Minggu, April 6, 2025
BerandaBerita TerbaruSofia WD, Seniman Kemerdekaan Asal Bandung Berpangkat Sersan Mayor

Sofia WD, Seniman Kemerdekaan Asal Bandung Berpangkat Sersan Mayor

Sofia WD lahir di Bandung pada tanggal 12 Oktober 1924 dari pasangan Apandi dan Sumirah. Ayah dan ibu Sofia bukan berasal dari keturunan menak, melainkan rakyat biasa yang hidup dalam kesederhanaan.

Namun kendati hidup serba berkecukupan, ayah Sofia ingin anaknya maju dan bisa membanggakan nama keluarga. Maka dari itu ia sering mengajak Sofia menonton sandiwara. Lantas apa tujuannya?

Tujuan mengajak Sofia menonton sandiwara untuk mendorong anak perempuan cantiknya ini agar tertarik menjadi seniman peran. Kala itu Apandi percaya jika anaknya bisa menjadi orang terkenal melalui pertunjukan seni peran.

Tak heran ia kemudian “menerjunkan” Sofia WD menjadi pemain sandiwara. Tak disangka ternyata permainan sandiwara disukai oleh Sofia. Ia lantas bermain dari panggung ke panggung, walaupun bayarannya sedikit ia tetap percaya diri memberikan yang terbaik untuk penontonnya.

Baca Juga: Raden Ayu Lasminingrat, Pejuang Emansipasi Wanita Asal Garut

Menginjak usia remaja Sofia semakin terkenal, akibat kegigihannya bermain sandiwara nama Sofia tersohor di kalangan muda-mudi hingga ke berbagai daerah. Akhirnya ia bertemu dengan pria ganteng yang kelak jadi suaminya aktif di dunia intelijen. Bagaimana sejarah lengkapnya, silahkan simak penjelasan berikut ini.

Sofia WD, Seniman Berpangkat Sersan Mayor Berangkat dari Dunia Intelijen

Bersama sang suami, Sofia WD aktif dalam Field Preparation (FP) yaitu satuan militer yang bergerak di bidang intelijen.

Suami Sofia mengajak istrinya terjun ke FP karena bakat yang dimiliki (bermain peran) cocok untuk mengelabui musuh. Karena bakatnya ini Sofia diberikan pangkat Sersan Mayor oleh komandan PF –Zulkifli Lubis.

Kala itu Sofia dan suaminya menggabungkan diri ke dalam FP tahun 1947, tepatnya ketika republik ini sedang mengalami peristiwa revolusi fisik. Tidak hanya Sofia –pemain peran, FP juga kerap merekrut intelnya dari mantan napi di Nusakambangan.

Konon ini terjadi karena insting seorang narapidana lebih kuat dari masyarakat biasa. Mereka bisa segalanya, termasuk main peran pun jadi. Dengan insting ini FP bisa memanfaatkan napi jadi intel yang baik –intel yang bisa memusnahkan musuhnya tanpa harus meninggalkan jejak.

Begitupun dengan Sofia yang diandalkan oleh FP jadi objek yang bertugas mengelabui musuh. Melalui keterampilannya bermain peran, ia bisa mengawasi keadaan sekitar tatkala pertunjukan sandiwaranya sedang dimulai.

Suami Sofia WD yang Sama-sama Intel Gugur di Daerah Garut

Menurut Ken Conboy dalam buku berjudul, “Intel: Menguak Tabir Dunia Intelijen Indonesia” (2007), suami Sofia WD yang sama-sama seorang intel gugur tertembak gerombolan DI/TII di daerah Garut, Jawa Barat.

Peristiwa ini terjadi tatkala Sofia dan suaminya harus terpisah karena tugas. Sofia yang bertugas mengawasi keadaan di Bandung membuatnya harus terpisah dengan suami yang mengawasi gerak-gerik Belanda di desa-desa.

Baca Juga: Sejarah Panggilan Aden di Tatar Sunda, Pernah Dikecam Para Raden

Saat sedang bertugas –menyamar menjadi masyarakat setempat di Garut, tiba-tiba gerombolan DI/TII datang. Mereka berjumlah puluhan orang dengan senjata lengkap menghampirinya. Tanpa disangka, seluruh masyarakat di desa tersebut dibunuh karena tidak ingin ikut menjadi gerombolan.

Ketika peristiwa ini terjadi suami Sofia WD pun ikut menjadi korban. Sebab pekerjaan intelijen zaman itu tidak dibekali senjata yang canggih seperti saat ini. Maka dari itu suami Sofia gugur dalam tugas, ia tidak bisa melawan gerombolan DI/TII yang marah dan menculiknya.

Konon menurut beberapa informasi yang ditemukan sejarawan, setelah diculik oleh gerombolan DI/TII, pria bernama lengkap Edi Endang ini kemudian disiksa dan ditusuk oleh bambu runcing. Setelah tewas dengan cara mengenaskan, algojo pembunuhnya kemudian mengalirkan jasad suami Sofia ke aliran sungai Cimanuk.

Sofia WD Mengundurkan diri Dunia Militer dan Jualan Warung Nasi

Setelah peristiwa pembunuhan terhadap suaminya, Sofia WD mengalami traumatis yang mendalam. Ia tidak bisa minum dan makan berhari-hari, Sofia depresi dan hendak bunuh diri beberapa kali.

Namun mertuanya menolong Sofia, ia lantas sadar dan tidak ingin berkecimpung lagi di dalam dunia militer. Sofia yang kadung ketahuan profesinya sebagai intel menjadi buruan tentara Belanda. Sofia pun lantas mengubah diri supaya tersamar dan tidak dikenali oleh mereka.

Baca Juga: Kisah Tentara Belanda Culik Kuli di Garut Tahun 1949

Setelah mengundurkan diri jadi seorang intelijen, Sofia WD berusaha pergi ke tempat mertuanya dengan cara menyamar jadi istri tukang minyak. Penyamaran ini sukses dan membuatnya bisa bertemu keluarga dari sang suami.

Ia lantas meminta maaf atas musibah yang menimpa anaknya. Sofia merasa tidak bisa melindungi suaminya dengan baik. Namun karena pihak keluarga suaminya yang baik, permintaan maaf Sofia dijawab dengan pelukan.

Bahkan mereka pun mengajak Sofia WD hidup bersamanya –pengganti anaknya yang telah gugur di medan perang. Tanpa penolakan ia pun bersedia tinggal bersama mertuanya. Adapun sehari-hari keluarga sederhana ini hidup dari uang hasil berjualan warung nasi. (Erik/R7/HR-Online/Editor-Ndu)

Hujan Meteor Lyrid 2025, Fenomena Langit Spektakuler di Bulan April

Hujan Meteor Lyrid 2025, Fenomena Langit Spektakuler di Bulan April

Setiap tahun, langit malam bulan April dihiasi oleh salah satu fenomena alam yang paling dinanti, yaitu hujan meteor Lyrid 2025. Hujan meteor ini berasal...
gebrakan 100 hari kerja

Tokoh Masyarakat Tasikmalaya Menanti Gebrakan 100 Hari Kerja Viman-Dicky

harapanrakyat.com,- Tokoh masyarakat menanti gebrakan 100 hari kerja Viman Alfarizi Ramadah-Diky Chandra, Walikota - Wakil Wali Kota Tasikmalaya. Apalagi sejak dilantik sampai saat ini...
Objek wisata di Kota Banjar sepi pengunjung

Aktivis Prihatin Kota Banjar Sepi Wisatawan saat Libur Lebaran, Anggap Pemkot Gagal 

harapanrakyat.com,- Aktivis GMNI Kota Banjar, Jawa Barat, prihatin dengan kondisi sepinya wisatawan yang berkunjung ke sejumlah destinasi wisata di Banjar saat momen libur lebaran...
Longsor TPT Rumah

Longsor TPT Rumah Terekam Kamera Amatir, Warga Singajaya Garut Panik

harapanrakyat.com,- Longsor Tembok Penahan Tebing (TPT) rumah di Garut, Jawa Barat, terekam kamera amatir warga. Meski tidak ada korban jiwa, namun insiden ini membuat...
Kaleng Kue Lebaran

Balita di Garut Kepalanya Tersangkut Dalam Kaleng Kue Lebaran, Petugas Damkar Turun Tangan

harapanrakyat.com,- Seorang balita di Garut, Jawa Barat, kepalanya tersangkut ke dalam kaleng kue lebaran, Sabtu (5/4/2025). Balita tersebut menangis kesakitan sehingga orang tuanya harus...
Obyek Wisata Curug Panganten

Remaja Asal Tasik Berenang di Obyek Wisata Curug Panganten Ciamis Berujung Maut

harapanrakyat.com,- Seorang remaja asal Kabupaten Tasikmalaya berenang di obyek wisata Curug Panganten, Desa Tanjungsari, Kecamatan Sadananya, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, berujung maut. Remaja bernama Rifki...