harapanrakyat.com,- Anggota TNI AD berpakaian preman berhasil membekuk pria yang diduga hendak melakukan pencurian sepeda motor di Kecamatan Cisaga, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat.
Seorang pria yang diduga pelaku pencurian motor tersebut berhasil dibekuk saat hendak melancarkan aksinya di depan Masjid Agung Cisaga Kabupaten Ciamis.
Kronologi kejadian berawal saat calon korban bernama Wida, warga Lingkungan Cimenyan, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Banjar, berkenalan dengan pria di media sosial. Kemudian, pria tersebut mengajak untuk bertemu di Masjid Agung Cisaga.
Kemudian, korban menyadari bahwa pria tersebut pelaku yang membawa kabur sepeda motor temannya di wilayah Wanareja pada 2 Oktober 2023. Modusnya sama yaitu berkenalan di Medsos.
“Saya tahu ciri-ciri pria itu sebelumnya dari teman saya karena dia korban, motornya diambil. Modusnya sama kenalan di Facebook dan akunnya juga sama,” kata Wida, Senin (23/10/2023).
Baca Juga: Ditinggal Pengajian, Rumah Warga Ciamis Diobok-obok Maling, Uang Jutaan Rupiah Raib
Ia menjelaskan, pria itu baru semalam memulai percakapan di media sosial dan langsung mengajak bertemu kemudian jalan-jalan ke Pangandaran.
“Pertamanya chatting di Facebook, terus tukeran nomor Whatsapp dan ngajak bertemu. Padahal baru kenalan semalam tadi siang langsung ngajak ketemuan,” jelasnya.
Lebih lanjut, Wida menambahkan, temannya yang pernah menjadi korban meminta untuk merayu pelaku agar bisa bertemu dan ditangkap.
“Temen saya udah minta tolong supaya dia dipancing muncul dan gimana caranya ditangkap. Terus sebelumnya saya minta tolong juga ke pak Dadang anggota Polisi Militer,” tambah Wida.
Modus operandi pelaku berkenalan di media sosial kemudian mengajak calon korban bertemu. Setelah itu, pelaku menyuruh mencarikan mobil rental untuk mengalihkan perhatian dan pelaku langsung membawa kabur sepeda motor.
Kronologi TNI AD Berpakaian Preman Bekuk Pencuri Motor di Cisaga Ciamis
Sementara itu, Anggota TNI AD dari Sub Denpom III/2-4 Banjar, Sersan Kepala Dadang Siswanto menuturkan, saat dimintai bantuan dirinya sedang melaksanakan piket.
Kemudian, ia bergegas mengganti baju seragam menggunakan pakaian preman untuk mengelabui terduga pelaku pencurian.
“Saat itu saya sedang piket dan mendapat laporan tersebut, kemudian bertemu dengan ibu Atin dan Wida, untuk menyusun strategi agar pelaku bisa ditangkap,” kata Dadang.
Menurut Dadang, dirinya dua kali datang ke Cisaga, untuk memantau pria yang mengajak kenalan Wida, di medsos tersebut.
“Yang pertama tidak muncul karena HP pria itu tidak aktif dan memutuskan pulang ke Banjar. Kemudian pukul 11.30 WIB saya ditelpon bahwa HP pria itu sudah aktif dan ngajak ketemuan di Masjid Agung,” imbuhnya.
Saat akan menangkap pria itu, dirinya sempat memantau terlebih dahulu di area Alun-alun Cisaga, kemudian naik angkot untuk mendekati pria itu yang berada di Masjid.
“Kalau saya tangkap langsung bisa jadi dia lari, akhirnya saya naik angkot untuk mendekati kedua orang yang sudah janjian di tempat tersebut. Akhirnya saya tangkap dan mendapat perlawanan,” tandas Dadang.
Setelah berhasil ditangkap, pria tersebut langsung diamankan oleh pihak kepolisian yang datang ke lokasi karena dikhawatirkan dihakimi oleh masa.
“Setelah ditangkap langsung dibawa ke Polsek Cisaga untuk diamankan karena khawatir dihakimi,” pungkasnya. (Sandi/R7/HR-Online/Editor-Ndu)