Binatang berkulit keras di dunia ini sebenarnya cukup banyak. Berikut akan kita bahas beberapa contoh binatang yang berkulit keras tersebut. Hewan memang memiliki pertahanan tubuh yang mumpuni untuk melindungi tubuhnya sendiri dari berbagai hal. Baik itu dari ancaman predator maupun dari perubahan cuaca yang ekstrim di lingkungannya.
Pertahanan tubuh akan membuat hewan-hewan tersebut terhindar dari berbagai bahaya. Sehingga mereka bisa terus melanjutkan hidup dan bisa menghindari ancaman dengan mudah.
Baca Juga: Biofluoresensi pada Amfibi, Fenomena Hewan Bercahaya
Hewan bisa mempertahankan diri dari predator atau ancaman dengan berbagai cara. Misalnya seperti cicak yang memutuskan ekornya untuk mengecoh predator, bunglon mengubah warna kulit, dan sebagainya. Ada pula hewan yang melindungi tubuhnya menggunakan kulit yang keras.
Binatang Berkulit Keras, Berikut Beberapa Contohnya
Sama seperti manusia, hewan juga memiliki kulit yang menjadi lapisan paling luar tubuhnya. Kulit pada hewan tentunya juga memiliki banyak fungsi yang penting untuk mereka sendiri. Misalnya kulit mereka berfungsi sebagai alat perasa, pelindung jaringan di bawahnya.
Lalu untuk memberi bentuk, tempat sintesis vitamin D, menjadi alat gerak pada ular. Kulit bisa menjadi alat pernapasan pada amfibi hingga menjadi tempat penyimpanan energi pada domba dan babi. Kemudian kulit juga bisa berperan mengatur suhu yang aman untuk tubuh.
Selain itu, kulit juga bisa berperan untuk melindungi tubuh hewan dari serangan luar. Terutama kulit hewan dengan tekstur keras dan memiliki ukuran yang cukup tebal. Kulit tersebut mampu menghindari ancaman dari predator, serangga, maupun pengganggu lainnya.
Binatang berkulit keras ini pun hingga sekarang masih ada dan bisa kita lihat secara langsung. Baik itu melihatnya di alam bebas, di kebun binatang, maupun di tempat penangkarannya. Nah, berikut ini adalah beberapa contoh hewan berkulit keras yang perlu Anda ketahui:
Buaya
Hewan pertama yang memiliki kulit kuat dan tebal untuk melindungi tubuh mereka yaitu buaya. Tentunya Anda sudah tidak asing lagi dengan hewan karnivora menyeramkan ini bukan? Buaya memiliki kulit keras dengan benjolan yang tersebar di seluruh tubuhnya.
Baca Juga: Klasifikasi Filum Arthropoda Berdasarkan Struktur dan Karakternya
Benjolan tersebut terdapat di kepala, badan, rahang, mulut, bahkan di antara gigi mereka. Menurut penelitian, benjolan tersebut berfungsi sebagai organ sensorik yang mempengaruhi indera peraba buaya. Meskipun tebal dan kuat, namun kulit buaya ternyata juga cukup sensitif.
Contoh Binatang Berkulit Keras Badak
Hewan yang terancam punah satu ini juga memiliki kulit yang tebal dan pastinya keras. Bahkan ketebalan dari kulit badak bisa mencapai 5 cm yang berlapis dengan kolagen. Kulitnya yang kuat jelas mampu melindungi badak dari gigitan predator di alam bebas.
Namun, kulit badak ternyata juga cukup rentan terhadap sengatan dari sinar matahari. Sehingga mereka sering berendam di lumpur untuk menjaga tubuhnya agar tetap lembab. Kulitnya pun bisa terlindungi dari sinar matahari dan gigitan parasit seperti serangga dan kutu.
Trenggiling
Trenggiling memiliki tubuh yang memanjang dan sisik besar yang tersusun membentuk perisai. Kulit luar seperti perisai berlapis itulah yang kemudian menjadi alat perlindungan tubuh mereka. Ketika mendapat gangguan, binatang berkulit keras ini akan menggulung tubuhnya seperti bola.
Dengan begitu tubuhnya bisa terlindungi dengan kulit luarnya yang keras dan kuat. Selain itu, mereka juga bisa mengibaskan ekornya agar pengganggu terluka karena ekornya. Kini trenggiling terancam keberadaannya karena sering menjadi objek perdagangan hewan liar.
Armadillo
Armadillo merupakan hewan mamalia bercangkang yang masih satu kerabat dengan trenggiling. Perisai kulit tersebutlah yang kemudian berperan sebagai tameng untuk melindungi kepala dan punggungnya. Sebab, perisai yang terdiri atas lempengan tulang sangat keras dan kuat.
Baca Juga: Mamalia yang Hidup di Laut, Sea Otter hingga Walrus
Kebanyakan dari mereka memiliki tiga, bahkan empat lapisan perisai kulit yang kuat. Meskipun begitu, ada beberapa dari mereka yang hanya memiliki dua lapisan perisai kulit. Sama seperti tenggiling, mereka juga akan menggulung tubuhnya menjadi bola saat terancam.
Itulah beberapa contoh binatang berkulit keras yang berguna sebagai perlindungan tubuh mereka. Dengan kulit keras tersebut, mereka bisa terhindar dari gigitan predator mematikan yang menyerang. Sehingga tubuh mereka tetap aman dan terlindungi serta keselamatannya juga terjaga. (R10/HR-Online)