harapanrakyat.com – Sebanyak 19.568 warga Kota Cimahi, Jawa Barat belum memiliki kartu identitas penduduk, baik berupa KTP elektronik maupun KIA.
Sekretaris Daerah Kota Cimahi Dikdik Suratno Nugrahawan mengungkapkan, beberapa hal menyebabkan warganya tidak memiliki kartu identitas penduduk. Salah satunya yaitu kurangnya pemahaman warga mengurus administrasi kependudukan yang baik dan benar.
“Berdasarkan data agregat kependudukan semester I tahun 2023 di Disdukcapil Kota Cimahi, jumlah dari penduduk Kota Cimahi adalah 570.829 jiwa. Sedangkan jumlah yang wajib memiliki KTP sebanyak 424.375 orang,” kata Sekda Cimahi, Sabtu (11/11/2023).
Baca Juga : Jawa Barat Teken Kerja Sama Pemanfaatan Tenaga Nuklir
Untuk jumlah warga yang tidak memiliki kartu identitas penduduk itu, kata Sekda, sebanyak 917 warga. Dengan demikian, jumlah warga di atas 17 tahun yang sudah memiliki KTP di Kota Cimahi sudah 99,87 persen.
Sedangkan untuk jumlah anak-anak di Kota Cimahi yang belum memiliki kartu identitas anak (KIA) sebanyak 18.651 anak.
“Jumlah warga Kota Cimahi yang masuk dalam kategori anak (usia 0-17 tahun kurang satu hari), mencapai 146.453 jiwa. Dari total itu, yang sudah memiliki KIA sebanyak 127.802 jiwa. Ini berarti masih ada 18.651 jiwa yang belum mengantongi KIA,” ucapnya.
Sekda juga menambahkan, Pemkot Cimahi terus mendorong agar warga yang belum memiliki kartu identitas penduduk segera mengurus administrasi kependudukannya. Ia menegaskan, setiap warga wajib memiliki dokumen kependudukan, mulai KIA, KTP, dan kartu keluarga.
Baca Juga : Warga Cimahi Serbu Pembagian Beras Gratis
Sebagai upaya optimalisasi pelayanan administrasi kependudukan ini, lanjut Sekda, Pemkot Cimahi menerapkan sistem informasi administrasi kependudukan (SIAK) terpusat. Ia mengharapkan, dengan sistem digital tersebut keamanan dan validitas basis data warga dapat lebih terjaga.
“Selain itu saya harap waktu pelayanan terutama pelayanan KTP elektronik menjadi lebih mudah dan singkat. Saya mengimbau warga Kota Cimahi yang belum memiliki kartu identitas penduduk untuk segera mengurusnya,” katanya. (Eri/R13/HR Online/Editor-Ecep)