harapanrakyat.com,- Massa di Garut, Jawa Barat, amuk bandar obat haram yang mengedarkan pil koplo, Kamis (19/10/2023). Kemudian warga membawa pelaku ke Mapolsek Cibatu, Polres Garut, dengan kondisi para pelaku sudah bonyok, bahkan ada yang tak sadarkan diri.
Warga Desa Sukalilah, Kecamatan Cibatu, Garut, mengamuk setelah mengetahui dua orang yang diduga bandar pil koplo berjualan di kampungnya.
Mereka kemudian meluapkan amarahnya dengan menghakimi dua orang yang membawa pil haram tersebut.
Baca Juga: Polisi Terus Buru Kelompok Geng Motor yang Tewaskan Relawan Kemanusiaan di Garut
Selain menghakimi dua orang yang diduga bandar tramadol itu, warga juga menemukan ratusan butir pil haram siap edar.
Pil koplo itu terdiri dari obat excimer 32 bungkus dengan isi 256 butir, obat dextro 69 bungkus dengan isi 552 butir. Kemudian, obat 92 strip isi 920 butir, dan obat trihexyphenidyl 10 strip dengan isi 100 butir.
Obat- obat tersebut merupakan obat yang diawasi dan digolongkan obat keras, sehingga tak bisa diperjual belikan secara bebas.
Massa di Garut yang Amuk Bandar Obat Haram akan Diproses?
Kepala Desa Sukalilah Ujang Saripudin mengaku, kejadian tersebut merupakan puncak kekesalan warga terhadap peredaran obat terlarang.
Ia menjelaskan, bahwa para pelaku bermodus sebagai pedagang kelontongan yang sudah 3 bulan berjualan.
Massa yang kesal bukan hanya mengamuk dan sempat menghakimi para pelaku, lalu menyerahkan bandar obat haram tersebut ke Polsek Cibatu, Polres Garut.
“Warga juga menemukan banyak obat terlarang di lokasi yang pelaku sewa. Ngaku awalnya jualan biasa, ternyata pembelinya dari mana-mana,” kata Ujang, Kamis (19/10/2023).
Polisi membenarkan adanya pengedar obat yang telah diamankan. Namun jumlahnya pengedar kini kian bertambah menjadi 5 orang.
“Iya yang di Kecamatan Cibatu, ada 5 orang yang kita amankan. Saat ini sedang kami periksa,” kata Ipda Adi Susilo, Kasi Humas Polres Garut.
Baca Juga: Pergoki Maling Motor, Warga Garut Ini Nekat Ajak Duel Pelaku
Meski membenarkan massa di Garut telah mengamankan para bandar obat haram, namun polisi tak membahas insiden amukan warga.
Bisnis obat haram di Garut saat ini memang trendnya sedang naik. Para pelaku dengan bebas menyasar konsumen muda, seperti pelajar dan pemuda.
Sehingga, perlu langkah serius dari pihak kepolisian untuk menangkap para pengedar dan bandar obat haram tersebut. (Pikpik/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)