harapanrakyat.com,- Kemarau panjang mengakibatkan debit air sungai Cimandala berkurang, akibatnya ratusan hektar sawah dan tambak ikan warga mengering. Sungai Cimandala sendiri melintasi sebagian besar wilayah Kecamatan Cigugur, Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat.
Camat Kecamatan Cigugur Anwar Sanusi mengatakan, hujan tak kunjung turun mengakibatkan debit air sungai Cimandala Pangandaran menurun drastis.
“Bukan hanya sawah, menurunnya debit air sungai Cimandala juga mengakibatkan ratusan tambak ikan milik warga kekeringan,” katanya, Selasa (31/10/2023).
Lebih lanjut Anwar Sanusi mengatakan, dari 7 desa yang ada di Kecamatan Cigugur 4 desa diantaranya sudah mulai kesulitan air bersih.
“Desa yang masyarakatnya sudah mulai mengeluhkan sulitnya air bersih yaitu Desa Kertajaya, Desa Bunisari, Desa Cigugur dan Sebagian Desa Cimindi,” paparnya.
Baca Juga: Ruang Kelas SD di Pangandaran Ambruk, Camat Cigugur: Diupayakan Segera Diperbaiki
Meski begitu, sampai hari ini dampak kemarau yang melanda sebagian warga belum sampai ke level darurat.
“Kalau hanya untuk kebutuhan sehari-hari masih bisa diusahakan meski harus berjalan jauh, ya kan biasanya air bersih sampai ke rumah-rumah warga. Namun sekarang banyak yang kering dan harus mencari air bersih lebih jauh,” tambahnya.
Menurutnya, kemarau panjangnya berdampak pada berkurangnya debit air sungai Cimandala. Akibatnya masyarakat tidak bisa menanam padi dan tidak memelihara ikan.
“Bukan cuma sungai Cimandala saja yang mengalami penurunan debit air. Sungai-sungai lain dan anak sungai yang ada di wilayah Kecamatan Cigugur sama mengalami penurunan,” imbuhnya.
Anwar berharap kemarau segera berakhir dan hujan turun agar masyarakat bisa kembali menggarap lahan dan memelihara ikan. (Enceng/R7/HR-Online/Editor-Ndu)