harapanrakyat.com,- Pasca proklamasi kemerdekaan 1945 di Jakarta tak membuat semua orang Indonesia tahu jika negaranya sudah merdeka. Hal ini terjadi lantaran terbatasnya jumlah media.
Selain itu, sejumlah tentara Jepang juga masih belum semuanya meninggalkan republik ini. Akibatnya informasi kemerdekaan masih terbatas pada wilayah Jakarta dan sekitarnya.
Namun, perkumpulan pemuda tak membiarkan ini berlarut-larut. Mereka cukup punya peran andil dalam penyebaran berita proklamasi ke seluruh pelosok negeri.
Termasuk juga penyebaran berita sebelum proklamasi ini dikumandangkan Soekarno-Hatta di Pegangsaan Timur 56 Jakarta.
Sebab, para pemuda waktu itu punya relasi yang luas di Jakarta. Mereka memberitakan secara rahasia jika pada tanggal 17 Agustus 1945, Soekarno-Hatta akan mendeklarasikan proklamasi kemerdekaan.
Dengan adanya berita ini pemuda berharap bisa menyaksikan peristiwa bersejarah tersebut sampai selesai.
Akibat berita proklamasi kemerdekaan di Pegangsaan Timur 56, ribuan warga Jakarta dan sekitarnya datang memadati lokasi tersebut. Mereka ingin menyaksikan Putera Sang Fajar mengumumkan kemerdekaan Indonesia untuk pertama kalinya.
Tidak bisa terbayangkan, bagaimana kalau para pemuda waktu itu tidak menyebarkan berita kemerdekaan kepada rakyat. Apakah kemerdekaan tidak akan berjalan dengan serentak?
Baca Juga: Profil Sarinah, ART Soekarno yang Jadi Nama Mall Pertama di Indonesia
Pemuda Penyebar Berita Proklamasi Kemerdekaan 1945 Bernama Sukarni
Menurut Aman dalam buku berjudul “Sejarah Indonesia Masa Kemerdekaan, 1945-1998”, (2015), pemuda yang mempelopori penyebaran berita proklamasi kemerdekaan 1945 pertama kali di Jakarta adalah Sukarni. Ia mengumpulkan pemuda untuk menyebarluaskan berita proklamasi di Bogor Lama.
Saat itu, para pemuda di sana menyebarkan berita menggunakan seluruh alat komunikas terbatas. Antara lain seperti pengeras suara (toa), kertas pamflet, dan mengumumkannya menggunakan mobil keliling.
Penyebaran berita proklamasi baru seputar di Jakarta dan sekitarnya saja. Sedang beberapa hari kemudian baru dicanangkan untuk memberitakannya ke seluruh Indonesia.
Sebelum proklamasi dimulai misalnya, Sukarni lah pemuda pertama yang menyebarluaskan berita ini pada rakyat luas di Jakarta.
Ia mengimbau supaya siapa saja yang mendapatkan berita ini hadir sebelum pukul 9 pagi di Pegangsaan Timur 56, untuk menyaksikan proklamasi kemerdekaan.
Selain menyaksikan proklamasi kemerdekaan, kehadiran rakyat luas di Pegangsaan Timur 56 juga bertujuan untuk mengawal momentum paling bersejarah ini dari segala macam gangguan. Oleh sebab itu, mereka yang hadir menyaksikan proklamasi membawa senjata bambu runcing.
Baca Juga: Kesaktian Panglima Besar Jenderal Soedirman, Punya Keris dan Bisa Lolos Kepungan Belanda
Melalui Gelombang Radio Berita Proklamasi Sampai ke Pelosok Negeri
Pasca proklamasi dikumandangkan beberapa hari kemudian Sukarni dan pemuda lain memanfaatkan gelombang radio untuk menyebarluaskan berita proklamasi kemerdekaan 1945 ke sejumlah pelosok negeri. Mereka menggunakan radio milik Jepang untuk mengabarkan berita bahwa Indonesia telah merdeka.
Syahrudin adalah wartawan kantor berita Jepang (Domei) yang menapat tugas dari Sukarni untuk mengumumkan berita kemerdekaan melalui radio.
Setelah itu, Syahrudin mengutus penyiar Radio WB bernama F. Wuz untuk memberitakan ke seluruh pelosok Indonesia.
Namun, penyebarluasan berita kemerdekaan ini mendapat hambatan. Tentara Jepang mengetahui berita tersebut dan menyuruh F. Wuz menarik kembali pernyataannya dengan mengatakan jika berita tadi merupakan informasi yang keliru.
Akibat peristiwa ini, militer Jepang membekukan kantor Radio WB pimpinan Syahrudin. Namun, para pemuda tak mau kehilangan akal. Mereka tetap berjuang dan nekad untuk mendirikan pemancar radio baru di Menteng 31.
Adapun turut andil sejumlah teknisi dalam pembangunan pemancar tersebut yakni, Sukarman, Sutanto, Susilahardja, dan Suhandar.
Mereka berhasil membangun radio baru dengan kode panggilan DKJ 1. Melalui radio tersebut berita proklamasi kemerdekaan 1945 terus disiarkan secara massif.
Baca Juga: Kisah Soekarno Semedi di Bawah Pohon Sukun Pengasingan Ende
Ada Peran Buruh Kereta Api
Selain menggunakan radio, penyebarluasan berita proklamasi juga menggunakan media pers dan selebaran (pamflet). Para pemuda bekerjasama dengan buruh kereta api supaya menyebarkan sejumlah surat kabar dan selebaran mengenai kemerdekaan ke seluruh pelosok Indonesia.
Para buruh kereta pun menyanggupi hal ini. Mereka kemudian mengemas sejumlah surat kabar dan selebaran dengan rapi.
Buruh kereta menyimpan barang tersebut jauh dari tempat yang bisa diketahui oleh tentara Jepang. apabila sewaktu di stasiun pemberhentian ada pemeriksaan.
Karena bantuan buruh kereta api inilah. berita proklamasi kemerdekaan mulai tersebar ke seluruh pelosok Indonesia sejak 20 Agustus 1945.
Berita kemerdekaan ini juga mulai dimuat dalam seluruh harian di Jawa dengan menaruhnya di halaman paling depan.
Namun sayang sekali, kisah sejarah ini jarang diajarkan oleh guru-guru sejarah di bangku sekolah. Aliran sejarah Indonesia masih berfokus pada tokoh-tokoh besar, tapi tidak pada unit-unit terkecilnya seperti buruh kereta api. (Erik/R3/HR-Online/Editor-Eva)