harapanrakyat.com,-Perusahaan Umum Daerah Air Minum (Perumda) PDAM Tirta Anom Kota Banjar, Jawa Barat, merespon tuntutan aksi massa dari Aksioma yang meminta penundaan kenaikan tarif.
Direktur Perumda Tirta Anom, E Fitrah Nurkamilah, mengatakan, pihaknya menyampaikan apresiasi atas masukan yang disampaikan oleh Aksioma yang telah mewakili masyarakat.
Terkait tuntutan masalah penundaan kenaikan tarif, pihaknya akan mengkonsultasikan terlebih dahulu ke Dewan Pengawas perusahaan.
Hal itu, karena untuk kebijakan penyesuaian tarif dari perusahaan hanya bagian dari operator. Adapun kebijakan tersebut menjadi kewenangan pemerintah kota.
“Kami apresiasi karena ini juga bagian dari kepentingan masyarakat. Masalah penyesuaian tarif kami akan konsultasikan terlebih dahulu ke Dewan Pengawas,” kata E. Fitrah Nur Kamilah kepada wartawan, Selasa (10/10/2023).
Baca Juga: Demo Tolak Kenaikan Tarif PDAM, Warga Kota Banjar Mandi Air Keruh
Lanjutnya menjelaskan, terkait kualitas air bersih yang dinilai keruh itu juga tidak semua wilayah. Hanya sebagian wilayah karena pihak perusahaan masih terkendala permasalahan jaringan distribusi yang harus direvitalisasi.
Sedangkan untuk revitalisasi tersebut tidak bisa dilakukan langsung karena anggaran yang dibutuhkan cukup besar. Anggaran yang dibutuhkan untuk revitalisasi tersebut sebesar Rp 64 miliar.
“Kualitas air tidak semua keruh dan itu karena ada kendala jaringan distribusi karena kalau dilihat tempat produksi kita kan cuma satu. Misalnya di sana gagal produksi tentu semua distribusi di wilayah Banjar juga akan keruh,” terang Fitrah.
Lebih lanjut ia mengatakan, pihak perusahaan akan terus melakukan perbaikan kualitas layanan air bersih. Salah satunya dengan melakukan perbaikan pipa jaringan distribusi.
Kemudian, pada tahun ini Perumda Tirta Anom juga tengah mendorong terbentuknya peraturan daerah (Perda) tentang penyertaan modal untuk memperbaiki kualitas pelayanan.
“Dengan adanya aspirasi ini mudah-mudahan membawa BUMD ini menjadi lebih baik lagi. Bahkan tahun ini kami juga mendorong untuk terbentuknya Perda penyertaan modal untuk mengatasi kesulitan-kesulitan kita dalam pendistribusian air bersih,” katanya. (Muhlisin/R7/HR-Online/Editor-Ndu)