harapanrakyat.com,- Warga Dusun Bojongsari, Kelurahan Bojongkantong, Kota Banjar, Jawa Barat, mulai mengalami krisis air bersih, sumur warga mulai mengering imbas musim kemarau panjang.
Sejumlah warga di lingkungan tersebut pun terpaksa harus mengangkut air dari sumur warga yang lain untuk kebutuhan sehari-hari.
Lurah Bojongkantong Yeni mengatakan, warga yang mengalami krisis air bersih tersebut berada di Dusun Bojongsari. Tersebar di empat titik lokasi berada dalam dua lingkungan RW.
Warga yang terdampak krisis air bersih imbas kemarau di lingkungan tersebut sebanyak 95 kepala keluarga (KK).
“Air sumur warga sudah mengering. Tidak ada air sama sekali. Untuk warga yang terdampak itu sebanyak 350 jiwa,” kata Yeni kepada harapanrakyat.com, Selasa (10/10/2023).
Warga sementara mengandalkan pasokan air bersih dari BPBD. Sebagian warga juga harus mengangkut air dari sumur warga yang lain agar mendapatkan air bersih.
“Untuk kebutuhan sehari-hari sebagian ngambil ke sumur warga yang lain pake jerigen dan ember. Juga mengandalkan kiriman bantuan air bersih dari BPBD,” katanya.
Kasi Darurat dan Logistik BPBD Kota Banjar Yudi Andiana menjelaskan, dari data laporan yang masuk ada 9 desa dan kelurahan mengalami krisis air bersih imbas kemarau.
Baca Juga: Kemarau, Warga Situbatu Kota Banjar Sumringah Dapat Bantuan Air Bersih
Rinciannya, Desa Binangun, Kelurahan Banjar, Bojongkantong, Kelurahan Situbatu, Desa Sukamukti, Karyamukti, Neglasari, Raharja, dan Desa Cibeureum.
Dari hasil assesmen BPBD Banjar, desa dan kelurahan yang mengalami krisis air bersih tersebut karena sumber air warga menyusut drastis.
“Jumlah jiwa yang terdampak krisis air bersih sebanyak 4413 jiwa. Sampai saat ini kami masih terus melakukan pendistribusian air bersih secara rutin untuk memenuhi kebutuhan warga,”katanya. (Muhlisin/R9/HR-Online/Editor-Dadang)