harapanrakyat.com,- Populasi lobster di laut Pangandaran, Jawa Barat menurun setiap tahunnya. Salah satu penyebabnya adalah maraknya perburuan baby lobster.
Hal itu dikonfirmasi Pelaksana Harian Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan Perikanan dan Ketahanan Pangan Kabupaten Pangandaran Mega Merdiana.
Mega menuturkan, hasil tangkapan udang lobster siap konsumsi di Pangandaran terus mengalami penurunan setiap tahunnya.
“Tiap tahun terus mengalami penurunan, apalagi sejak 5 tahun terakhir,” katanya, Rabu (6/9/2023).
Jika pada tahun 2017 hasil tangkapan udang lobster mencapai 4,6 ton, maka pada tahun 2021 hasil tangkapannya hanya 1,6 ton dalam satu tahun. Sementara pada tahun 2022 turun lagi menjadi 1,2 ton dan hasil tangkapan tahun ini sampai Juli 2023 baru mencapai 52,79 kilogram.
Baca Juga: Komunitas Partisipan untuk Ganjar Pranowo Jabar-Jateng Kumpul di Pangandaran, Ada Apa?
Lebih lanjut Mega mengatakan, seharusnya udang lobster baru bisa ditangkap dan dikonsumsi setelah beratnya mencapai 2 ons hingga 1 kilogram dengan harga antara Rp 200 ribu hingga Rp 1 juta.
“Selain mudah ditangkap harga baby lobster cukup menggiurkan karena satu ekor baby lobster dihargai Rp. 3.000 sampai Rp 15.000 per ekor,” katanya.
Maraknya penangkapan baby lobster menjadi pemicu menurunnya hasil tangkapan lobster siap konsumsi. Sekaligus jadi biang kerok menurunnya populasi lobster di laut Pangandaran.
Baby lobster yang mereka tangkap dijual ke pengepul, sementara menurut regulasi harusnya dijual ke tempat budidaya. Sayangnya sampai saat ini di Pangandaran belum ada pembudidaya lobster. (Enceng/R7/HR-Online/Editor-Ndu)