harapanrakyat.com – Cadangan beras di Jawa Barat terkategorikan aman hingga akhir tahun 2023. Jawa Barat mampu memberikan kontribusi sebesar 17 persen produksi beras nasional.
Penjabat Gubernur Bey Machmudin mengungkapkan hal tersebut seusai mendampingi kunjungan Presiden Joko Widodo (Jokowi) ke Kabupaten Subang, Minggu (8/10/2023). Kunjungan Jokowi ke Kabupaten Subang itu untuk meninjau panen raya padi di Desa Ciasem Girang.
Presiden Jokowi selain melihat secara langsung proses panen di Ciasem juga berbincang dengan sejumlah petani.
Baca Juga : Pemprov Jawa Barat Terus Kendalikan Harga Beras
Produksi padi di Desa Ciasem mencapai 9 juta ton per hektare. Jumlah tersebut di atas produksi rata-rata nasional.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Badan Pangan Nasional sekaligus Plt Menteri Pertanian Arief Prasetyo Adi dan Bupati Subang Ruhimat.
Usai meninjau kegiatan panen raya, Bey menegaskan bahwa cadangan beras di Provinsi Jawa Barat aman hingga akhir tahun 2023.
“Jawa Barat masih surplus sekitar 1,2 juta ton. Jadi saya rasa cadangan beras di Jawa Barat aman hingga akhir tahun,” ucapnya.
Bey menjelaskan, hal tersebut terlihat dari proyeksi jumlah produksi beras yang lebih besar dibandingkan dengan jumlah konsumsi beras masyarakat hingga bulan November 2023.
“Hingga November ini, Jawa Barat menghasilkan sekitar 8,6 juta ton gabah kering giling. Ini setara dengan produksi beras sebesar 4,9 juta ton. Sementara konsumsi sampai November 2023 sebesar 3,6 juta ton,” tutur Bey.
Baca Juga : Stabilkan Harga Pangan, Pemprov Jawa Barat Segera Gelar Operasi Pasar
Ia menambahkan, Jawa Barat memiliki luas panen sekitar 1,5 juta hektare dari 10,4 juta hektare luas panen secara nasional. Dari jumlah tersebut, kata Bey, Jawa Barat mampu memberikan kontribusi sebesar 17 persen produksi beras nasional.
Dengan jumlah produksi beras di Jawa Barat itu, Bey meyakini cadangan beras Jawa Barat aman hingga akhir 2023. (Ecep/R13/HR Online)