harapanrakyat.com,- Dampak musim kemarau menyebabkan para petani di wilayah Desa Gereba, Kecamatan Cipaku, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, tidak bisa menanam padi.
Akibatnya, areal persawahan seluas 30 hektar di wilayah Desa Gereba tersebut dibiarkan menganggur atau gambrung.
Usman Ali, perangkat Desa Gereba, membenarkan karena musim kemarau membuat areal persawahan seluas 30 hektar mengalami kekeringan.
Ia mengatakan, para petani membiarkan tanah persawahan tersebut begitu saja menjadi gambrung, karena tidak ada pasokan air.
Baca Juga: Puluhan Hektar Sawah Kekeringan, Petani di Pamarican Ciamis Terancam Gagal Panen
Kalaupun ada petani di Desa Gereba yang memaksa untuk menanam padi, maka ia memastikan nanti ujung-ujungnya gagal panen. Karena pasokan air tidak mencukupi.
“Ya, areal persawahan itu biasanya ditanami padi atau sayur sayuran atau tanaman palawija. Namun karena musim kemarau, maka petani saat ini membiarkan sawah menjadi gambrung,” katanya kepada harapanrakyat.com, Senin (18/9/2023).
Usman mengimbau kepada masyarakat, selama belum ada turun hujan atau pasokan air normal kembali, jangan coba-coba menanam padi. Sebab menurutnya, nantinya akan merugi.
“Lebih baik menanam tanaman palawija atau sayuran, yang tidak begitu banyak membutuhkan air,” pungkasnya. (Dji/R5/HR-Online/Editor: Adi Karyanto)