harapanrakyat.com – Penanganan masalah sampah di pasar tradisional Kota Bandung, Jawa Barat, menjadi fokus perhatian pemerintah.
Dalam kunjungannya ke Pasar Sederhana, Kota Bandung, Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna menginstruksikan pedagang pasar mengurangi penggunaan plastik. Ema menilai, masalah sampah di pasar tradisional menjadi salah satu persoalan besar yang ada di Kota Bandung saat ini.
“Mudah-mudahan (penanganan sampah di pasar tradisional) tiga hari ini bisa terselesaikan. Dengan catatan, nanti sudah harus sampah residu. Tidak boleh ada lagi kresek plastic. Yang boleh itu kantong kertas,” ucap Ema, kemarin.
Baca Juga : Cemara Paper Bandung Daur Ulang Sampah Jadi Berkah
Ema juga mengapresiasi beberapa sektor perbelanjaan dan sejumlah hotel di Kota Bandung yang sudah melakukan pengelolaan sampah secara mandiri.
Ia juga mengungkapkan, Kawasan Bebas Sampah (KBS) di Kota Bandung saat ini semakin bertambah. Misalnya saja di Kelurahan Sarijadi. Dari 11 RW yang ada, 5 di antaranya telah mendeklarasikan sebagai KBS.
Ada juga di Kelurahan Isola, dari 6 RW di sana, 4 di antaranya sudah deklarasi KBS dan di Kelurahan Lebak Siliwangi, dari 6 RW yang ada di sana, 5 di antaranya sudah deklarasi KBS.
Ema mengatakan, Pemkot Bandung akan terus mendorong masalah persoalan sampah ini di berbagai sektor. Mulai dari perkantoran pemerintah, sekolah, TNI/Polri, kampus, pusat perbelanjaan, perhotelan. Kemudian rumah-rumah warga untuk menerapkan pengolahan sampah secara mandiri.
“Sekarang sudah mulai bergerak tinggal kita melihat nanti secara keseluruhan hasilnya seperti apa dan kita sudah bagi habis semua update sesuai dengan tupoksinya untuk melakukan pengawasan itu,” katanya.
Baca Juga : Pemprov Jabar Tambah Kuota Buangan Sampah Bandung Raya
Untuk saat ini, kata Ema, Pemkot Bandung akan memperhatikan penanganan sampah di pasar tradisional di Kota Bandung. (Revi/R13/HR Online/Editor-Ecep)