harapanrakyat.com,- Pernyataan Dedi Mulyadi soal Ibu Negara yang beredar melalui video singkat perlu dimaknai secara luas. Pernyataan tersebut merupakan pesan kuat agar memperlakukan kaum perempuan seperti menghormati Ibu Negara, menyayangi, serta tidak menyakitinya.
Hal itu dikatakan Toto Izul Fatah, peneliti senior LSI (Lingkaran Survei Indonesia) Denny JA, terkait pernyataan Dedi Mulyadi yang tidak mempersoalkan calon presiden Indonesia harus memiliki seorang ibu negara.
Menurut tokoh Jawa Barat Dedi Mulyadi, lanjut Toto, bahwa Indonesia ke depan butuh figur pemimpin yang mau memperlakukan semua kaum perempuan Indonesia itu sebagai ibu negara.
Artinya, pemimpin yang memperlakukan kaum perempuan sebagai manusia istimewa, tidak membiarkannya merasa lapar, tinggal di gubuk reot.
Kemudian, pemimpin yang tidak membiarkan kaum perempuan tak bisa berobat saat sakit, tidak bisa mengenyam pendidikan hingga perguruan tinggi, dan lain-lain.
Pernyataan Dedi Mulyadi Respon Sindiran Lawan Politiknya
Baca Juga: Tokoh Politik Dedi Mulyadi dan Ridwan Kamil Punya Pengikut di Medsos, Siapa Terbanyak?
Toto menilai, apa yang Dedi Mulyadi sampaikan itu punya makna yang luas. Meskipun konteksnya sebagai respon atas sindiran beberapa lawan politiknya terhadap bakal calon presiden Prabowo Subianto yang saat ini sudah tidak lagi memiliki istri.
Menurutnya, Dedi Mulyadi sedang memberikan pesan kuat mengenai cara lain menghormati kaum perempuan.
“Pastinya bukan dalam arti yang sempit bahwa semua perempuan Indonesia itu harus dinikahi serta dijadikan Ibu Negara. Tetapi dalam hal spirit agar memperlakukan seluruh kaum perempuan Indonesia seperti halnya sebagai Ibu Negara,” kata Eksekutif Direktur Citra Komunikasi LSI Denny JA, Toto Izul Fatah kepada wartawan, Kamis (17/8/2023), di Jakarta.
Dalam kontek tersebut, pernyataan Dedi Mulyadi itu sebetulnya sedang berkampanye agar memberikan ruang yang luas kepada wanita untuk berkiprah. Serta memaksimalkan akan peran kewanitaannya.
Bahkan dalam beberapa kesempatan, tokoh Jawa Barat itu sering mengutip salah satu surat dalam Al Quran, yaitu Al Baqarah ayat 187.
Surat tersebut menegaskan “Mereka istri-istrimu adalah pakaian buat kamu. Dan kamu wahai kaum lelaki adalah pakaian bagi mereka,”.
Baca Juga: LSI: Mayoritas Puas dengan Kinerja Jokowi, Tapi Tolak Presiden 3 Periode
Melalui kutipan ayat tersebut, Dedi Mulyadi ingin memberikan pesan bahwa tidak boleh ada sikap yang saling merendahkan antara satu sama lainnya. Karena pria maupun wanita sama-sama saling membutuhkan.
Namun bias dari pandangan lama seringkali kaum perempuan kurang mendapatkan ruang yang luas untuk dirinya berkiprah. Padahal itu sebagai bagian dari spirit untuk menghormati kaum wanita.
Mengharapkan Munculnya Wanita-Wanita Tangguh
Menurut Toto, melalui pernyataan itu Dedi Mulyadi mengharapkan munculnya wanita-wanita tangguh. Seperti halnya Khadijah, Aisyah, Ummu Fadl, Fatimah binti Walid, dan wanita hebat lainnya pada zaman Rasulullah.
Termasuk juga sejumlah ilmuwan perempuan muslim ternama, seperti Zubaidah binti Jafar, Rufaidah al Aslamiyah, hingga Lubna al Qurthubiyah. Serta beberapa tokoh perempuan Nusantara seperti Nyi Ageng Serang, Cut Nyak Dien, Afiah Jenderal Sudirman, Nyai Walidah, dan Malahayati.
Menurut Toto, pernyataan Dedi Mulyadi sebagai seorang politisi seperti itu juga menunjukan kalau ia memiliki kepedulian tinggi terhadap kaum wanita.
Sehingga tak heran ketika turun langsung ke masyarakat, Dedi Mulyadi yang kini sebagai politisi Partai Gerindra itu selalu mendapat sambutan hangat dari kaum perempuan. Bahkan ia sampai dielu-elukan oleh emak-emak. (Eva/R3/HR-Online)