harapanrakyat.com – Jumlah potensi transaksi temu bisnis One Pesantren One Product (OPOP) dari tahun ke tahun terus meningkat. Untuk memperluas pasar produk-produk terbaik OPOP ini, Pemprov Jawa Barat mengirim produk OPOP untuk hadir di pameran luar negeri.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Jawa Barat Kusmana Hartadji menjelaskan, jumlah potensi transaksi temu bisnis OPOP pada 2020 mencapai Rp 21 miliar. Pada saat itu, jumlah pesantren yang menjadi peserta OPOP sebanyak 500 pesantren.
“Untuk transaksi OPOP pada 2021 dengan jumlah peserta 1000 pesantren, transaksinya mencapai Rp 136,5 miliar. Namun pada 2022 terjadi penurunan menjadi Rp Rp 42,1 miliar dengan jumlah peserta sebanyak 270 pesantren,” ungkap Kusmana, Kamis (17/8/2023).
Baca Juga : Wagub Jabar: Program OPOP Jadikan Pesantren Mandiri Secara Ekonomi
Untuk merangsang kembali potensi transaksi OPOP ini, Pemprov Jabar pun menggelar Muharram UKM Terbaik Zilenial (Mumtaz) Festival 2023 dan Temu Bisnis OPOP 2023 pada 18-19 Agustus 2023. Festival tersebut berlokasi di Kawasan Masjid Al Jabar, Kota Bandung. Acara tersebut bertujuan untuk mempromosikan sekaligus memperluas pasar UMKM dan koperasi di Jawa Barat.
Kusmana mengatakan, kegiatan Mumtaz Festival ini menjadi sarana promosi yang tepat untuk tumbuh kembangnya UMKM Jawa Barat di Indonesia dan dunia.
“Selain itu, terjalin kerjasama bisnis antara pelaku usaha dengan pelaku usaha lainnya, meningkatkan link dan network yang semakin luas. Pada akhirnya akan meningkatkan transaksi dan kesejahteraan pelaku usaha,” ucap Kusmana.
Temu Bisnis OPOP 2023 Tingkatkan Transaksi
Sementara Temu Bisnis OPOP 2023, akan digelar pameran produk 200 peserta OPOP 2023. Selain itu, ada pula penyerahan hadiah Juara OPOP Tingkat Provinsi Jawa Barat 2023 bagi 21 pondok pesantren. Pada pelaksanaan temu bisnis menghadirkan offtaker untuk bertransaksi langsung maupun secara online dengan peserta OPOP.
“Selama empat tahun bergulir, sebanyak 2844 pesantren sudah tergabung dalam program OPOP dari target 5000 pesantren hingga 2023. Pada tahun 2023 target 2156 pondok pesantren realisasi mencapai 2174 pesantren ikut dalam kegiatan OPOP. Sehingga, target 5000 pesantren tercapai 5018 pontren,” ucapnya.
Baca Juga : Peserta OPOP Kota Banjar Lolos Nominasi Dapat Hadiah Puluhan Juta
Untuk memperluas pasar produk-produk terbaik OPOP, Kusmana menegaskan, Pemprov Jabar mengirim produk OPOP untuk hadir di pameran luar negeri.
“Tahun 2019 produk OPOP hadir di pameran di Turki. Tahun 2021 produk hadir di Dubai. Bahkan ekspor ke Dubai untuk jengkol, manggis, fesyen, dan sarung. Pada tahun 2022 produk OPOP hadir di Milan dan pameran di Turki. Itulah berbagai upaya kami dalam meningkatkan potensi transaksi OPOP Jawa Barat,” tutur Kusmana.
“Program OPOP banyak ditiru provinsi lain seperti Kalimantan Tengah, Sumatera Utara, Sumatera Barat, hingga Kepulauan Riau. OPOP ini mendapat penghargaan Top 45 Inovasi Pelayanan Publik 2020 pada Kompetisi Inovasi Pelayanan Publik (KIPP) 2020,” Kusmana menambahkan. (Ecep/R13/HR Online)