harapanrakyat.com,- Fahri Hamzah, Wakil Ketua Umum Partai Gelora, dengan tegas membela Gibran Rakabuming Raka, Cawapres yang diusung partainya untuk mendampingi Prabowo Subianto.
Langkah Fahri tersebut, terkait Gibran yang terus-terusan diserang pasca putusan Mahkamah Konstitusi (MK).
Menanggapi putusan MK nomor 90/PUU-XXI/2023, Fahri menganggapnya sebagai poin krusial yang mendukung hak demokrasi yang setara bagi setiap warga negara. “Di dalam demokrasi, setiap warga negara memiliki hak yang sama untuk memilih dan dipilih,” tegas Fahri dikutip dari suara.com, Sabtu (28/10/2023).
Fahri mengatakan, pemilihan seorang pemimpin tidak boleh dikendalikan oleh latar belakang atau hubungan keluarga. Melainkan, berdasarkan kualifikasi dan kemampuan yang dimiliki calon tersebut.
Baca juga: Jadi Pasangan Prabowo, Elit Partai Banteng Moncong Putih Komentari Status Gibran di PDIP
Terkait dengan hubungan keluarga antara Gibran Rakabuming Raka dan Presiden Joko Widodo. Fahri yakin bahwa Jokowi akan bersikap netral dalam Pilpres 2024. “Ketika kita menilai Jokowi sebagai seorang ayah, kita perlu memahami bahwa posisi Presiden dan calon Presiden adalah peran yang berbeda,” tambah Fahri.
Lebih jauh, Fahri Hamzah kembali membela Gibran, dengan menyatakan dalam konteks Pilpres 2024, fokus seharusnya tertuju pada Prabowo, bukan Gibran.
Sebelumnya, putusan MK memperbolehkan seseorang yang berusia di bawah 40 tahun untuk menjadi cCapres atau Cawapres. Asalkan telah atau sedang menjabat sebagai kepala daerah melalui Pilkada.
Keputusan ini diambil berdasarkan pertimbangan adanya banyak pemimpin muda yang mampu berkontribusi dalam pemerintahan.
Meski demikian, keputusan tersebut juga menimbulkan kontroversi di masyarakat. Sebab, dianggap membuka peluang bagi Gibran Rakabuming Raka, yang merupakan keponakan dari Ketua MK Anwar Usman, untuk mencalonkan diri sebagai cawapres.
Dalam perkembangan politik yang dinamis ini, sikap Fahri Hamzah dalam membela Gibran Rakabuming Raka menandai pertarungan sengit dalam Pilpres 2024. Seiring waktu berjalan, pertanyaan tentang keterlibatan anak muda dalam kepemimpinan negara akan terus menjadi perbincangan penting di kalangan masyarakat. (R8/HR Online/Editor Jujang)