harapanrakyat.com,- RSUD Pandega di Kabupaten Pangandaran, Jawa Barat terus melakukan inovasi. Salah satunya melalui program Sosialisasi Pelayanan Pandega (SOPAN) Kunjungi Kecamatan.
Dalam pelaksanaan program tersebut, manajemen RSUD Pandega mengunjungi kecamatan-kecamatan yang ada di Pangandaran.
Kunjungan pertama RSUD Pandega dalam program SOPAN dilakukan di Desa Sukajaya, Kecamatan Cimerak, Selasa (25/7/2023).
Tujuan SOPAN ke setiap kecamatan untuk sosialisasi terkait pelayanan kesehatan di RSUD Pandega. Termasuk juga sosialisasi sarana dan prasarana yang mendukung layanan kesehatan di RSUD Pandega.
Baca Juga: Cegah Penyakit pada Anak, RSUD Pandega Pangandaran Gandeng Dokter Spesialis
Kepala Bidang Pelayanan Medis RSUD Pandega dr Liza Octa Ferostina meminta pemerintah desa berperan dalam menyampaikan informasi tentang alur rujukan RSUD Pandega ke masyarakat.
“Mengingat masih banyak masyarakat yang belum mengetahui informasi dengan jelas dan lengkap. Serta diharapkan dapat meminimalisir kesalahpahaman terkait alur rujukan RSUD Pandega Pangandaran yang ditemukan di masyarakat selama ini,” kata dr. Liza Octa Ferostina, Selasa (15/8/2023).
SOPAN Kunjungi Kecamatan, RSUD Pandgea Pangandaran Jelaskan Alur Rujukan
Masih dikatakan dr. Liza Octa Ferostina, masyarakat yang memerlukan pemeriksaan kesehatan dapat dirujuk ke poliklinik/rawat jalan RSUD Pandega Pangandaran. Namun sebelumnya pasien datang ke FKTP (Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama).
“Terdaftar untuk mendapatkan rujukan ke RSUD Pandega Pangandaran. Apabila pemeriksaan dapat dilakukan atau tertangani di RSUD Pandega Pangandaran maka pasien untuk selanjutnya dapat kontrol kembali atau Program Rujuk Balik (PRB) ke FKTP yang terdaftar,” jelasnya.
“Pasien yang mengalami kondisi gawat darurat yang ditandai dengan adanya pendarahan, sesak nafas dan gangguan kesadaran maka pasien dapat langsung dilarikan ke IGD RSUD Pandega Pangandaran tanpa harus memiliki surat rujukan,” lanjutnya.
Namun kata dr. Liza Octa Ferostina, apabila pasien memerlukan pemeriksaan yang lebih spesifik atau memerlukan fasilitas kesehatan penunjang lebih lengkap, maka pasien dapat dirujuk ke Rumah Sakit di luar Pangandaran.
“Maka pasien dapat langsung dirujuk ke FKRTL (Fasilitas Kesehatan Rujukan Tingkat Lanjut) yang memiliki layanan yang dibutuhkan pasien,” ucapnya.
Masih dikatakan dr. Liza Octa Ferostina, proses rujukan pasien harus melalui prosedur yang telah ditentukan. Petugas RSUD Pandega Pangandaran melakukan komunikasi dan koordinasi dengan rumah sakit tujuan dengan menggunakan aplikasi SISRUTE (Sistem Informasi Rujukan Terintegrasi).
Sementara itu, rencananya kegiatan SOPAN Kunjungi Kecamatan ini direncanakan akan dilakukan berkelanjutan ke seluruh kecamatan di Kabupaten Pangandaran.
“Bahkan rencananya juga akan dilakukan di Kecamatan Kabupaten Cilacap yang berbatasan dengan Kabupaten Pangandaran. Banyak masyarakat dari perbatasan berobat dan dirujuk ke RSUD Pandega Pangandaran,” pungkasnya. (Madlani/R7/HR-Online/Editor-Ndu)