Klasifikasi filum Arthropoda dapat kita bedakan menjadi beberapa kelompok. Proses klasifikasi ini mengacu pada struktur tubuh, cara hidup, ukuran, hingga karakteristik yang Arthropoda miliki. Sehingga membutuhkan kecermatan untuk melakukan pengelompokan.
Filum Arthropoda sendiri adalah salah satu spesies yang paling beragam. Di dunia ini, terdapat lebih dari satu juta jenis Arthropoda yang sudah berhasil teridentifikasi. Mereka memiliki tata cara hidup yang luar biasa di berbagai lingkungan.
Baca Juga: Ciri-ciri Hewan Vertebrata, Kelompok Tanpa Tulang Belakang
Istilah arthropoda berasal dari bahasa Yunani “arthron” yang memiliki makna ruas dan segmen. Serta “pous” atau “podos” yang artinya kaki. Istilah ini menilik pada ciri khas fisik filum Arthropoda yang beruas-ruas atau bersegmen.
Klasifikasi Filum Arthropoda yang Perlu Anda Ketahui
Sebelum membahas lebih detail tentang klasifikasinya, sebaiknya kita mengenal lebih dulu perihal ciri-ciri Arthropoda. Ciri khas Arthropoda yang paling menonjol adalah eksoskeletonnya terbuat dari kitin.
Struktur ini mampu memberikan dukungan, melindungi tubuh, hingga memungkinkan gerakan. Namun juga memerlukan molting secara berkala saat hewan tumbuh.
Seperti telah tertera sebelumnya, tubuh Arthropoda terbagi menjadi beberapa segmen. Mereka umumnya memiliki appendages (alat tambahan) yang punya banyak fungsi. Sebut saja kaki, antena, dan mulut yang terbentuk sesuai kebutuhan masing-masing kelompok.
Selain itu, sistem pernapasan Arthropoda juga cukup bervariasi. Beberapa dari mereka memiliki paru-paru buku (book lungs), insang, dan sebagian menggunakan trakea. Sebuah jaringan tabung kecil yang berguna dalam membawa udara langsung ke sel-sel tubuh. Adapun klasifikasi filum Arthropoda antara lain:
1. Kelas Arachnida
Arachnida merupakan salah satu kelas yang menarik dalam filum Arthropoda. Mereka mencakup laba-laba, kalajengking, dan tungau. Kelas ini memiliki ciri khas yang membedakannya dari kelompok Arthropoda lainnya.
Seperti struktur tubuh yang terdiri dari dua bagian utama, yakni cephalothorax (kepala dan dada) dan abdomen. Arachnida juga memiliki empat pasang kaki yang melekat pada bagian cephalothorax.
Sehingga total keseluruhan kaki ada delapan. Selain itu, kelas ini mempunyai cangkang luar atau eksoskeleton yang berguna dalam melindungi tubuh mereka.
Baca Juga: Laba-Laba Punggung Merah Berbahaya, Kenali Ciri-cirinya
Arachnida sendiri bernapas melalui struktur bernama bukaan buku. Meski begitu, beberapa anggota seperti laba-laba, memiliki paru-paru buku untuk pertukaran gas. Sedangkan jenis lain layaknya kalajengking, menggunakan bukaan khusus di bagian perut untuk bernapas.
Metode reproduksi dalam Arachnida cukup bervariasi. Beberapa spesies bertelur yang kemudian berkembang menjadi larva. Sedangkan yang lainnya melahirkan anak mirip manusia dewasa namun lebih mandiri.
2. Kelas Crustacea
Klasifikasi filum Arthropoda yang kedua adalah kelas Crustacea. Jenis ini mencakup udang, lobster, kepiting, dan sejenisnya. Mereka mampu hidup di berbagai habitat, baik darat maupun perairan, serta memiliki peran ekologis yang signifikan.
Crustacea sendiri populer berkat ciri-ciri khususnya. Seperti tubuh yang terlindungi eksoskeleton, appendages bercabang, hingga kehadiran mata majemuk. Tubuh crustacea terdiri dari tiga bagian utama yakni kepala, toraks, dan abdomen.
Kelas Crustacea memiliki nilai jual yang tinggi. Lobster, kepiting, dan udang adalah bahan makanan lezat dan mahal yang banyak konsumen cari dalam industri kuliner. Namun, penangkapan berlebihan dapat mengancam populasi Crustacea tertentu.
3. Kelas Myriapoda
Di urutan ketiga dalam klasifikasi filum Arthropoda ada Myriapoda, atau populer dengan sebutan 1000 kaki. Meskipun namanya menunjukkan adanya ribuan kaki. Namun, sebagian besar spesies Myriapoda tidak memiliki seribu kaki yang sebenarnya.
Myriapoda memiliki ciri khas tubuh yang terdiri dari beberapa segmen dengan ukuran hampir sama. Setiap segmen biasanya menopang sepasang kaki. Mereka juga memiliki eksoskeleton yang keras dan berganti secara berkala.
Kelompok ini terbagi menjadi beberapa kelas utama, termasuk Chilopoda (kelabang seribu) dan Diplopoda (kelabang dua ratus).
Tubuh Chilopoda berukuran panjang dan pipih dengan sepasang antena di kepala. Mereka juga memiliki dua pasang mata yang dapat merasakan cahaya redup. Sebagai perlindungan, mereka memiliki alat penggigit untuk menyuntikkan racun pada mangsanya.
Sementara Diplopoda memiliki tubuh silinder dan tidak terlalu panjang. Setiap segmen pada tubuhnya memiliki dua pasang kaki, dan cenderung memakan bahan organik yang membusuk. Sehingga tidak terlalu berbahaya seperti Chilopoda.
4. Kelas Insecta
Klasifikasi filum Arthropoda yang terakhir adalah Insecta atau kelas serangga. Insecta menjadi hewan yang memiliki ragam paling banyak. Dengan bentuk, ukuran, serta adaptasi yang yang bervariasi. Mulai dari hutan hujan lebat hingga padang rumput yang kering.
Baca Juga: Kenapa Kepiting Jalannya Miring? Ternyata Ini Alasan Utamanya!
Insecta memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Sebagai predator, mereka membantu mengendalikan populasi hama dengan memangsa serangga-serangga yang merusak tanaman. Di sisi lain, Insecta juga berperan sebagai polinator yang memfasilitasi penyerbukan tanaman.
Nah, itulah penjelasan lengkap tentang klasifikasi filum Arthropoda dan ciri-cirinya. Sekian, semoga informasi ini bermanfaat! (R10/HR-Online)