harapanrakyat.com – Dalam 5 tahun terakhir, sudah ada 1828 desa di Jawa Barat terkategorikan desa mandiri. Kategori desa mandiri itu merupakan strata kategori desa tertinggi.
Bahkan, selama Ridwan Kamil dan Uu Ruzhanul Ulum menahkodai Jawa Barat, saat ini sudah tidak ada lagi status desa tertinggal di Jawa Barat.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Jawa Barat, Dicky Saromi menjelaskan, jumlah desa mandiri di Jawa Barat itu bertambah signifikan selama 5 tahun terakhir ini. Pada 2018, jumlah desa mandiri di Jawa Barat hanya mencapai 37 desa.
Baca Juga : 116 Desa di Ciamis Menyandang Predikat Desa Mandiri
“Desa tertinggal dan sangat tertinggalnya sudah 0, desa mandirinya 1828 jauh dari target. Tadinya pak gubernur (Ridwan Kamil) itu menargetkan ada 500 desa mandiri dari 37 desa. Tapi ternyata perolehannya desa mandiri di Jawa Barat mencapai 1828 desa. Jadi kurang lebih 1300-an itu terjadi kenaikan dari desa desa dengan level strata tinggi,” tuturnya di Kota Bandung, Jumat (18/8/2023).
Sebagai perbandingan, ia mencatat pada tahun 2018 jumlah desa tertinggal di Jawa Barat mencapai 929 dan desa sangat tertinggal berjumlah 48. Kemudian ada 37 desa mandiri dan 695 desa maju.
“Bahwa dari tahun 2018-2019, keadaan itu jadi desa tertinggal dan sangat tertinggalnya masih ada di Jawa Barat. Kemudian desa mandirinya baru 37. Namun, kini status desa tertinggal dan sangat tertinggal di Jawa Barat sudah tidak ada,” katanya.
Tidak Hanya Desa Mandiri, Gubernur Jawa Barat Tingkatkan Status Posyandu
Tidak hanya mendorong status desa, Gubernur Jawa Barat juga turut memperhatikan keberadaan posyandu. Saat ini, lanjut ia, jumlah posyandu mandiri sudah mencapai 43 persen.
“Alasan posyandu juga menjadi perhatian kita karena posyandu ini merupakan garis terdepan dalam penanganan kesehatan di masyarakat sebelum ke puskesmas atau rumah sakit,” ucapnya.
Capaian lainnya, lanjutnya, yakni meningkatnya indeks akses digital desa di Jawa Barat yang menempati posisi tertinggi kedua di Indonesia. Kemudian, Jawa Barat juga memperoleh posisi tertinggi sebagai desa sadar hukum.
“Dan juga peta dasar penegasan batas desa tertinggi nomor 1 di Indonesia,” ujarnya.
Tak berhenti di situ, pada tahun 2023 ini juga tercatat ada dua daerah di Jawa Barat yang seluruh desanya sudah mandiri. Dua daerah itu yakni di Kabupaten Pangandaran dan Kota Banjar.
Baca Juga : Desa Mandiri di Ciamis Bertambah, Herdiat Langsung Berikan Apresiasi
Kemudian juga ada Desa Panjalu di Kabupaten Ciamis yang memiliki nilai Indeks Desa Membangun (IDM) sempurna 1.0.
“IDM sebagai nilai ukuran kinerja gubernur yang tadinya target 0,72 itu sudah mencapai 0,77. Jadi ini adalah sesuatu hal yang kita peroleh di masa akhir jabatan pak gubernur yang sebentar lagi akan menjelang berakhir,” katanya.
Meski mencatatkan capaian yang luar biasa, namun Dicky memahami jika tugasnya belum selesai. Sebab menurutnya, sebagai barometer pembangunan, ia bercita-cita seluruh desa di Jawa Barat menjadi desa yang mandiri dan percaya diri. (Ecep/R13/HR Online)