harapanrakyat.com – Sejak 7 Oktober 2023, Israel tak henti-hentinya melakukan aksi serangan terhadap Palestina. Akibatnya, ribuan nyawa turut melayang dalam pengeboman di wilayah Gaza itu.
Nuansa Islam Mahasiswa Universitas Indonesia (Salam UI) bersama ribuan mahasiswa dari Lembaga Dakwah Kampus (LDK) se-Jadebek (Jakarta, Depok, Bekasi), mengutuk segala bentuk serangan Israel tersebut.
Ketua Salam UI, Rezky Alfian Fatra mengatakan bahwa pihaknya mendukung kemerdekaan Palestina dari segala bentuk penjajahan, sebagaimana tercermin dalam landasan konstitusional Indonesia.
Baca Juga : Melly Goeslaw Kumpulkan Bantuan untuk Palestina Capai 110 Juta
Selain konstitusi, Indonesia memiliki hutang sejarah ketika Palestina merupakan salah satu negara pertama yang mengakui Indonesia sebagai negara merdeka secara de facto, tanggal 6 September 1944.
“Ini (serangan Israel terhadap Palestina) adalah genosida. Pembunuhan massal sebuah etnis tanpa memandang bulu. Menyasar nyawa warga sipil tak bersalah, wanita, anak-anak, jurnalis, dan tenaga kesehatan. Tragedi berdarah ini menambah catatan panjang pelanggaran Israel terhadap Konvensi Internasional Jenewa,” ungkapnya, Senin (23/10/2023).
Ia menerangkan, perwakilan mahasiswa juga berkesempatan melakukan pembicaraan dengan pihak Kementerian Luar Negeri RI melalui Caka Alverdi Awal.
“Dalam pembicaraan tersebut menyampaikan pandangan mahasiswa mengenai kondisi Palestina dari sudut pandang internasional terkait serangan Israel itu. Serta gagasan-gagasan mengenai peran Indonesia dalam rangka memberi andil positif yang berdampak signifikan bagi upaya penyelamatan rakyat Palestina,” ucapnya.
Baca Juga : Presiden Jokowi Kecam Kekerasan di Gaza Palestina, Kutuk Serangan Israel ke Rumah Sakit
Ia menjelaskan solidaritas perjuangan Palestina merupakan perjuangan lintas generasi dan harus berkesinambungan.
Sebelumnya, sebagai respons atas aksi kolonisasi dan serangan Israel terhadap Palestina yang tidak humaniter, Salam UI, LDK dan masyarakat menyelenggarakan aksi damai. Aksi dimulai dengan long march dari titik kumpul Masjid Istiqlal hingga Kementerian Luar Negeri RI. (Rio/R13/HR Online/Editor-Ecep)