harapanrakyat.com,- Dampak musim kemarau yang melanda Kabupaten Ciamis, Jawa Barat semakin meluas. Berdasarkan data dari BPBD Ciamis, ada sebanyak 16 kecamatan di Kabupaten Ciamis mengalami krisis air bersih.
Kepala Pelaksana BPBD Ciamis Dadang Darmawan membenarkan dampak kekeringan di Kabupaten Ciamis semakin meluas. Menurutnya, ada sebanyak 16 kecamatan yang krisis air bersih.
“Ada 16 kecamatan yang tersebar di 33 desa dan 70 dusun, untuk jumlah warga sendiri yang terdampak itu ada sebanyak 22.946 jiwa dari 7.745 KK,” katanya, Senin (25/9/2023).
Adapun rincian 16 kecamatan tersebut yakni Kecamatan Cijeungjing ada 2 desa, Cihaurbeuti ada 4 Desa, lalu Cidolog 1 desa, Cipaku 2 desa, Banjaranyar, 5 desa, Banjarsari 1 desa, Rancah 1 desa, Pamarican 3 desa, Cisaga 1 desa, Panjalu 4 desa.
Kemudian ada Kecamatan Cikoneng 1 desa, Lumbung 1 desa, Cimaragas 3 desa, Kawali 1 desa, Panawangan 1 desa dan terakhir Kecamatan Baregbeg 1 desa.
Dadang menjelaskan, untuk upaya yang dilakukan oleh BPBD Ciamis dengan pendistribusian air bersih ke 16 kecamatan yang saat ini krisis air bersih secara giliran setiap hari.
“Kita menggunakan 4 tangki air yang tersedia di BPBD Ciamis serta bantuan dari instansi lainnya. Untuk saat ini kita telah mengirim sebanyak 361 ribu liter air bersih kepada masyarakat,” jelasnya.
Terkait anggaran, Dadang mengaku bahwa saat ini masih mencukupi untuk akomodir operasional. Seperti halnya untuk beli solar, makan minum para petugas. Akan tetapi, apabila musim kemarau ini panjang tentu harus ada dana talang supaya distribusi air ini bisa berlanjut.
Baca Juga: Lahan Perkebunan Kayu dan Bambu di Kawali Ciamis Terbakar
“Kalau air itu kan gratis dari PDAM, jadi untuk anggaran masih tercukupi. Kita juga terus berupaya untuk mengajukan DSP atau dana siap pakai ke BNPB yang berkaitan dengan kekeringan. Namun sampai saat ini kita masih menunggu,” ucapnya.
Dampak Musim Kemarau, BPBD Ciamis Cari Sumber Mata Air Alternatif
Dalam musim kemarau saat ini, Dadang justru mengkhawatirkan pasokan atau ketersedian air PDAM itu bisa bertahan sampai kapan. Maka dari itu, pihaknya terus melakukan berbagai upaya salah satunya itu mencari sumber mata air.
“Kalau upaya kami terus melakukan alternatif sumber mata air di Kabupaten Ciamis. Namun, kalau untuk konsumsi kita tentu harus meminta bantuan kepada Dinas Kesehatan Ciamis untuk mengecek sumber air tersebut aman atau tidak, karena mungkin saja airnya itu jernih namun didalamnya ada zat berbahaya,” ucapnya.
Dadang menambahkan, saat ini status Kabupaten Ciamis masih siaga darurat untuk kekeringan. Maka dari itu, pihaknya tetap mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhemat air. (Ferry/R9/HR-Online/Editor-Dadang)