Perbedaan respirasi aerob dan anaerob ada pada beberapa hal. Salah satu perbedaan dari respirasi aerob dan anaerob terletak pada kebutuhan oksigen dalam fasenya. Untuk itu, Anda perlu memahami perbedaan lain dari kedua proses yang terjadi pada makhluk hidup ini.
Pasalnya, respirasi aerob merupakan proses respirasi yang memerlukan oksigen atau O2. Sementara respirasi anaerob merupakan respirasi yang tidak memerlukan oksigen.
Baca Juga: Jaringan Palisade pada Daun, Berikut Ciri, Fungsi dan Strukturnya
Respirasi ini berarti sebagai reaksi oksidasi senyawa organic. Khususnya untuk bisa menghasilkan energi yang berguna dalam aktivitas sel. Respirasi ini juga masuk dalam kategori katabolisme.
Perbedaan Respirasi Aerob dan Anaerob Mudah Dipelajari
Pada ilmu pengetahuan alam terutama tumbuhan tentu akan mempelajari banyak hal. Salah satunya mempelajari tentang respirasi. Respirasi sebagai sebuah proses pembebasan energi yang tersimpan dalam zat sumber energi itu sendiri.
Namun, melalui suatu proses kimia yang membutuhkan bantuan oksigen. Selain itu, respirasi tersebut juga berarti sebagai suatu reaksi oksidasi akibat senyawa organik. Sehingga bisa menghasilkan energi yang berguna untuk menunjang aktivitas sel.
Saat membicarakan tentang respirasi, seringkali berkaitan dengan proses dari penguraian molekul dan sifatnya kompleks. Kemudian akan berubah menjadi molekul sederhana sehingga bisa menciptakan suatu energi.
Dalam ilmu biologi, biasanya berdasarkan pada keterlibatan oksigen yang terbagi menjadi dua, yakni respirasi anaerob serta respirasi aerob. Perbedaan dari respirasi keduanya bisa dengan mudah Anda ketahui.
Respirasi aerob serta anaerob yang memiliki definisi berbeda. Untuk itu, bisa menggambarkan setiap proses yang terjadi. Adapun beberapa perbedaan respirasi aerob dan anaerob sebagai berikut.
Pengertian
Respirasi aerob adalah suatu proses perubahan dari glukosa menjadi energi. Namun, memerlukan oksigen (O2) dalam jumlah cukup banyak. Hasil energinya akan sangat berguna dalam kelancaran tugas reguler makhluk hidup dalam mempertahankan hidupnya.
Sementara, respirasi anaerob menjadi kebalikan dari aerob. Sebab, proses pemecahan glukosa pada tubuh makhluk hidup akan menjadi energi tidak membutuhkan oksigen sama sekali. Namun, prosesnya tetap menghasilkan energi dalam jumlah kecil.
Kelebihan dan Kekurangan Proses Respirasi
Pada setiap tahapannya, kedua proses ini terdapat kelebihan dan kekurangan masing-masing. Respirasi aerob membutuhkan oksigen sebagai bahan baku utamanya. Sehingga bisa memecah glukosa untuk menghasilkan energi lebih tinggi.
Baca Juga: Perbedaan Fotosintesis dan Kemosintesis dari Berbagai Faktor
Total hasil energi dari proses aerob ada sebanyak 38 ATP. Energi tersebut belum dikurangi dengan energi pada saat transpor elektron perlukan sebanyak 2 ATP. Sehingga mendapat jumlah energi sisa 36 ATP.
Perbedaan respirasi aerob dan anaerob nampak pada definisinya. Jenis respirasi ini yang lebih mengandalkan jumlah nitrogen, sulfur, serta karbon alam sekitarnya.
Pada suatu proses apapun, kelebihan turut hadir dengan segala kekurangannya. Sama halnya dengan proses kedua jenis respirasi ini. Kekurangan respirasi aerob yakni memerlukan oksigen dalam jumlah sangat besar serta tahapan cukup lama.
Pasalnya melalui empat tahapan yang rumit untuk menghasilkan energi sebesar 38 ATP. Sementara, respirasi anaerob memiliki kekurangan pada jumlah energinya.
Jika membandingkan dengan energi hasil proses aerob, yakni hanya sebesar 2 ATP setiap kali terjadinya siklus respirasi.
Faktor Siklus Respirasi
Perlu Anda ketahui, untuk bisa menghasilkan energi terdapat beberapa tahapan yang perlu dilewati. Mulai mengumpulkan bahan baku, proses terjadinya respirasi hingga mendapatkan hasil energi.
Perbedaan respirasi aerob dan anaerob ada pada bahan-bahan yang setiap proses perlukan. Untuk proses respirasi aerob memerlukan dua bahan pokok, yakni oksigen dan glukosa.
Sementara untuk proses respirasi anaerob hanya memerlukan glukosa dengan proses glikolisis dan fermentasi. Sehingga bisa menghasilkan sejumlah energi yang cukup penting.
Tempat Terjadinya Proses Respirasi
Perbedaan lainnya yang perlu Anda ketahui yakni pada tempat proses tersebut berlangsung. Meski kedua prosesnya sama-sama penting terjadi dalam sel. Namun, keduanya juga berada pada bagian yang tidak sama.
Untuk respirasi aerob yang terjadi pada bagian sel mitokondria. Proses respirasi tersebut juga terjadi pada hampir setiap makhluk hidup yang ada pada muka Bumi.
Baca Juga: Cara Kerja Probiotik di Dalam Tubuh serta Berbagai Manfaatnya
Sementara, respirasi anaerob yang hanya terjadi pada sebagian sel. Misalnya seperti sel darah merah, otot, bakteri, serta ragi. Tepatnya pada bagian sel yakni sitoplasma.
Setiap makhluk hidup perlu energi untuk bisa melakukan aktivitas sehari-hari. Untuk menghasilkan energinya, makhluk hidup perlu melakukan proses respirasi. Sehingga Anda bisa memahami perbedaan respirasi aerob dan anaerob tersebut. (R10/HR-Online)