harapanrakyat.com,– Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri, berusaha keras menemukan tokoh Nahdlatul Ulama (NU) yang cocok sebagai Cawapres pendamping Capres Ganjar Pranowo.
Sejauh ini, semua calon yang dipertimbangkan Mega, memiliki latar belakang NU yang sangat kuat.
Tak heran, jika putri Proklamator itu mencari tokoh NU untuk mendampingi Ganjar Pranowo. Mengingat, bahwa NU adalah salah satu organisasi keagamaan terbesar di Indonesia.
Dengan basis massa yang besar, NU memiliki potensi yang signifikan untuk mempengaruhi hasil Pemilihan Presiden. Dalam sebuah survei, 56 persen warga Indonesia mengidentifikasi diri mereka sebagai anggota NU. Tentu, ini menjadikan suara NU sangat penting dalam Pilpres.
Terkait hal ini, Ketua Majelis Pertimbangan Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Muhammad Romahurmuziy, mengungkapkan langkah Megawati tersebut.
“Bu Mega memiliki pola dalam pemilihan Cawapresnya. Saya telah mengamati empat kali pemilihan Cawapres oleh Megawati. Semua calon yang dipilihnya memiliki latar belakang NU yang kuat,” ungkapnya seperti dikutip suara.com., Selasa (3/10/2023).
Lebih jauh, Romahurmuziy mengatakan, hal yang dilakukan Megawati menunjukkan bahwa PDI Perjuangan menghargai peran NU. Terutama, dalam politik dan berusaha untuk memenangkan hati pemilih NU melalui pemilihan Cawapres yang tepat.
Baca juga: Cawapres Pendamping Ganjar Pranowo Sudah Ada di Tangan Megawati
Usaha Megawati dalam Mencari Tokoh NU Cawapres Ganjar Pranowo
Meskipun PDIP bukanlah sebuah partai politik yang berbasis NU, Megawati Soekarnoputri tetap tertarik untuk mendapatkan dukungan dari NU. Hal ini bukan tanpa alasan, mengingat potensi suara dari anggota NU yang besar. Dalam upaya tersebut, Megawati bahkan pernah melamar Rais ‘Aam PBNU, Miftachul Akhyar, untuk menjadi cawapresnya.
Menurut Romahurmuziy, tawaran tersebut tidaklah sepele. Megawati bahkan meminta kepada Kiai Miftah sebanyak tiga kali. Tentu, ini menunjukkan tekadnya untuk memasangkan tokoh NU yang kuat dengan Capres yang diusungnya dalam Pilpres 2024.
“Namun, sayangnya, tawaran tersebut ditolak oleh Kiai Miftah yang juga menjabat sebagai Rais ‘Aam NU,” ungkap Romahurmuziy.
Dalam menghadapi Pilpres 2024, Megawati Soekarnoputri terus berjuang untuk mencari sosok Cawapres pendamping Ganjar Pranowo dari tokoh NU. Dengan fokusnya pada tokoh NU, Mega berharap dapat menggandakan peluang kemenangan partainya dan memenangkan Pilpres.