harapanrakyat.com,- Srikandi NU Zannuba Arrifah Chafsoh atau dikenal Yenny Wahid digadang-gadang masuk dalam bursa calon wakil presiden Anies Baswedan. Selain Yenny, nama Khofifah Indar Parawansa juga masuk dalam daftar cawapres Anies.
Seperti kita bahwa Zannuba Arrifah sendiri adalah putri dari mendiang Abdurrahman Wahid (Gus Dur), mantan Presiden RI.
Sedangkan Khofifah kini menjabat sebagai Gubernur Jawa Timur. Sebelumnya ia sempat menjadi Menteri Pemberdayaan Perempuan pada era Presiden Gus Dur. Kemudian, dalam Kabinet Kerja era Jokowi, Khofifah juga mendapat kepercayaan untuk menjabat sebagai Menteri Sosial.
Menurut Ahmad Ali, Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai NasDem, Anies Baswedan akan sangat diuntungkan oleh Yenny Wahid maupun Khofifah.
Pasalnya, kedua tokoh perempuan Nahdlatul Ulama tersebut sama-sama memiliki kekuatan di wilayah Jawa Tengan dan juga Jawa Timur.
Melansir dari suara.com, dalam keterangannya kepada wartawan, Senin (3/7/2023), Ahmad Ali menilai srikandi NU Yenny dan Khofifah masuk dalam kriteria tersebut.
Baca Juga: Nama Cawapres Pendamping Anies Baswedan Segera Diumumkan, Tak Bisa Diganggu Gugat
Dari kedua tokoh perempuan tersebut, kira-kira siapa yang layak mendampingi capres Anies Baswedan dalam perhelatan Pilpres 2024 mendatang?
Rekam Jejak Srikandi NU Yenny Wahid
Yenny merupakan tokoh perempuan NU dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang terpandang. Ia juga seorang sarjana komunikasi visual dan desain lulusan Universitas Trisakti, dan mengabdikan hidupnya sebagai jurnalis.
Pada tahun 1997 dan 1999 Yenny Wahid sempat berkontribusi aktif di The Age (Melbourne) dan The Sydney Morning Herald. Ia menjadi koresponden kedua media tersebut.
Ia juga pernah meliput konflik yang terjadi di Timor Timur. Bahkan berkat karya tulisnya itu srikandi NU Yenny Wahid ini mendapat penghargaan Walkley Award.
Selain itu, Yenny Wahid banyak berkiprah di pemerintahan dan sempat menjabat Staf Khusus selama 1 tahun di bidang Komunikasi Politik.
Baca Juga: Jika Diduetkan, Inilah Pasangan Capres-Cawapres Terkuat di Pilpres 2024
Rekam Jejak Khofifah
Khofifah Indar Parawansa sebelum menjadi Gubernur Jawa Timur, ia pernah menjabat Menteri Pemberdayaan Perempuan pada era Presiden Gus Dur, ayah Yenny Wahid.
Kemudian, dalam Kabinet Kerja era pemerintahan Joko Widodo (Jokowi), Khofifah juga mendapat kepercayaan untuk menduduki jabatan Menteri Sosial.
Selanjutnya pada tahun 2018 Khofifah melepaskan jabatannya sebagai Mensos karena ia maju dalam Pilgub Jawa Timur bersama Emil Dardak sebagai wakilnya.
Khofifah dan Emil pun berhasil meraih kemenangan, keduanya resmi menjadi Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Timur.
Jika harus memilih srikandi NU Yenny Wahid atau Khofifah Indar Parawansa, tentunya ini pilihan yang sulit buat Anies Baswedan. Karena kedua perempuan tersebut sama-sama tokoh terpandang di PKB maupun di NU. (Eva/R3/HR-Online)