Awan di planet Neptunus merupakan fenomena misterius yang membentang di lapisan atmosfer tebalnya. Gugusan awan ini sebagian besar terbentuk dari hidrogen dan helium. Namun, salah satu unsur yang memberikan warna serta keunikan pada awan Neptunus adalah metana.
Komponen metana tersebut dapat menangkap sinar matahari kemudian memantulkannya dalam spektrum warna biru. Oleh karena itu, Neptunus terlihat memiliki warna kebiruan yang intens ketika kita amati dari jarak jauh.
Awan di Planet Neptunus, Berikut Strukturnya
Awan-awan Neptunus terdiri dari beberapa lapisan yang membentuk struktur rumit dan kompleks. Pada lapisan paling atas ada gugusan awan berwarna putih dan bertekstur tipis.
Baca Juga: Planet Berwarna Biru di Tata Surya, Uranus dan Neptunus Si Raksasa Es
Kemudian tepat di bawahnya terdapat lapisan awan biru yang cenderung lebih tebal. Sementara lapisan paling dalam adalah awan yang terbuat dari kristal es.
Lapisan-lapisan ini membentuk pola yang tidak tetap. Sehingga dapat berubah-ubah seiring dengan pergerakan angin maupun kondisi atmosfer di Neptunus.
Hal paling menarik adalah awan-awan di Neptunus memiliki beberapa keunikan yang membedakannya dengan planet lain.
Salah satu keunikannya yaitu kecepatan angin di planet ini yang sangat tinggi. Angin-angin tersebut dapat berhembus dengan kecepatan mencapai 2.400 kilometer per jam. Ukurannya lebih cepat daripada angin badai terkuat di Bumi.
Fenomena Awan Menghilang di Neptunus
Selain kecepatan anginnya yang luar biasa, keunikan lain dari Planet Neptunus adalah fenomena awan yang hilang. Seperti telah tertera sebelumnya, Neptunus memiliki gugusan awan tebal yang menyelimuti permukaannya.
Namun dalam beberapa tahun terakhir, sejumlah ilmuwan menyebutkan bahwa awan di planet Neptunus tiba-tiba menghilang. Tim peneliti sebelumnya melihat foto Neptunus antara tahun 1994 dan 2022. Dari sana, mereka mendapati pola berbeda yang sudah ada sejak tahun 2019.
Di sekeliling garis lintang tengah Neptunus, gugusan awannya terlihat sudah semakin pudar. Imke de Pater yang merupakan Profesor Astronomi di University of California juga merasa heran. Pihaknya bersama rekan-rekan peneliti memutuskan mencari lebih dalam perihal fenomena ini.
Dari kajian yang sudah mereka lakukan, terdapat beberapa hipotesis untuk menjelaskan fenomena hilangnya awan di Neptunus. Sejumlah penjelasan tersebut antara lain:
1. Perubahan Iklim
Salah satu penyebab yang mungkin menjadi pemicu hilangnya Neptunus adalah perubahan iklim dalam atmosfer planet ini. Sama seperti Bumi, Neptunus juga dapat mengalami perubahan iklim. Sehingga mempengaruhi pembentukan serta pelepasan gugusan awan.
2. Interaksi Sinar Matahari
Radiasi matahari yang intens di Neptunus dapat menyebabkan penguapan lebih cepat dari awan-awan es amonia dan metana.
Baca Juga: Fakta Planet Neptunus, Bercincin dan Memiliki Iklim yang Ekstrim
Hal ini bisa menyebabkan awan di planet Neptunus menghilang lebih cepat daripada yang manusia perkirakan.
3. Gerakan dalam Atmosfer Neptunus
Seperti telah tertera sebelumnya, planet Neptunus memiliki angin yang sangat kencang di atmosfernya. Pergerakan yang ekstrem ini mampu menyebabkan awan-awan berpindah atau menghilang dari pandangan pengamat.
4. Proses Kimia di Sekeliling Atmosfer
Reaksi kimia kompleks di atmosfer planet Neptunus memiliki peranan besar dalam menghilangkan gugusan awan. Proses ini bisa mengubah komposisi awan sekaligus membuatnya lebih sulit untuk terlihat dari titik penelitian.
5. Keterbatasan Teknologi Pengamatan
Teknologi pengamatan di Bumi mungkin tidak cukup kuat untuk melacak perubahan awan di planet Neptunus secara akurat. Beberapa awan mungkin saja tampak hilang. Padahal sebenarnya hanya berpindah atau mengalami perubahan.
Upaya untuk Meneliti Hilangnya Awan Neptunus
Guna mengetahui lebih jauh kemana awan Neptunus hilang, tim menghimpun sebanyak 30 tahun gambar.
Gambar tersebut merupakan hasil dokumentasi yang diabadikan oleh observatorium terkuat. Termasuk di dalamnya adalah teleskop Hubble NASA beserta observatorium W.M Keck di Hawaii.
Baca Juga: Planet Eksasurya Mini-Neptunus, Dilapisi Gas Hidrogen dan Helium
Dari hasil pemeriksaan terlihat jelas bahwa ada hubungan antara kapasitas awan di Neptunus dan titik siklus Matahari. Sekitar beberapa tahun pasca siklus tinggi radiasi sinar matahari, Neptunus menampilkan tumpukan awan padat. Setelah itu, awan di permukaan Neptunus terlihat semakin pudar bahkan tampak hilang perlahan.
Sesuai pemeriksaan yang ilmuwan lakukan pada bulan Juni lalu, awan di Neptunus belum menunjukkan perubahan. Fisiknya masih sama-sama polos tanpa gugusan awan yang menyelimuti seperti beberapa tahun sebelumnya.
Sejumlah peneliti menyebut jika Neptunus belum pernah sedramatis dan berkepanjangan. Terlebih dalam menunjukkan fenomena misteriusnya seperti awan di planet Neptunus yang menghilang. (R10/HR-Online)