dan anak di tahun ini, yang kami dampingi dan kebanyakan anak-anak perempuan,” katanya.

“Itu juga kadang ada yang nggak ke ekspose, karena dari korbannya tidak mau didampingi sama kami. Kalau data lengkap laporan itu ada Unit PPA Polres,” ujarnya.

Sementara itu, Yeni Astuti, relawan kemanusiaan yang melakukan pendampingan korban penganiayaan mengatakan, sejak pulang menjalani perawatan dari rumah sakit, AL tinggal bersama kakak orang tua korban.

Menurutnya, kondisi AL, anak yang diduga menjadi korban penganiayaan oleh orang tuanya, saat ini terus membaik. Namun masih harus melakukan kontrol, untuk melihat perkembangan kesehatan anak tersebut.

“Sejak saya bawa sampai setelah masuk RSUD, AL ikut sama saudaranya di Neglasari. Sekarang kondisinya sudah membaik. Nanti setelah seminggu baru cek kesehatan lagi,” singkatnya. (Muhlisin/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)

Tim SAR Temukan Wisatawan Asal Garut Terseret Arus di Pantai Pangandaran

Tim SAR Temukan Wisatawan Asal Garut Terseret Arus di Pantai Pangandaran, Ini Kondisinya

harapanrakyat.com,- Tim SAR akhirnya menemukan wisatawan asal Kabupaten Garut yang hilang terseret arus Pantai Pangandaran, Jawa Barat, Jumat (4/4/2025). Setelah dilakukan pencarian dalam kurun...
Nadin Amizah Tuai Hujatan Pasca Akui Menyesal Ikut Ajang Pencarian Bakat

Nadin Amizah Tuai Hujatan Pasca Akui Menyesal Ikut Ajang Pencarian Bakat

Nadin Amizah tuai hujatan pedas dari warganet. Ini merupakan buntut panjang pasca pengakuan Nadin yang menegaskan jika ia menyesal pernah ikut ajang pencarian bakat...
Penampakan Kepadatan Arus Balik Lebaran di Jalur Selatan Garut Hari Ini

Penampakan Kepadatan Arus Balik Lebaran di Jalur Selatan Garut Hari Ini

harapanrakyat.com,- Kepadatan arus balik lebaran di jalur selatan Garut, Jawa Barat, kembali terlihat pada Jumat (4/4/2025) pagi ini. Arus balik kendaraan dari arah Tasikmalaya,...
Aktor Senior Ray Sahetapy Meninggal Dunia Diusia 68 Tahun

Aktor Senior Ray Sahetapy Meninggal Dunia Diusia 68 Tahun

Dunia hiburan tanah air kembali berduka, aktor senior Ray Sahetapy meninggal dunia pada usia 68 tahun. Artis Indonesia legendaris ini, menghembuskan nafas terakhirnya pada...
Pria Disabilitas Asal Grobogan

Pria Disabilitas Asal Grobogan Jadi Korban Curas di Sumedang, Polisi Buru Pelaku

harapanrakyat.com,- Seorang pria disabilitas asal Grobogan, Jawa Tengah, menjadi korban pencurian dengan kekerasan (curas) di Jalan Raya Sumedang-Subang. Tepatnya di Dusun Sela Awi, Desa...
Contraflow dan One Way

Jadwal Contraflow dan One Way Arus Balik Lebaran 2025

harapanrakyat.com,- Korlantas Polri menerapkan sistem contraflow dan one way guna mengantisipasi kepadatan kendaraan tujuan Jakarta pada arus balik Lebaran 2025. Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit...