Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, dengan sungguh-sungguh menunjukkan komitmennya untuk memimpin federasi sepak bola Indonesia hingga tahun 2027. Hal itu ia nyatakan menjelang berakhirnya masa jabatannya sebagai Ketum PSSI.
Erick mengkonfirmasi komitmennya setelah menghadiri acara Partner Summit, yang merupakan momen penting dalam menjalin kerja sama antara PSSI dengan sejumlah perusahaan swasta dan BUMN.
Acara tersebut berlangsung di daerah Kuningan, Jakarta Selatan, pada Rabu (27/9/2023).
Meskipun masa kepemimpinan Erick sebagai Ketum PSSI baru berjalan setahun, namun ia telah menunjukkan tekadnya tetap menukangi PSSI.
Erick terpilih sebagai pengganti Mochamad Iriawan alias Iwan Bule, dalam Kongres Luar Biasa (KLB) pada bulan Februari tahun lalu.
Baca Juga: AIPF 2023, Erick Thohir Sebut Ada 93 Proyek Kerjasama Senilai US$ 38,2 Miliar
Tidak lama setelah pemilihan, Erick Thohir menunjukkan komitmen dengan segera mengimplementasikan serangkaian program untuk meningkatkan kualitas sepak bola Indonesia. Termasuk kerja sama dengan berbagai sponsor, dan upaya komersialisasi untuk mendukung kebutuhan tim nasional.
Namun, belum lama ini, nama Erick Thohir sering dikaitkan dengan kemungkinan pencalonan sebagai Wakil Presiden RI. Sehingga, membuat sebagian pihak merasa khawatir program-programnya di PSSI terganggu.
Menanggapi hal ini, Erick Thohir dengan tegas menegaskan komitmennya sebagai Ketua Umum PSSI.
Ia, yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN, memastikan bahwa akan melanjutkan tugasnya hingga akhir masa jabatannya.
“Kita sudah menyampaikan beberapa kali. Tugas saya sebagai Ketum PSSI hingga tahun 2027, kecuali jika ada keputusan lain dari Exco atau teman-teman media tidak setuju. Tapi tugas saya akan berjalan hingga 2027,” kata Erick Thohir kepada awak media.
Komitmen Erick Thohir Pisahkan Olahraga dan Politik
Selanjutnya, Erick juga memberikan pesan kepada masyarakat, agar tidak terus-menerus mencampuradukkan urusan politik dengan dunia olahraga.
Ia menegaskan, tidak tertarik pada upaya campur aduk antara keduanya demi meraih jabatan politik.
“Saya tidak ingin olahraga dicampuradukkan dengan politik,” ucap Erick setelah acara PSSI Partner Summit di daerah Kuningan, Jakarta Selatan, pada Rabu (27/9/2023).
Baca Juga: Tak Ngotot Jadikan Erick Thohir Cawapres Prabowo, PAN Sodorkan Juga Muhadjir Effendy
“Ia memiliki tanggung jawab masing-masing, jika pada saat tertentu saya ingin berkecimpung di sepak bola, mengapa saya tidak mencalonkan diri sebagai gubernur DKI ketika Persija menang. atau kenapa saya tidak menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga saat Asian Games?,” tambahnya.
Lebih Lama di Dunia Olahraga
Erick Thohir juga menegaskan, bahwa ia telah lama berkecimpung dalam dunia olahraga, dibandingkan dengan dunia politik. Oleh karena itu, fokus utama Erick Thohir saat ini adalah bersama PSSI, dan itulah komitmennya.
“Saya telah lebih lama berada dalam dunia olahraga, daripada berkarir sebagai pejabat publik. Karena saya tidak pernah melihat diri saya sebagai seorang politikus. Saya adalah seorang pelayan publik, saya bekerja untuk Pak Jokowi,” kata Erick Thohir.
“Pemerintahan memiliki waktunya sendiri, dan saat ini, fokus saya hanya pada hal yang terdepan, seperti tim U-17. Itu adalah komitmen saya,” tandas pria berusia 53 tahun yang juga menjabat sebagai Menteri BUMN. (Revi/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)