Hamzah bin Abdul Muthalib sangat berkaitan erat dengan Rasulullah SAW. Hal ini karena Hamzah bin Abdul Muthalib adalah paman sekaligus sahabat Nabi Muhammad SAW. Kisahnya pun terukir secara jelas di dalam sejarah Islam.
Hamzah bin Abdul Muthalib dan Biografinya
Sebagaimana yang sudah kita singgung tadi bahwa Hamzah adalah paman Rasulullah. Orangtuanya bernama Abdul Muthalib dan Haulah.
Di keluarganya, ia juga memiliki saudara kandung yang namanya Abu Lahab serta Abu Thalib. Hamzah mulai memeluk agama Islam di tahun kedua kenabian.
Baca Juga: Kisah Abdurrahman bin Auf RA, Sahabat Nabi yang Gemar Sedekah
Sebagai paman sekaligus sahabat Rasulullah, sudah ada banyak perang yang Hamzah ikuti. Sebut saja perang Badar dan perang Uhud.
Julukan Hamzah
Hamzah bin Abdul Muthalib memiliki banyak julukan. Salah satunya yakni Asadullah. Julukan tersebut berarti Singa Allah. Hal ini karena Hamzah memiliki keberanian yang besar dalam membela agama Islam dan melindungi Rasullullah di mana saja.
Selain itu, Hamzah juga mendapatkan julukan sebagai Sayyidus Syuhada. Julukan ini memiliki pengertian berupa Pemimpin Para Syuhada.
Kisah Hamzah di Perang Badar
Perang Badar adalah salah satu perang yang Hamzah ikuti. Di perang ini, Rasulullah mengutus Hamzah jadi pemimpin kaum muslimin. Saudara sepersusuan Rasulullah tersebut pun menerimanya dengan sepenuh hati.
Perang ini terjadi pada 17 Maret 624 Masehi atau 17 Ramadhan 2 Hijriyah di Laut Merah dan Madina. Pada dasarnya, perang ini berupa perang tanding satu lawan satu dengan 3 orang Mekah.
Ketiga kaum muslimin tak lain adalah Hamzah bin Abdul Muthalib, Ali, dan Ubaydah ibn Harits. Berbeda dengan Hamzah dan Ali, Ubaydah terluka karena perang tanding tersebut.
Peperangan berlanjut di pagi selanjutnya. Barisan kaum muslimin tetap rapat, sementara kaum Quraisy melancarkan cara ceroboh seperti halnya memborbardir musuh.
Akan tetapi, saat menjelang siang, kaum Quraisy kabur usai mengalami kekalahan. Karena hal itu, kaum muslimin jadi pemenangnya.
Kisah Hamzah di Perang Uhud
Selain perang Badar, Hamzah juga ikut serta di perang Uhud. Di perang Badar sebelumnya, Hamzah berhasil mengalahkan Thu’aimah in Adi, paman Wahsyi.
Wahsyi pun bertekad untuk membalaskan dendam. Bahkan ia bisa bebas dari perbudakan jika mampu mengalahkan Hamzah bin Abdul Muthalib sebagaimana janji Jubair.
Baca Juga: Khalid Bin Walid Memenggal Jin Uzza, Penunggu Berhala
Untuk tujuan tersebut, Wahsyi lantas ikut rombongan perang Uhud dengan Abu Sufyan sebagai pimpinannya. Ia ada di barisan belakang dekat dengan barisannya perempuan.
Wahsyi termasuk mahir dalam melempar lembing. Hal itulah yang membuatnya yakin bisa mengalahkan Hamzah.
Nyatanya benar adanya. Hamzah terkena lembing Wahsyi tepat di perutnya sampai tembus ke selangkangan.
Wahsyi pun mendekati Hamzah untuk mencabut lembingnya. Kaum Quraisy juga melakukan berbagai hal keji pada mayat kaum muslimin, tak terkecuali pada mayat Hamzah.
Hal keji tersebut seperti halnya merobek perut, mencongkel mata, mengambil organ hati, dan lainnya. Kepergian Hamzah yang mati syuhada di jalan Allah SWT ini meninggalkan duka mendalam bagi kaum muslimin, terutama Rasulullah SAW.
Keteladanan Hamzah
Setelah mengetahui biografi dan kisah Hamzah bin Abdul Muthalib dalam berbagai perang selama hijrah bersama Rasulullah SAW, tak kalah penting pula untuk memahami keteladanannya. Adapun beberapa keteladanannya ialah sebagai berikut.
Berpendirian Teguh
Hamzah memiliki pendirian teguh dalam membela agama Islam. Pendirian ini membuatnya jadi sosok berpengaruh dalam kenabian Rasulullah SAW.
Keberanian Besar
Selain memiliki pendirian yang teguh, Hamzah juga memiliki keberanian tinggi. Ia tidak takut berperang dan melawan kaum Quraisy. Tak terkecuali pula ketika ia harus berhadapan satu lawan satu dengan musuh.
Cerdas
Bukan hanya berpendirian teguh dan memiliki keberanian yang besar saja, rupanya Hamzah bin Abdul Muthalib juga cerdas. Hal ini terlihat dari strategi yang ia lancarkan ketika memimpin kaum muslimin dalam berperang melawan musuh.
Baca Juga: Sahabat Nabi yang Masih Hidup dan Bisa Kita Jumpai Langsung
Sudah seharusnya umat muslim meneladani sikap Hamzah yang tidak gentar saat membela dan menegakkan agama Islam. Dengan sikap tersebut, Hamzah tidak pernah berhenti untuk melindungi Rasulullah SAW.
Setelah menyimak uraian di atas, Anda bisa tahu bagaimana biografi, kisah, dan keteladanan dari sosok paman Rasulullah SAW yang bernama Hamzah bin Abdul Muthalib. Melihat betapa beraninya di medan perang, tak heran jika Hamzah mendapatkan julukan sebagai singa Allah. (R10/HR-Online)