harapanrakyat.com – Titik api kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Sarimukti di Bandung Barat, Jawa Barat, sudah padam 90 persen. Hingga saat ini, petugas pemadam di lapangan terus berupaya memadamkan beberapa titik api kebakaran.
Plh Sekretaris Daerah Jawa Barat Setiawan Wangsaatmaja mengungkapkan, dengan kondisi saat ini di TPA Sampah Sarimukti, maka penerimaan sampah yang sempat tertunda mulai beroperasi.
Meski demikian, kata Setiawan, saat ini daya tampung TPA Sampah Sarimukti berkurang hingga 50 persen dari kapasitas sebelumnya. Dengan demikian, hal ini mendorong pemerintah kota/kabupaten di Bandung Raya agar mampu mengurangi produksi sampah sebanyak 50 persen.
“Pemerintah kota dan kabupaten di Bandung Raya harus mampu mengurangi sampah yang dikirim ke TPA Sampah Sarimukti sebesar 50 persen. Caranya dengan mengurangi sampah mulai dari sumbernya melalui pemilahan dan pemilihan sampah,” ucap Setiawan di Bandung, Jumat (22/9/2023).
Baca Juga : Tanggulangi Kebakaran TPA Sarimukti, Pemprov Jawa Barat Tambahkan Anggaran Rp 5,8 Miliar
Setiawan juga mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah. Hal ini sangat penting karena pembakaran sampah dapat menimbulkan masalah baru, seperti polusi udara yang merugikan lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Pemerintah, kata Setiawan, telah merancang solusi konkrit menangani permasalahan sampah ini, yaitu melalui program memilah sampah menuju zero waste. Kesuksesan program ini sangat bergantung pada kerjasama semua pihak, terutama masyarakat.
“Masyarakat tidak boleh (membakar sampah). Karena membakar sampah itu menimbulkan masalah baru lagi, yaitu pencemaran udara. Sampah yang menumpuk saat ini, memang masih bisa ditampung di Sarimukti. Tapi sumber penghasil sampah seperti rumah tangga harus mulai memilah sampah. Kalau tidak begitu, kita tidak akan pernah selesai,” ungkapnya.
Dengan demikian, kata Setiawan, upaya mengurangi jumlah kiriman sampah ke TPA Sampah Sarimukti ini memerlukan peran aktif masyarakat. (Ecep/R13/HR Online)