harapanrakyat.com,- Dalam menghadapi Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024, koneksi internasional Capres Cawapres menjadi salah satu aspek penting yang harus dipertimbangkan.
Hal ini diungkapkan oleh Wakil Sekretaris Jenderal Bidang Kaderisasi dan Pencitraan Partai Bulan Bintang (PBB), Solihin Pure.
Menurut Pure, memiliki koneksi internasional adalah suatu keharusan Capres dan Cawapres, karena peran mereka tidak hanya terbatas pada urusan dalam negeri, tetapi juga melibatkan hubungan dengan dunia luar. Dialog, kerja sama, dan diplomasi dengan negara-negara lain memerlukan jaringan koneksi yang kuat.
Baca juga: Yusril Ihza Mahendra Sebut, Prabowo Menang di Putaran Kedua Pilpres 2024
Dalam konteks ini, Partai Bulan Bintang (PBB) telah memberikan dukungan kepada Prabowo Subianto sebagai calon Presiden dalam Pilpres 2024.
Salah satu alasan utama dukungan ini adalah wawasan dan koneksi internasional yang dimiliki Prabowo.
Prabowo Subianto, yang juga Ketua Umum Partai Gerindra, telah membangun jaringan hubungan internasional yang luas selama bertahun-tahun. Koneksi-koneksi ini mencakup hubungan kuat dengan negara-negara Barat, yang menjadi faktor penting dalam diplomasi global.
Sebut Yusril Ihza Mahendra Punya Koneksi Internasional yang Luas
Selain Prabowo, Yusril Ihza Mahendra, Ketua Umum PBB, juga dinilai memiliki wawasan, rekam jejak, dan koneksi internasional yang luas. Keberadaan Yusril sebagai pelengkap sangat penting, karena hubungannya yang kuat dengan negara-negara di Asia dan Timur.
Yusril aktif terlibat dalam berbagai organisasi internasional, termasuk ASEAN, Asian–African Legal Consultative Organization (AALCO), dan Organisasi Kerja Sama Islam (OKI). Dalam forum-forum internasional, jika Prabowo tidak dapat hadir, Yusril dapat menggantikannya sebagai perwakilan Indonesia.
Solihin Pure juga menyebutkan bahwa Yusril Ihza Mahendra memiliki potensi untuk menjadi seperti Jusuf Kalla (JK), yang dikenal sebagai Wakil Presiden yang aktif dan dipercaya dalam forum-forum internasional.
JK telah menjadi perwakilan Indonesia di Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada masa pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Presiden Joko Widodo (Jokowi).
Dengan fokus pada koneksi internasional, Pilpres 2024 diharapkan akan memberikan pemimpin yang mampu menjalin hubungan yang kuat dengan dunia luar, mempromosikan kepentingan Indonesia secara global, dan menghadirkan Indonesia sebagai pemain utama dalam diplomasi internasional. (R8/HR Online/Editor Jujang)