Jumat, April 4, 2025
BerandaBerita TerbaruPasca Proklamasi, Pemuda Revolusioner di Bandung Ambil Alih Aset Penjajah

Pasca Proklamasi, Pemuda Revolusioner di Bandung Ambil Alih Aset Penjajah

harapanrakyat.com,- Setelah proklamasi kemerdekaan dikumandangkan Putera Sang Fajar, para pemuda revolusioner di Bandung, Jawa Barat, mengambil alih aset penjajah. Hal ini sebagai salah satu langkah strategi untuk melindungi kemerdekaan dari rongrongan Belanda.

Karena, setelah proklamasi kemerdekaan masih ada persoalan lain yang membuat rakyat susah. Apalagi pada akhir tahun 1945, Belanda kembali datang ke Indonesia bersama Sekutunya.

Peristiwa ini membuat seluruh rakyat Indonesia geram, tak terkecuali dengan para pemuda di Bandung.

Pemuda Bandung menyita hampir seluruh gedung-gedung pemerintah Belanda. Tak hanya itu, mereka juga turut mengakuisisi gudang-gudang amunisi milik tentara Jepang. Penguasaan gudang amunisi ini tujuannya agar Belanda tidak mendapat tambahan amunisi.

Para pemuda ingin membuat Bandung bersih dari penjajah. Mereka merasa Indonesia sudah merdeka dan tidak ada satu pihak yang bisa menggugatnya.

Oleh sebab itu, desas-desus Belanda akan menguasai kembali Indonesia membuat para pemuda revolusioner Bandung siap mati membela kedaulatan republik ini.

Semangat revolusi pemuda di Bandung menginspirasi banyak pemuda di kota-kota lain untuk mengadakan gerakan.

Mereka membangun solidaritas kuat sesama pejuang republik. Tujuannya satu, menjaga kedaulatan RI agar terhindar dari kuasa Belanda yang hendak merusaknya kembali.

Baca Juga: Kiprah Orang Kiri dalam Kemerdekaan Indonesia yang Terlupakan

Pemuda Revolusioner di Bandung Ambil Alih Gedung Milik Belanda

Menurut Aman dalam buku berjudul “Sejarah Indonesia Masa Kemerdekaan 1945-1998” (2015), gerakan pemuda mempertahankan kedaulatan di Bandung sudah muncul sejak awal September 1945.

Sejak saat itu Bandung sudah menerapkan daerah siaga penjajah. Mereka berjaga-jaga dari pihak asing yang hendak menguasai kembali negerinya.

Tak lama setelah itu Belanda datang dengan semangat Reconquesta untuk menguasai kembali negeri jajahannya yang hampir 4 tahun mereka tinggalkan.

Akibat peristiwa ini, maka pada tanggal 14 Oktober 1945 para pemuda di Bandung memutuskan untuk bergerak melawannya.

Sejak saat itu para pemuda di Kota Kembang ini melakukan boikot daerahnya. Selain itu, mereka juga mengambil paksa gedung-gedung milik Pemerintah Hindia Belanda. Mereka mengosongkan tempat tersebut dan membakar seluruh arsip di dalamnya.

Aksi ini berlangsung sesuai kesepakatan perwira Jepang bernama Mabuchi dengan Residen Priangan Puradiredja. Adapun isi dari kesepakatan tersebut terdiri dari:

(1)       Bendera merah putih boleh dikibarkan di gudang-gudang senjata milik Jepang

(2)       Diadakan patroli bersama yang dipimpin pihak Indonesia

(3)       Jepang bertanggung jawab penuh penjagaan gudang

(4)       Residen Puradiredja, Mabuchi, dan KNI Bandung, dan BKR mengatur pengangkutan serta penggunaan barang-barang. Khususnya senjata yang berada dalam gudang tersebut.

Baca Juga: Eksotisme Jembatan Cirahong Ciamis Peninggalan Kolonial Belanda

Memaksa Jepang Menyerahkan Senjata

Selain mengambil alih gedung-gedung Pemerintah Belanda, para pemuda revolusioner di Bandung juga mengambil alih gudang-gudang persenjataan milik tentara Jepang.

Mereka memaksa Jepang untuk menyerahkan seluruh isi gudang amunisi kepada rakyat Bandung sebelum Belanda datang.

Peristiwa ini juga sempat diwarnai kericuhan. Masih ingat dengan Mohammad Toha? Ia merupakan pahlawan nasional dari Jawa Barat yang gugur karena perebutan paksa gudang peluru milik Jepang di daerah Dayeuhkolot, Bandung.

Di sisi lain Jepang tidak ingin seluruh senjatanya dikuasai oleh rakyat Indonesia. Mereka harus menjaga amunisi tersebut sampai Belanda datang.

Jepang sudah menandatangani perjanjian jika nanti Belanda datang seluruh persenjataan miliknya harus disetorkan semua.

Jadi, jika Jepang melanggar kesepakatan itu maka Belanda akan menganggap negara tersebut pengkhianat. Resikonya mendapat peringatan yang bisa membuat negerinya kembali mendapatkan trauma dengan peristiwa yang pernah terjadi di Hiroshima dan Nagasaki.

Namun, karena kekuatan Jepang sudah melemah, penjagaan gudang amunisi tidak semuanya berjalan dengan baik.

Baca Juga: Sentimen Anti Barat Tahun 1960 dan Karakter Soekarno yang Kontradiksi

Beberapa gudang senjata milik mereka yang berhasil direbut pemuda salah satunya sejumlah gudang peluru yang ada di Kota Bandung ini.

Pemuda Mengobarkan Semangat Bandung Lautan Api

Walaupun sejumlah gudang peluru Jepang jatuh ke tangan pemuda revolusioner di Bandung, mereka tetap belum puas karena Belanda berhasil datang ke Kota Kembang melalui bantuan Jepang. Peristiwa ini mengundang puncak kemarahan pemuda Bandung pada 23 Maret 1946.

Para pemuda mengobarkan semangat Bandung lautan api kepada seluruh rakyat yang tinggal di kota tersebut.

Kabilah muda memicu revolusi kali kedua terjadi di Tanah Priangan. Mereka memanfaatkan senjata rampasan milik Jepang untuk bergerilya memerangi Belanda.

Sebelum pergi bergerilya, rakyat Bandung membakar seluruh gedung-gedung peninggalan Belanda. Mereka menghanguskan sejumlah arsip yang ada di dalam kantor tersebut. Tujuannya tidak lain untuk membuat Belanda kehilangan jejak dan mengalami kerugian.

Dengan demikian, Belanda akan kesulitan mengelola Bandung karena rakyat membakar habis seluruh aset peninggalan Belanda.

Peristiwa yang kemudian dikenal dengan Bandung Lautan Api ini konon menginspirasi sejumlah perjuangan di beberapa kota-kota besar yang lain. (Erik/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Pria Disabilitas Asal Grobogan

Pria Disabilitas Asal Grobogan Jadi Korban Curas di Sumedang, Polisi Buru Pelaku

harapanrakyat.com,- Seorang pria disabilitas asal Grobogan, Jawa Tengah, menjadi korban pencurian dengan kekerasan (curas) di Jalan Raya Sumedang-Subang. Tepatnya di Dusun Sela Awi, Desa...
Contraflow dan One Way

Jadwal Contraflow dan One Way Arus Balik Lebaran 2025

harapanrakyat.com,- Korlantas Polri menerapkan sistem contraflow dan one way guna mengantisipasi kepadatan kendaraan tujuan Jakarta pada arus balik Lebaran 2025. Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit...
Layanan libur lebaran

Permudah Urus Dokumen Kependudukan, Disdukcapil Ciamis Buka Layanan saat Libur Lebaran, Catat Waktunya!

harapanrakyat.com,- Permudah masyarakat urus dokumen, Disdukcapil Ciamis menggelar pelayanan khusus di luar jam kerja. Acara ini berlangsung Kamis (3/4/2025) malam. Pelayanan di luar jam kerja...
Wisata Tanjung Duriat

Momen Libur Lebaran 2025, Wisata Tanjung Duriat di Sumedang Diserbu Pengunjung

harapanrakyat.com,- Mengisi momen libur panjang lebaran Idul Fitri 1446 Hijriah, ribuan wisatawan memadati wisata Tanjung Duriat yang berada di Pesisir Waduk Jatigede. Tempat ini...
Rainbow Slide Nalisa Cipanten di Majalengka

Menjajal Rainbow Slide Nalisa Cipanten yang Lagi Viral di Majalengka, Favorit Wisatawan saat Libur Lebaran

harapanrakyat.com,- Rainbow Slide di objek wisata Nalisa Cipanten, Kecamatan Sindang, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat sedang viral dan menjadi buruan wisatawan. Luar biasanya, wahana Rainbow...
Kapan ASN Harus Masuk Kantor Usai Lebaran 2025? Ini Jawaban Wamendagri

Kapan ASN Harus Masuk Kantor Usai Lebaran 2025? Ini Jawaban Wamendagri

harapabrakyat.com,- Seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) harus sudah masuk kantor pada Selasa tanggal 8 April 2025 seusai libur lebaran. Oleh karena itu, ASN tidak...