harapanrakyat.com,- Bakal calon presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan program unggulannya, yang menjanjikan makan siang gratis dan susu gratis bagi siswa dari Sekolah Dasar hingga Pondok Pesantren.
Menurut Prabowo, program-program pemerintah yang telah ada di era Presiden Jokowi yang dinilai efektif akan tetap dipertahankan dan ditingkatkan.
“Selanjutnya kita harus, rencana kita memberi makan siang dan minum susu gratis untuk semua murid di sekolah negeri, sekolah swasta, pesantren. Kemudian anak balita dan ibu hamil,” ungkap Prabowo dalam acara konsolidasi PBB di Padang pada Sabtu (9/9/2023).
Selain itu, Prabowo juga menyebutkan janji untuk menaikkan gaji para birokrat, termasuk para guru, ASN, TNI, dan Polri. Janji ini diharapkan dapat mengurangi tingkat korupsi dalam pemerintahan.
Prabowo Subianto menegaskan apabila terpilih, Ia akan mengimplementasikan program unggulan serupa.
Mereka dipersilakan untuk melakukannya. Dengan program-program ini, Prabowo Subianto berharap dapat memenangkan hati masyarakat dalam pemilihan presiden mendatang.
Meskipun janji Prabowo mendapatkan dukungan dari beberapa kalangan, Direktur Eksekutif Segara Research Institute, Piter Abdullah, mempertanyakan sumber anggaran untuk program makan siang dan susu gratis ini. Dia menyoroti 2 opsi yang mesti dipilih jika program itu dijalankan. Pertama menambah utang atau defisit atau mengurangi belanja negara.
“Program unggulan Prabowo Subianto, makan dan susu gratis bagi siswa SD hingga pondok pesantren bisa saja dilakukan. Tetapi sumber anggarannya harus dipertimbangkan dengan matang. Pilihan utamanya adalah menambah defisit dan utang atau mengurangi belanja lainnya,” ujar Piter, Minggu (10/9/2023).
Baca juga: Prabowo Subianto Terharu Dapat Dukungan dari Sejumlah Ky
Dukung Program Unggulan Praboeo, Makan Siang dan Susu Gratis
Di sisi lain, Direktur Eksekutif Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Tauhid Ahmad, menganggap program unggulan Prabowo Subianto menarik karena dapat membantu mengatasi masalah stunting. Daripada hanya memprioritaskan pembangunan fasilitas.
“Program ini menarik terutama dalam mengatasi stunting, terutama di daerah-daerah yang kurang mendapatkan asupan nutrisi seperti protein susu. Ini menunjukkan pentingnya perhatian pada daerah terpencil yang berperan dalam pembentukan kecerdasan anak-anak,” tambah Tauhid.
Terkait program unggulan Prabowo Subianto untuk menaikan gaji PNS, Tauhid Ahmad merespons dengan menunjukkan bahwa tren masalah korupsi di kalangan PNS masih meningkat. Meskipun, sudah terjadi beberapa kenaikan gaji dan tunjangan selama pemerintahan Presiden Jokowi.
Tauhid menyarankan agar kenaikan gaji PNS sebaiknya disesuaikan dengan perkembangan inflasi, sekitar 2-3 persen, dan tunjangan yang diterima PNS tidak boleh lebih besar dari gaji pokok, untuk menghindari kecemburuan.
“Penting untuk diingat bahwa korupsi tidak hanya dipengaruhi oleh besarnya gaji. Ada banyak faktor lain yang dapat memicu korupsi,” tambah Piter. (R8/HR Online/Editor Jujang)