harapanrakyat.com,- Bekas galian pipa Pertamina di Dusun Rancakole, RT 8, RW 2, Desa Mulyasari, Kecamatan Pataruman, Kota Banjar, Jawa Barat, yang tak diperbaiki setelah pekerjaan proyek selesai membuat warga setempat geram.
Pasalnya, sisa bekas galian pipa tersebut membuat badan jalan tergerus dan kondisi tepi jalan berlubang, seperti saluran irigasi hingga kerap menyebabkan kecelakaan.
Warga pun geram hingga akhirnya bersama Aksi Reformasi Pemuda dan Mahasiswa (Aksioma), mendatangkan alat berat untuk meratakan sisa galian tanah yang berada di tepi Jalan Banjar-Langensari tersebut.
Ketua RW setempat, Yanto Helmi Darmawan (55), mengatakan, sisa galian pipa Pertamina tersebut sudah terbengkalai sejak dua tahun yang lalu, tapi tidak ada perbaikan.
Bekas Galian Pipa Pertamina di Kota Banjar Sebabkan Kecelakaan
Warga merasa kesal karena tidak adanya perbaikan tersebut menyebabkan badan tepi jalan berlubang. Seperti saluran irigasi sehingga sering menyebabkan kecelakaan lalu lintas.
Bahkan, beberapa korban kecelakaan akibat tidak adanya perbaikan tersebut ada yang sampai meninggal dunia.
Baca Juga: Truk Tangki Pertamina Seruduk Klinik di Tasikmalaya
“Kami kesal sudah dua tahun tidak diperbaiki, tidak diuruk. Padahal itu membahayakan, sering terjadi kecelakaan,” kata Yanto kepada wartawan, Kamis (7/9/2023).
Lanjutnya menyebutkan, warga sudah berupaya meminta bantuan ke pemerintah dan anggota DPRD saat ada forum-forum sosialisasi, untuk membantu mengusulkan perbaikan ke pihak terkait.
Tetapi mereka hanya berjanji akan memperjuangkan agar nantinya lokasi bekas galian berlubang itu diuruk. Tapi sampai sekarang tidak pernah terealisasi.
Warga merasa kecewa, apalagi banyak pejabat pemerintah dan anggota DPRD yang kerap melintasi jalan tersebut.
“Waktu ada sosialisasi apa gitu dari anggota DPRD, kami sudah meminta bantuan agar bekas galian pipa Pertamina ini diuruk. Tapi sampai sekarang nggak ada realisasi. Cuman akan diperjuangkan dan akan dibantu saja,” ungkap Yanto.
Warga dan Aksioma Datangkan Alat Berat
Lanjutnya menjelaskan, setelah lama tidak ada perbaikan, kebetulan satu hari yang lalu ada rapat Aksioma di rumah warga yang berada tepat di depan sisa galian. Warga akhirnya meminta bantuan untuk perbaikan bekas galian pipa Pertamina.
Baca Juga: Wilayah Krisis Air Bersih di Banjar Meluas, Warga Dapat Bantuan Toren
“Kebetulan kami ketemu sama Pak Dimyati mau ada rapat langsung respon. Sekarang sudah selesai, pengerjaannya sampai tadi malam. Semoga tidak ada kecelakaan lagi. Terima kasih sudah memfasilitasi alat berat,” ucap Yanto.
Sementara itu, Presiden Aksioma yang juga Mantan Wakil Walikota Banjar, Dimyati, menjelaskan, awalnya pengurus Aksioma akan mengadakan rapat di rumah bendahara yang kebetulan berada di sekitar lokasi bekas galian pipa.
Kemudian, warga ada yang mendatangi rapat lalu meminta bantuan untuk perbaikan menguruk lubang sisa galian pipa Pertamina. Ketua RT dan kepala desa setempat juga ikut datang ke lokasi.
“Bekas galian ini menggerus badan jalan milik pemkot, sudah seperti saluran irigasi dan sering ada kecelakaan. Nah, Aksioma ada rapat di rumah bendahara di sini, kemudian warga datang minta bantaun,” kata Dimyati.
Lanjutnya mengatakan, setelah itu bersama warga juga ada kepala desa pada Kamis pagi bersama-sama menguruk jalan yang seperti irigasi tersebut menggunakan peralatan manual seadanya (cangkul).
Tetapi, sampai siang hari perbaikan tersebut tidak selesai karena bekas galian itu cukup luas sampai 200 meter. Aksioma bersama warga akhirnya sepakat mendatangkan alat berat untuk menutup bekas lubang galian pipa Pertamina.
Baca Juga: Isak Tangis Warnai Pemakaman Bapak dan Anak Korban Tragedi Depo Pertamina Plumpang
“Dari jam setengah 8 hari ini sampai siang baru 1/20-nya juga belum. Nggak selesai. Akhirnya kami inisiatif bersepakat pakai alat berat beko agar mengerjakannya lebih mudah. Ini juga sampai malam hari belum selesai,” katanya.
Aksioma Sayangkan Sikap Pemerintah
Ia pun menyayangkan dengan sikap pemerintah yang terkesan tidak mengakomodir dan membantu kesulitan masyarakat. Padahal sisa galian berlubang tersebut sudah lebih dari dua tahun.
Semestinya, kata Dimyati, pemerintah bisa hadir di tengah kesulitan masyarakat. Terlebih dari warga sendiri sudah melapor ke pemerintah meminta bantuan untuk perbaikan. Apalagi sudah sering terjadi kecelakaan sampai menelan korban jiwa.
“Kalau mau jujur, warga sebetulnya yang jadi korban kecelakaan bisa saja menggugat. Setelah perbaikan ini kami masyarakat dan Aksioma berharap tidak ada lagi terjadi kecelakaan,” pungkas Dimyati. (Muhlisin/R3/HR-Online/Editor: Eva)