Kamis, April 3, 2025
BerandaBerita TerbaruKesaktian Panglima Besar Jenderal Soedirman, Punya Keris dan Bisa Lolos Kepungan Belanda

Kesaktian Panglima Besar Jenderal Soedirman, Punya Keris dan Bisa Lolos Kepungan Belanda

harapanrakyat.com,- Panglima Besar Jenderal Soedirman terkenal sebagai pejuang revolusi yang berjasa besar. Sejak remaja, Jenderal Soedirman yang lahir di Purbalingga, 24 Januari 1916 itu sudah terlihat memiliki bakat dalam bidang militer.

Hingga pada akhirnya ia menjadi perwira tinggi di awal kemerdekaan tahun 1945. Pada awal revolusi, Soedirman ditunjuk sebagai Panglima Tentara Keamanan Rakyat (TKR).

Dalam TKR, banyak yang mengenal Soedirman sebagai sosok bersahaja, tegas, pemberani, dan religius. Sejumlah prajurit TKR menyebut Soedirman sebagai sosok yang kharismatik.

Walau hanya hidup dengan satu paru-paru, Soedirman tetap memberikan yang terbaik untuk pertahanan negara Indonesia saat itu.

Selama perang revolusi ia sedang sakit, namun Soedirman sering membantahnya dengan mengatakan, “Yang sakit itu Soedirman, Panglima Besar Jenderal Soedirman tidak pernah sakit”.

Selain tampil dengan sosok kharismatik, Panglima Jenderal Soedirman juga terkenal dengan kesaktian yang sering melengkapi catatan menarik dalam buku-buku sejarah. Konon Soedirman memiliki sebilah keris dan pernah lolos dari kepungan Belanda.

Kisah menarik ini membuat semua orang yang pernah mendengarnya terperangah terheran-heran. Sejumlah saksi sejarah menyebutkan kisah ini benar.

Bahkan cerita tersebut pernah diangkat dalam film layar lebar berjudul Jenderal Soedirman, yang diperankan aktor kenamaan Adipati Dolken beberapa tahun lalu.

Baca Juga: Peran Pengusaha Kretek di Kudus dalam Gerakan Pers Bumiputera Zaman Kolonial

Lantas bagaimana sejarah perjuangan Jenderal Soedirman dalam memperjuangkan kemerdekaan Indonesia? Langsung saja simak ulasan berikut ini.

Pengkhianatan yang Membawa Kesaktian Panglima Besar Jenderal Soedirman

Menurut Sardiman dalam buku berjudul “Panglima Besar Jenderal Soedirman, Kader Muhammadiyah” (2000), pada masa-masa sulit revolusi Jenderal Soedirman bersama pasukannya bergerilya ke hutan-hutan rimba di Pulau Jawa.

Ketika pasukan mereka masuk wilayah Jawa Timur, warga Kediri menyambut hangat kedatangan Jenderal Soedirman untuk menginap di salah satu rumah petani.

Saat pasukan istirahat, tanpa Soedirman sadari ada pengkhianat yang melaporkan keberadaannya kepada Belanda.

Singkat cerita si pengkhianat langsung mengantarkan Belanda menemui Soedirman. Namun, ketika pasukan Belanda sampai di lokasi yang ditemukan, mereka hanya sekumpulan orang yang sedang berdzikir.

Komandan Belanda tidak mempercayai jika Kyai yang berada di tengah santrinya itu adalah Jenderal Soedirman.

Akibat merasa dibohongi oleh si penghianat tadi, komandan Belanda pun langsung menembaknya sampai tewas.

Baca Juga: Pasca Proklamasi, Pemuda Revolusioner di Bandung Ambil Alih Aset Penjajah

Soedirman dan pasukannya selamat, tentara Belanda pergi meninggalkan mereka tanpa melukai sedikitpun para pejuang republik yang saat itu bersama sang Panglima Besar.

Soedirman Menjaga Diri Menggunakan Air Wudhu

Masih menurut Sardiman, peneliti sejarah senior di kampus UNY ini menemukan fakta menarik terkait kebiasaan Jenderal Soedirman yang selalu menjaga diri menggunakan air wudhu. Konon Soedirman tak pernah lepas dari air wudhu setiap harinya.

Sama seperti dengan sholat lima waktu, Jenderal Soedirman juga tak pernah lupa untuk berdzikir dan memohon segala pertolongan kepada Allah SWT. Oleh sebab itu, banyak karomah-karomah sang Jenderal yang bisa dijelaskan dengan logika.

Panglima Besar Jenderal Soedirman tidak pernah meninggalkan sholat lima waktu. Ia selalu taat pada ajaran agama dan sering berbuat baik kepada sesama. Hal ini tak lepas dari pola asuh sang Jenderal semenjak kecil yang juga menjadi kader Muhammadiyah.

Tidak seperti kebanyakan anak-anak saat itu, Soedirman remaja sudah menjadi kader Muhammadiyah yang aktif dalam berbagai kegiatan organisasi.

Bahkan Sardiman mengklaim jika keterampilan militer Jenderal Soedirman berasal dari aktivitas Hizbul Waton (HW), yakni organisasi kepanduan yang bentukan Muhammadiyah.

Baca Juga: Kisah PSK Saritem Jadi Mata-Mata Sukarno, Bantu Perang Lawan Belanda 1945

Selalu Membawa Keris Saat Bergerilya

Keris peninggalan Panglima Besar Jenderal Soedirman yang saat ini menjadi koleksi Museum Benteng Vredeburg, DIY. Foto: Museum Vredeburg

Selain religious, Panglima Besar Jenderal Soedirman juga terkenal sebagai pemuda yang taat budaya. Sebagai orang Jawa, ia tidak pernah lupa dengan tradisi leluhurnya yang sering membawa keris saat berpergian.

Jenderal Soedirman memiliki keris yang jadi simbol keberanian hidup. Konon keris tersebut berasal dari pemberian Kyai yang ada di daerah Pacitan.

Namun, berita mengenai hal itu masih simpang siur. Informasi tersebut harus didalami lagi kebenarannya.

Berdasarkan keyakinan pengikut Soedirman kala itu, keris tersebut adalah pemberian Kyai Pacitan untuk menyelamatkan bangsa dan negara Indonesia.

Sebagian prajurit yang pernah ikut bergerilya dengan sang Jenderal percaya jika sering lolosnya Soedirman dari kepungan Belanda juga karena kesaktian keris tersebut.

Jenderal Soedirman tak pernah melepas keris saat gerilya berlangsung. Biasanya benda pusaka itu sering disimpan di pinggangnya saat ia sedang menggunakan pakaian panjang.

Adapun salah satu saksi sejarah pernah mengatakan jika Panglima Besar Jenderal Soedirman sukses mengusir Belanda karena kerisnya.

Saat itu Belanda sudah mengepung pasukan Soedirman. Kemudian sang Jenderal pun mengacungkan kerisnya ke udara. Tanpa diduga awan mendadak hitam dan badai pun turun membuat. Kondisi ini membuat tentara Belanda berlarian meninggalkan pasukan republik. (Erik/R3/HR-Online/Editor: Eva)

Sungai Citalahab di Kertahayu

Sungai Citalahab di Kertahayu Ciamis Meluap, Satu Keluarga Terjebak Banjir

harapanrakyat.com,- Sungai Citalahab di Kertahayu, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, meluap, relawan Sigab Persis Ciamis lakukan evakuasi satu keluarga yang terjebak banjir di...
Kolam Ikan Milik Warga

Hujan Deras di Kota Banjar, Sawah hingga Kolam Ikan Milik Warga Terendam Banjir

harapanrakyat.com,- Hujan deras yang melanda wilayah Kota Banjar, Jawa Barat, pada Rabu (2/4/2025) sore menyebabkan area persawahan hingga kolam ikan milik warga di Dusun...
Anak Sungai Citalahab Meluap

Hujan Mengguyur Pamarican Ciamis Sebabkan Anak Sungai Citalahab Meluap, 12 Rumah Terendam

harapanrakyat.com,- Curah hujan yang terus mengguyur membuat anak Sungai Citalahab di Desa Sukahurip, Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, meluap. Akibatnya 12 rumah di...
Pohon Jati Tumbang

Sejumlah Pohon Jati Tumbang Timpa Rumah Warga dan Tutup Jalan di Pamarican Ciamis

harapanrakyat.com,- Hujan disertai tiupan angin kencang menyebabkan sejumlah pohon jati tumbang menimpa rumah dan menutup akses jalan di wilayah Kecamatan Pamarican, Kabupaten Ciamis, Jawa...
Jalan Utama Penghubung Jatiwaras

Longsor di Tasikmalaya Tutup Akses Jalan Utama Penghubung Jatiwaras-Salopa

harapanrakyat com,- Akibat hujan deras, jalan utama penghubung Jatiwaras-Salopa longsor. Tepatnya di Kampung Demunglandung, Desa Papayan, Kecamatan Jatiwaras, Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat, Rabu (2/4/2025)...
Rumah ludes terbakar Ciamis

Rumah di Ciamis Ludes Terbakar, Diduga Ini Penyebabnya!

harapanrakyat.com,- Sebuah rumah di Lingkungan Karangsari, Kelurahan Maleber, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat ludes terbakar. Kebakaran itu terjadi Rabu (2/4/2025) sore sekitar pukul...