harapanrakyat.com,- Tragedi penusukan dan pembunuhan mertua oleh menantunya yang merupakan bule asal Amerika Serikat, bikin geger warga Kecamatan Purwaharja, Kota Banjar, Jawa Barat.
Korban yang dibunuh ALW, seorang warga negara asing (WNA), bernama Agus Sopian (58), warga Dusun Randegan 1, Desa Raharja, Kecamatan Purwaharja.
Atas kejadian tersebut, keluarga korban almarhum Agus Sopian, meminta pelaku pembunuhan untuk dihukum berat.
Adik korban, H. Yasin Yusro mengatakan, keluarga merasa terpukul atas kejadian tersebut. Pihak keluarga meminta agar pelaku pembunuh adiknya tersebut, mendapat hukuman seberat-beratnya.
Baca Juga: Bule Asal Amerika Diduga Tusuk Mertuanya di Kota Banjar Sampai Tewas
Menurutnya, pembunuhan yang pelaku lakukan tersebut bisa saja dikatakan pembunuhan berencana. Sehingga, pelaku harus dihukum berat ibarat nyawa harus dibayar nyawa.
“Kami dari keluarga istri Almarhum meminta menghukum seberat beratnya. Ini bisa masuk 340 pembunuhan berencana,” kata Yasin kepada awak media di rumah korban, Senin (25/9/2023).
Perilaku Bule Pembunuh Mertua di Kota Banjar
Lanjutnya menambahkan, pembunuhan tersebut menurutnya kejadian pamungkas atas kejadian sebelumnya. Hal itu karena pelaku sebelumnya juga sudah beberapa kali melakukan pengrusakan di rumah korban.
Sehingga, dari rentetan peristiwa tersebut, menurutnya sudah menunjukkan bahwa pelaku bukan orang baik. Sebab itu, keluarga meminta hukuman yang seadil-adilnya untuk keluarga korban.
“Bayangkan saja, ini kan yang dibunuh mertuanya. Kita bayangkan saja, yang dekat saja seperti itu, apalagi orang lain,” katanya.
“Makanya kami meminta hukum yang seadil-adilnya. Ibarat hilang nyawa dibayar nyawa,” ujarnya menambahkan.
Lebih lanjut pihak keluarga juga meminta keabsahan sisi legalitas bule pembunuh mertua tinggal di Kota Banjar.
“Apakah masih berlaku atau seperti apa? Itu juga harus diusut untuk pemberatan,” katanya.
Baca Juga: Awal Mula Tragedi Penusukan dan Pembunuhan di Kota Banjar yang Diduga oleh WNA Amerika
Sementara itu, pengacara korban, Rafan Marviandy, meminta bule pembunuh mertua di Kota Banjar mendapat hukuman seadil-adilnya.
Pasalnya, menurutnya, sebelumnya pihak keluarga korban tidak mendapatkan keadilan saat pelaku melakukan pengrusakan rumah.
Menurutnya, dari permasalahan tersebut kemudian menjadi pemicu adanya korban jiwa. Sebab, tidak dilakukan upaya antisipasi dengan mengamankan pelaku.
Pihak keluarga sebelumnya juga sudah khawatir, karena bule pembunuh mertua di Kota Banjar sudah meresahkan. Apalagi pelaku juga sudah beberapa kali melakukan pengrusakan di rumah korban.
“Yang kami harap keadilan hukum bagi keluarga korban. Hukum tegak lurus dan tidak tebang pilih ke pihak manapun. Itu yang kami harapkan. Petugas kepolisian obyektif menangani kasus hukum ini,” katanya kepada wartawan. (Muhlisin/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)